Skip to main content

Menjelang Masa Keberengkatan, Puskesmas Pengalihan Enok Terus Lakukan Pembinaan Pada Calon Jema’ah Haji

Puskesmas Pengalihan Enok melakukan Pembinaan Masa Keberangkatan pada jemaah haji, Senin (23/12/2019) yang dihadiri oleh Bidan Koordinator Puskesmas Hj. Ayu Leningsih, S.ST mewakili Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Syamsinar, AMK serta Tenaga kesehatan puskesmas Pengalihan Enok yang terlibat dalam kegiatan ini.

Dalam kegiatan ini Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji puskesmas Pengalihan Enok Syamsinar, AMK menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya kepada Jemaah haji, melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang baik agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan aman sesuai dengan tuntutan ajaran Agama Islam.

Penyelenggaraan kesehatan haji bertujuan untuk mencapai kondisi Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, mengendalikan faktor risiko kesehatan haji, menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama di Indonesia, selama perjalanan, dan saat melakukan ibadah haji sampai saat pulang kembali ke indonesia, serta mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan atau masuk oleh Jema’ah Haji dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji.

Hj. Ayu Leningsih, S.ST dalam sambutannya mengharapkan semua Jema’ah Haji dapat mengikuti acara ini dengan baik sehingga bermanfaat untuk semua jemaah haji yg akan berangkat. Dan beliau mendoakan semoga jemaah sehat selamat berangkat dan pulang kembali ke tanah air.

H. Mohammad Taslim, SKM staf Dinas Kesehatan Indragiri Hilir selaku pemateri pada kegiatan ini juga menjelaskan bahwa Puskesmas Pengalihan Enok melakukan Pembinaan terhadap Jema’ah Calon Haji tahun 2019 ini rutin setiap 6 bulan di Puskesmas Pengalihan Enok baik bagi calon jema’ah haji yang masih dalam masa tunggu, maupun yang dalam masa keberangkatan, harapannya agar calon jema’ah haji pada masa tunggu dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta pengukuran kebugaran setiap tiga bulan sekali.

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

PUSKESMAS PENGALIHAN ENOK TAJA SOSIALISASI MEASLES RUBELLA (MR)

Puskesmas Pengalihan Enok melakukan kegiatan sosialisasi Measles Rubella (MR) di Kecamatan Enok yang dihadiri oleh lintas sektor, lintas program, tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, sekolah dan dinas kesehatan Tembilahan. (14/7/2018)

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MR telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari BPOM sehingga aman digunakan pada anak. Selain itu, vaksin ini telah digunakan di lebih 141 negara di dunia.  Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Sedangkan gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri persendian, mirip gejala flu. Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella, tetapi penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi dengan vaksin MR. Imunisasi MR dapat diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak. Apabila anak sebelumnya telah mendapat imunisasi Campak dan MMR, maka tidak masalah apabila mendapat imunisasi MR. Tujuannya adalah untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella.

 “Imunisasi Measles Rubella ini bukan hanya untuk prorgam kesehatan saja tapi imunisasi ini milik bersama untuk itu mari kita bekerja sama untuk mendukung jalan nya imuniassi MR ini agar tidak ada lagi anak-anak yang terkena penyakit campak rubella”, ujar Fitriani selaku narasumber dari dinas kesehatan inhil.

“Untuk itu ayo dukung imunisasi Measles Rubela (MR) yang dilakukan pada bulan Agustus Dan September”, tandasnya.

Dalam kegiatan kampanye ini juga didukung dengan adanya penadatanganan dari lintas sektor, lintas program, tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, sekolah dan kesehatan.

 

TERINSPIRASI DARI “MY TRIP MY ADVENTURE” PETUGAS PIS PK “GET THE FURTHEST AREA”

Dalam mengupayakan pemerataan Pendataan Keluarga Sehat Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS PK) Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pengalihan Enok di Desa Pengalihan Khususnya di Daerah Yang Jangkauannya Paling Tejauh, Jum’at 23/02/2018 beberapa petugas pendataan menyusuri jalan setapak menuju Parit Damat Dan Parit Tanjung Toyok Dengan Perjalanan Kurang Lebih 3 Jam dari Puskesmas.

Sejak tiga bulan terakhir petugas Kesehatan sebagai tenaga pelaksana Kesehatan di Puskesmas Pengalihan Enok Yang Telah Mendapat Pelatihan PIS PK dan Beberapa Tim Yang Membantu Dalam Pendataan Dan Pengimputan Keluarga Sehat juga dibantu oleh Kader Kesehatan Yang Berada Di Masing-Masing Desa. Beberapa Kegiatan Dalam Pelaksanaan Pendataan Keluarga Sehat Seperti Pengukuran Tekanan Darah serta melakukan pendekatan keluarga juga mendata sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya tujuan program  seperti diantaranya Keluarga Berencana (KB), Ibu bersalin di Fasilitas Kesehatan, Imunisasi Dasar lengkap, ASI Eksklusif.

