UGD/RAWAT INAP UPT. PUSKESMAS KUALA ENOK SAH DI RESMIKAN BUPATI H.M WARDAN

Pembangunan Gedung UGD/rawat inap puskesmas kuala enok yang sempat tertunda pada tahun 2017 sah di resmikan oleh bupati Indragiri Hilir H.M wardan. Rabu, (08/01/2020). Peresmian puskesmas ditandai dengan Penyerahan sertifikat akreditasi oleh bupati kepada kepala puskesmas kuala enok dan penandatanganan prasasti.

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut ketua penggerak tim PKK kab. Indragiri hilir hj zulaikhah, asisten II , kepala dinas kesehatan, sekretaris dan para staff dari dinas kesehatan kabupaten Indragiri hilir , kepala Dinas perikanan, kepala dinas damkar, camat, kapolsek, danramil, lurah, kades,tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada dikecamatan Tanah merah, beserta kepala puskesmas tanah merah, kepala puskesmas kuala enok dan seluruh staff dari puskesmas Kuala Enok.

Camat tanah merah dalam sambutannya, menyampaikan terimakasih atas terlaksananya ugd/rawat inap di puskesmas kuala enok ini, dan berharap bisa memberikan kenyamanan dalam pelayanan kesehatan kepada Masyarakat.

Bupati H.M Wardan di dalam sambutannya , menyampaikan bahwa Pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu program prioritas yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,
“Alhamdulillah saat ini kemanapun masyarakat pergi di puskesmas setiap kecamatan di kabupaten indragiri hilir bangunan gedung puskesmas sudah lebih baik di banding bangunan kantor lainnya. puji H.M Wardan.

Tentunya tidak hanya membangun bangunan fisik , namun juga kualitas dan pelayanan kesehatan dilakukan dengan baik dan memberikan pelayanan yang begitu prima dengan hati. Pesan bupati
Tentunya ini tak lepas dari Visi kab inhil yaitu Kejayaan inhil yang semakin bermarwah dan bermartabat. tutup Bupati Inhil tersebut.

H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes selaku Kepala dinas Kesehatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan bidang kesehatan ini dilakukan Sesuai arahan bupati “tolong di inventaris bangunan yang sudah lama, dan mengupayakan dibangun fasilitas kesehatan sebaik-baiknya, demikian di sampaikan H. Zainal Arifin.

Kami terus mengupayakan puskesmas yang lama di renovasi dengan konsep baru dan pelayanan terbaik. Tambah kadis kesehatan.

Adapun Program Inovasi Puskesmas Kuala Enok yaitu “Satu Pasien Satu Ruang Rawat Inap”.

Lokakarya Mini Tri Bulan Iv, Upt. Puskesmas Kuala Enok Tahun 2019

Puskesmas Kuala Enok mengadakan kegiatan Lokakarya Mini Tri Bulan IV di Aula Puskesmas Kuala Enok, kamis (26/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Tanah Merah yang diwakili oleh Bapak Suhaimi,AMP, Danramil,Kapolsek, Lurah Kuala Enok, Kepala Desa, Kepala Puskesmas Kuala Enok, Kepala Pustu, Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Dalam kegiatan lokakarya mini tribulan ini yang dibahas adalah tentang persalinan di Fasyankes, penggunaan jamban sehat dan evaluasi PIS-PK.

Kepala Puskesmas Kuala Enok Bapak H.Muhammad Syum, SKM., MM mengatakan ” masalah yang terjadi di masing-masing Desa dapat disampaikan dengan musyawarah Desa dan membuat solusi permasalahan dan menyampaikannya kepada pihak Puskesmas’’.

Kegiatan ini di akhiri dengan kesepakatan meningkatkan kegiatan untuk membuat arisan jamban sehat dan permasalahan rokok dengan melakukan penyuluhan.

Akupresure, Layanan Kesehatan Tradisional Andalan Puskesmas Kuala Enok

Baharikala, teknik pijat atau urut sudah banyak dikenal masyarakat Kuala Enok sebagai alternatif menjaga kebugaran bahkan terapi pengobatan.

