Skip to main content

KUNJUNGAN RUTIN DAN PEMERIKSAAN PASIEN ODGJ DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENGALIHAN KERITANG TAHUN 2019

Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan  jiwa bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pemegang program jiwa bersama tim dari puskesmas melakukan kunjungan ke rumah pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Pengalihan Keritang, selasa, (08/10/2019).

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Puskesmas dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien kejiwaan di Kecamatan Keritang, Selain dari tim Puskesmas, Bidan Desa dan keluarga juga turut membantu dalam pemeriksaan pasien gangguan jiwa.

Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan dan dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya (UU No.18 Tahun 2014 tentang kesehatan jiwa).

Meski kegiatan kunjungan ke rumah pasien kejiwaan sudah dilakukan secara rutin Pemegang program ODGJ, Anita, AMK berharap ” dukungan bantuan dari semua pihak agar dapat melaporkan ke Puskesmas Pengalihan Keritang jika menemukan kasus warga dengan gejala mengalami kecemasan berat di lingkungan sekitarnya’’.

Kepala Puskesmas Pengalihan Keritang Nurjihan, S.Kep mengatakan ” kunjungan rutin ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien kejiwaan di wilayah kerja Puskesmas Pengalihan Keritang’’.

Sehat Jiwa, Sehat Ragaku, Salam Sehat.

PEDULI KABUT ASAP, PUSKESMAS PENGALIHAN KERITANG BAGI-BAGI MASKER

Kabut asap yang terjadi membuat Puskesmas Pengalihan Keritang berinisiatif untuk membagikan masker di sekitar wilayah kerja Desa Pengalihan Keritang, jumat, (23/08/2019).

Pembagian masker dilakukan oleh Kepala Puskesmas, Tata Usaha dan tenaga kesehatan Puskesmas Pengalihan Keritang di jalan umum yang diberikan kepada pengendara sepeda motor, mobil dan pejalan kaki.

Seperti yang kita ketahui bahayanya kabut asap bagi kesehatan manusia adalah :

  1. Susahnya bernafas dan rusaknya paru-paru
  2. Batuk dan iritasi tenggorokan
  3. Mengganggu fungsi jantung
  4. Mengganggu kesehatan mata
  5. Merusak kesehatan kulit

Kepala Puskesmas Pengalihan Keritang Ibu Nurjihan,S.Kep mengatakan ” dengan adanya kegiatan pembagian masker adalah salah satu cara kesehatan untuk mencegah terjadinya gangguan pernapasan’’.

Semoga kabut asap ini cepat hilang dan kita semua bisa kembali menghirup udara yang segar seperti biasanya.

 

 

 

PEMBERIAN OBAT CACING PADA MURID SDN 021 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENGALIHAN KERITANG

Penyakit cacingan sering menyerang anak usia balita dan anak sekolah dasar. Penyebab cacingan antara lain sanitasi lingkungan kurang terjaga, kebiasaan anak-anak yang buang air besar di sembarang tempat, sarana MCK (Mandi, Cuci, kakus) yang kurang memenuhi syarat, kebiasaan tidak menggunakan alas kaki yang berakibat terjadinya infeksi telur cacing melalui pori kulit ataupun melalui makanan, untuk mencegah penyakit kecacingan tersebut, UPT. Puskesmas Pengalihan Keritang melakukan pemberian obat cacing pada murid SDN 021 di Wilayah Kerja Puskesmas Pengalihan Keritang, rabu, (07/08/2019).

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir adalah melalui Program Pemberian Obat Cacing pada Anak-anak usia TK dan SD yang dilaksanakan serentak pada Bulan Agustus 2019. Obat cacing yang diberikan yaitu golongan albendazole, efek samping yang mungkin timbul, perasaan kurang nyaman pada pencernaan seperti mual, muntah mungkin saja timbul, sakit kepala, gatal-gatal. Akan tetapi efek samping ini hanya terjadi pada sebagian kecil orang yang minum obat ini.

Penanggungjawab Program Anita, AMK mengatakan ” Pemberian obat cacing pada murid SDN 021 mulai dari kelas 1-6 berjumlah 150 siswa. Kegiatan ini akan terus kita lakukan ke semua Sekolah yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Pengalihan Keritang. Pemberian obat cacing ini adalah untuk memberantas penularan kecacingan pada anak usia 1-12 Tahun menuju generasi Bangsa Indonesia sehat.”

Tenaga Promkes Robiatun Adawiyah, SKM menyarankan ” anak-anak dari usia dini perlu diajarkan untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan sekitar dengan cara hidup bersih dan sehat. Biasakan menggunakan alas kaki ketika bermain di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan atau membuang air, memotong kuku serta tidak buang air besar sembarangan ”.

Semoga dengan adanya Program Pemberian Obat Cacing ini Balita dan Anak-anak terhindar dari penyakit kecacingan.

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

PEMERIKSAAN IVA DI PUSTU DESA PANCUR, UPT. PUSKESMAS PENGALIHAN KERITANG TAHUN 2019

Untuk mencegah terjadinya kanker serviks, UPT. Puskesmas Pengalihan Keritang melakukan pemeriksaan IVA di Pustu Desa Pancur Kecamatan Keritang, sabtu ( 29/06/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Kesehatan, Bidan Kordinator, dan Ibu-ibu yang akan melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan IVA ( Inveksi Visual Asam Asetat ) adalah pemeriksaan leher rahim ( serviks ) dengan cara melihat langsung ( dengan mata telanjang ) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5 %.

Bidan koordinator ibu Rosmiat, Amd. Keb menjelaskan pemeriksaan IVA penting di laksanakan karena merupakan pemeriksaan akurat untuk mendeteksi kanker serviks pada fase prankanker karena selain kanker payudara, kanker serviks / leher rahim adalah penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Adapun syarat untuk mengikuti pemeriksaan IVA adalah :

  1. Sudah Menikah ( Sudah pernah melakukan hubungan seksual)
  2. Tidak sedang datang bulan ( Haid).
  3. Tidak boleh melakukan hubungan seksual 24 jam sebelum pemeriksaan.
  4. Tidak sedang hamil.

Pemeriksaan IVA di Pustu Desa Pancur yang telah dilakukan ada sebanyak 21 orang, meskipun terkadang ibu-ibu enggan melakukan pemeriksaan karna merasa malu dan takut. Namun dukungan dari keluarga, pemerintah dan instansi terkait lainnya diharapkan mampu menggerakan perempuan untuk semakin menjaga kesehatan diri.

Kepala UPT. Puskesmas Pengalihan Keritang Ibu Nurjihan, S.Kep mengatakan ” dengan adanya pemeriksaan IVA hari ini  semoga kesehatan reproduksinya bisa terpelihara setiap harinya’’.

Semoga dengan adanya deteksi dini bisa meminimalisir penderita kanker serviks dan juga mempermudah pengobatan kepada penderita yang diketahui sejak stadium awal.