Skip to main content

Bidan dan Dukun Bayi di Pelangiran Komit Tekan AKI dan AKB

Tingginya angka kematian ibu dan bayi mendorong Dinas Kesehatan Indragiri hilir (Inhil) menggalakkan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi di setiap Kecamatan.

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi. Dinkes Kabupaten Inhil melalui Puskesmas Pelangiran melaksanakan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi menjadi salah satu terobosan yang bermuara untuk menurunkan AKI dan AKB.

“Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi juga merupakan metode yang tepat karena permasalahan kesehatan merupakan permasalahan yang multi dimensi,” terang Kepala Puskesmas Pelangiran Imam Santoso,SST.FT.MM , Kamis (12/12/2019) pagi.

Kemudian, program kesehatan bisa berjalan tanpa harus meninggalkan unsur kebudayaan setempat atau dengan pendekatan kearifan lokal, peran Dukun Bayi yang masih dipercayai oleh masyarakat dan dengan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi ini memiliki peran masing-masing peran, yaitu Bidan sebagai penolong persalinan dan Dukun Bayi sebagai pendamping.(ded)

PKM Pelangiran dan Kepolisian Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

Upaya mencegah penyebaran bahaya Narkoba dan penyakit menular HIV/Aids di masyarakat, khususnya kalangan anak muda di kecamatan Pelangiran membutuhkan kerja sama semua lini. Untuk itu, Puskesmas Pelangiran dan Kepolisian menggelar sosialisasi tentang bahaya narkoba dan HIV/Aids.

“Rabu kemarin (12/12/2019), dokter dari Puskesmas Pelangiran dan kepolisian menjadi narasumber pada sosialisasi bahaya Narkoba dan HIV/Aids. Alhamdulillah, antusias peserta sangat tinggi,” ungkap Kepala Puskesmas Imam Santoso,SST.FT.MM , Jumat (13/12/2019) pagi.

Pada kesempatan itu dr. Panggih Sekar Palupi, menyampaikan bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Siapapun akan menjadi incaran narkoba, tidak hanya yang tinggal di kota, tapi sudah menyerang masyarakat ceruk-ceruk kampung.

Tak terkecuali, generasi muda sangat rentan menjadi sasaran narkoba. Terlebih lagi, Kecamatan Pelangiran. Oleh karena itu, dr. Panggih mengajak untuk membentengi diri dari bahaya narkoba.

dr Panggih menjelaskan tentang jenis-jenis kepada peserta. Jenis narkoba tersebut, berupa ganja, sabu-sabu, heroin dan zat adiktif.

Dampak dari bahaya narkoba, rentan terjangkit dengan penyakit menular HIV Aids. Katanya dr Panggih juga menyampaikan jenis-jenis penyakit yang mengikuti HIV Aids ini, seperti infeksi TBC, tipes, infeksi herpes, gagal ginjal, radang kulit, dan kenker.(ded)

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

MENGHINDARI BAHAYA PENGGUNAAN OBAT, UPT. PUSKESMAS PELANGIRAN MENGADAKAN SOSIALISASI 5 O

Seiring dengan banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi obat-obatan khususnya yang sakit, UPT. Puskesmas Pelangiran mengadakan Sosialisasi Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) kepada masyarakat Desa Wonosari Kecamatan Pelangiran, kamis (21/02/2019). Yang dihadiri  oleh Kepala Desa, Tim PKK Desa, Tokoh Masyarakat dan Tim Kesehatan Puskesmas Pelangiran.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional. Selain itu, banyak juga masyarakat yang mengkonsumsi obat dengan dosis yang kurang tepat atau tidak sesuai dosis karena tidak berkonsultasi dengan apoteker ataupun dokter, sehingga menyebabkan tubuh kita kebal terhadap obat dan membuat penyakit tersebut semakin sulit untuk diobati.

Dalam sambutannya Kepala Desa Wonosari Bapak Alif Fauzi menyampaikan kepada masyarakat sangat berterima kasih kepada Tim UPT. Puskesmas Pelangiran yang telah datang ke Desanya untuk menyampaikan sosialisasi cara penggunaan obat yang benar dan diharapkan kepada masyarakat Desa dengan adanya sosialisasi ini masyarakat dapat menyadari dalam menggunakan obat.

Apoteker UPT. Puskesmas Pelangiran Ibu Fitri Wulandari, Amd.Keb menyampaikan juga akan pentingnya masyarakat cerdas dalam menggunakan obat dan apabila masyarakat membeli obat di Apotek atau fasilitas pelayanan kesehatan seperti berobat di puskesmas agar masyarakat dapat menanyakan 5 0 yaitu apa nama obat dan kandungannya, apa indikasi obat itu, berapa dosis obat itu saat diminum, bagaimana cara menggunakan obat tersebut dan apa bahaya obat tersebut. Selain itu masyarakat dapat menerapkan DAGUSIBU ( Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) agar obat yang telah habis atau kadaluarsa tidak terminum dengan orang lain atau disalahgunakan oleh pihak lain.

MENCEGAH DEMAM BERDARAH, UPT. PUSKESMAS PELANGIRAN LAKUKAN PEMERIKSAAN EPIDEMIOLOGI DAN FOGGING

Kasus Demam Berdarah (DBD) sering sekali meresahkan masyarakat, setiap tahun kasus DBD ini selalu menelan korban jiwa. Kondisi ini tentunya membutuhkan penanganan ekstra untuk memberantas sarang nyamuk, di tambah lagi dengan musim penghujan, resiko penyakit nyamuk DBD bisa saja meningkat.

Menanggapi kasus ini UPT. Puskesmas Pelangiran melaksanakan kegiatan pemeriksaan epidemiologi (PE) serta melakukan fogging di Dusun Tanjung Pandak Kelurahan Pelangiran. Kamis (31/1/2019).

Dokter Umum UPT. Puskesmas Pelangiran, dr. Panggih Sekar Palupi menyampaikan ” Kepada masyarakat untuk rajin membersihkan lingkungan sekitar, karena dengan lingkungan yang kotor akan menjadikan resiko nyamuk ini akan bersarang lebih banyak, masyarakat juga dihimbau untuk melaksanakan 3M Plus yaitu menguras dan menyikat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang sampah bekas serta mencegah gigitan dan perkembangan nyamuk”.

Diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan ini, masyarakat dapat mencegah penyakit demam berdarah karena penyakit ini sangat mematikan apabila terlambat di obati.