Pola dan praktik pemijatan banyak dan cukup berkembang di masyarakat, salah satunya adalah akupresur.

Untuk itu, pembinaan dan pengawasan terhadap pengobatan tradisional akupresur sangat diperlukan guna meningkatkan mutu pelayanan.

Terlebih, pelayanan akupresur diharapkan dapat diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Akupresur merupakan teknik kesehatan yang menerapkan tekanan ringan pada area atau titik tertentu di tubuh yang berhubungan dengan berbagai organ dan tubuh.

Kepala Puskesmas Kuala Enok H. Muhammad Syum, SKM., MM menjelaskan terapi akupunktur ini sudah diterapkan di Puskesmas Kuala Enok.

“Untuk terapi akupresur dilakukan penekanan pada Titik-titik saraf selama 10 hingga 15 menit tergantung penyakit yang diderita pasien,” ucapnya.

Layanan akupresure Puskesmas Kuala Enok diserta dukungan pemeriksaan penunjang seperti USG EKG.

“Disamping itu laboratoriumnya di lengkapi pemeriksaan urinalisis hematology serta pemeriksaan lainnya,” cetusnya.

Selain terapi Akupresur, dia mengatakan juga menerapkan pemeliharaan dan perawatan kebun tanaman obat keluarga dan edukasi pembuatan ramuan serta olahan dari tanaman tersebut.

Untuk mendapatkan manfaat dari tanaman obat keluarga, tanaman tersebut bisa diolah secara alami dan mandiri. Seperti dengan menjadikan sebagai minuman, makanan serta kudapan.

“Kami berencana akan memfokuskan tanaman herbal ini di Puskesmas Kuala Enok serta mengedukasikannya kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui manfaat dari tanaman herbal tersebut,” urainya menjelaskan.

Syum berharap kedepannya di Puskesmas Kuala Enok dapat mengembangkan tanaman herbal sehingga dapat dimanfaatkan secara menyeluruh.

Bagi warga yang mengetahui tentang obat-obatan herbal, Puskesmas Kuala Enok juga merangkul dan mencari perbandingannya sehingga dapat digunakan untuk kesehatan masyarakat.

Terakhir dia menambahkan, dengan berkuatan yang di dukung 2 dokter umum dan 1 drg 1 analis serta bidan dan perawat Puskesmas Kuala Enok siap mewujudakan Puskesmas yakni terwujudnya masyarakat sehat di wilayah UPT Puskesmas denhan pelayanan prima yang mendukung visi Kabupaten Inhil.(ded)

Puskesmas Kuala Enok Terapkan Satu Ruangan Satu Pasien

Pembangunan lanjutan Puskesmas (PKM) Kuala Enok yang telah selesai ditahun ini (2019) menjadi objek vital pelayanan kesehatan terutama untuk kenyamanan masyarakat yang sedang dirawat.

Bagaimana tidak, seperti yang diintruksikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, MP, mengenai dekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes, menegaskan intruksi tersebut untuk 28 Puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan termasuk Puskesmas Kuala Enok.

Puskesmas Kuala Enok tersebut berada diwilayah kecamatan Tanah Merah, Inhil.

“Di hari senin ini tepatnya 23 Desember 2019, kita (Puskesmas Kuala Enok) sudah menggunakan gedung bangunan baru,” Jelas Kepala Puskesmas H. Muhammad Syum, SKM., MM, Senin (23/12/2019).

Lanjut, ada 10 ruangan terinci dan 1 ruang untuk 1 orang pasien. Dengan mengutamakan hal ini masyarakat bisa merasa dilayani optimal, terjaga kenyamanan, apa lagi masyarakat merasa akan puas atas layanan Puskesmas umumnya dibawah naungan Dinas Kesehatan Inhil.

1 ruangan juga sudah tersedia 1 WC untuk mempermudah pasein dalam hal buang air, privasi tetap terjaga nyaman dan berharap cepat sembuh dan puas atas layanan yang Puskesmas Kuala Enok berikan, tandas pria yang disapa Syum.