Bukan hanya itu, Program pendataan Keluarga Sehat dengan semangat kerja “Get the Furthest Area” mengupayakan pemerataan pemberian Vitamin A dimulai dari menjangkau daerah terjauh, hal ini diungkapkan oleh petugas Promosi Kesehatan Rahayu, Amd.Keb., SKM bersama tim yang turut dalam pendataan saat itu dari petugas kesehatan Gizi ibuk Siti Aisah, AMK serta dalam tim pendataan upaya penekanan pengendalian penyakit menular dan tidak menular oleh petugas Kesling ibu Megawati, SKM dengan memperkenalkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti yang diungkapkan Rahayu, Amd.Keb., SKM

“untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentunya kita harus berani memulai dengan upaya yang maksimal juga, masyarakat kita disini berada sangat jauh daru Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, untuk itu Program pendekatan keluarga ini saya kira sangat penting untuk menjadikan mereka keluarga sehat, mendapatkan data kesehatan yang real dari mereka tentunya ini juga akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan upaya menekan angka pada penderita penyakit menular dan tidak menular” ungkap Rahayu kepada MCT Dinkes Inhil.

Selanjutnya dalam upaya pengendalian penyakit menular selalu di berikan sosialisasi dan edukasi kepada Masyarakat yang menderita Penyakit menular maupun tidak menular khususnya yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Pengalihan Enok agar senantiasa berobat sesuai standar, teratur dan juga untuk masyarakat kita yang mengalami gangguan jiwa akan selalu diberikan penanganan pengobatan secara optimal bersama pihak keluarga dan masyarakat setempat.

Narasumber Promkes Upt. Puskesmas Pengalihan Enok@Rahayu, Amd.Keb, SKM

KHAWATIR DAMPAK ANEMIA, REMAJA MAINKAN PERAN DRAMA DARAH BERSAMA PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS PENGALIHAN ENOK

Kali ini beda dari biasanya, Pelajar remaja Putri menjadi perhatian yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh dunia kesehatan. Selasa 30 Januari 2018 Puskesmas Pengalihan Enok memberikan sosialisasi di sekolah MAN NURUL YAQIN sekaligus didampingi oleh petugas gizi, ibu dan promkes.

topik hangat kali ini adalah terkait dengan penanggulangan anemia pada remaja putri yaitu dengan pemberian tablet tambah darah sebagai persiapan untuk menjadi ibu hamil, karena wanita yang menikah atau hamil lebih banyak membutuhkan zat besi untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Akibat kekurangan zat besi pada ibu hamil antara lain akan mengalami keguguran, BBLR dan perdarahan, yang menjadi penyebab tertinggi kematian ibu melahirkan.

Mengingat Remaja putri pada masa peralihan dari anak menjadi dewasa , ditandai dengan perubahan fisik dan mental. Perubahan fisik ditandai dengan berfungsinya alat reproduksi seperti menstruasi (umur 10-19 th). Hingga sampai kepada kategori Wanita usia subur pada masa atau peroide dimana dapat mengalami proses reproduksi . Ditandai masih mengalami menstruasi (umur 15-45 th). Dimana dalam hal ini petugas Puskesmas Pengalihan Enok juga membuat permainan dengan cara memainkan peran/role play tentang ANEMIA dimana remaja putri melakukan drama bagaimana cara mengatasi anemia dengan tujuan agar remaja putri dapat lebih memahami dan mengingat tentang apa itu anemia, gejala anemia

Petugas kesehatan puskesmas memberikan tablet tambah darah pada remaja putri dan langsung diminum pada saat ini juga, karena apabila tidak diberikan Fe akan berdampak terhadap anemia dan memberikan edukasi akan dampak anemia pada remaja diantaranya:

  1. Menurunnya kesehatan reproduksi.
  2. Terhambatnya perkembangan motorik, mental dan kecerdasan.
  3. Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar
  4. Konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah dan dapat menurunkan produktivitas kerja.
  5. Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal.
  6. Menurunkan tingkat kebugaran.

Ditambahkan lagi oleh Petugas penyuluhan Promosi Kesehatan “Rahayu perlu dijelaskan sedari dini Anemia Gizi yang merupakan kekurangan kadar hemoglobin dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb dan dapat diatasi dengan cara mengatasai anemia dan minum tablet fe tersebut dalam “Drama Tablet Fe” sehingga jika ada temannya yang terkena anemia mereka bisa memberikan penjelasan tentang anemia kepada teman-teman lainnya. Oleh karena itu “MARI CEGAH ANEMIA DENGAN CARA POLA HIDUP SEHAT”