Meski pembangunan sempat mangkrak ditahun 2017 berjalan berkisar 30 persen, Dinas Kesehatan Inhil dibawah kepemimpinanan H. Zainal Arifin telah berhasil membangun 6 bangunan Puskesmas ditahun ini.

“Tanggal 20 Desember kemarin kita telah melakukan pemindahan semua alat dan berkas keruangan baru, dan saat ni sudah ada pasien yang dirawat inap di Puskesmas Kuala Enok,” tandasnya kembali.

Walau dengan wajah baru, bangunan lama Puskemas Kuala Enok tetap berjalan dan berfungsi.

“Bangunan lama sebagai rawat jalan, bangunan baru untuk rawat inap dan UGD,” sambung Syum.

Tidak hanya itu, seperti ruangan kepala Puskesmas, menajemen, tata usaha, aula, arsip, muholla, persalinan, farmasi, labor, serta 10 ruangan untuk pasien telah difungsikan dalam bangunan baru.

Bangunan lama tetap kita tempatkan pada palayanan, katanya.

Mengenai sejarah panjang bangunan Puskemas Kuala Enok pernah mengalami bencana alam kebakaran, dan pada akhirnya bangunan kesehatan itu berdiri di Jalan Pendidikan no 02 Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah hingga sekarang.

Setelah 30tahun-an berdiri, bangunan itu telah mendapatkan renovasi ditahun 2017.

“Gedung telah Representatif layak dari segi standar fisik,
atas nama pribadi petugas dan masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Kadis dan seluruh yang terlibat demi berdirinya gedung rawat inap dan UGD,” ucap Kapus.

Untuk kedepannya, Syum akan membenahi sarana seperti penyediaan air bersih, genset, dan ipal untuk kebutuhan khusus.

Untuk diketahui, luas Puskesmas Kuala Enok ialah 841m/segi.

Perjuangan Luar Biasa, 6 Bangunan Puskesmas Terwujud Tahun Ini

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan daerah. Hingga tahun 2019 ini, setidaknya ada 6 bangunan baru Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H. Zainal Ariffin, SKM., M.Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Ns. Edi Chandra, S.Kep., M.M, Senin (16/12/2019) membenarkan bahwa ada 7 bangunan baru, diantanaya 6 bangunan Puskesmas dan 1 Labor Kesehatan Daerah (Labkesda) yang telah dibangun dan terwujud pada tahun 2019.

Dia beranggapan hal tersebut adalah perjuangan yang sangat luar biasa dan sangat menguras tenaga.

Adapun 7 bangunan itu adalah :

  1. Puskesmas Sungai Raya (Baru)
  2. Puskesmas Keritang Hulu (Baru)
  3. Puskesmas Kota Baru (Pembangunan Lanjutan)
  4. Puskesmas Kuala Enok (Pembangunan Lanjutan)
  5. Puskesmas Pulau Burung (Pembangunan Lanjutan)
  6. Puskesmas Pulau Kijang (Pembangunan Lanjutan)
  7. Labor Kesehatan Daerah (Baru)

Kabid SDK Dinas Kesehatan itu menjelaskan 7 pembangunan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi dan DAK Reguler. Terkait jumlah anggaran dia memapaparkan, Puskesmas Sungai Raya 4M, Puskesmas Keritang Hulu 1.6M, Puskesmas Kota baru 2.4M, Puskesmas Kualan Enok 3M,  Puskesmas Pulau Burung 5.2M, Puskesmas Pulau Kijang 900jt dan Labkesda 1.8M.

”Seluruh pembangunan fisik Dinas Kesehatan terutama yang besar bersumber dari APBN tidak ada dana APBD,” tutur Edi saat ditemui diruangannya.

Ia berharap pembangunan Puskesmas yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil.

“Kita akan terus berupaya bagaimana derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil ini terus meningkat,” tegas Edi.

Selain menambah jumlah Puskesmas, Dinkes Kabupaten Inhil juga tengah berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Indikasinya, yakni mendongkrak Puskesmas yang masih terakreditasi kategori puskesmas dasar.

“Kita upayakan di tahun 2020 Puskesmas berlevel madya dan utama dan lebih baik lagi paripurna,” ujarnya.(ded)