Skip to main content

PKM KOTABARU BENTUK KADER PHBS DAN DESA SIAGA LINTAS UTARA

IMG-20170227-WA0005Dengan dukungan Lintas Sektor harapan setiap keluarga untuk menjadikan Keluarga sehat akan mudah tercapai. Tepatnya di Desa Lintas Utara, 25/02/ Kembali Puskesmas Kotabaru berusaha merangkul masyarakat demi tercapainya tujuan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Program Desa Siaga Aktif yang mandiri. Team dari Promosi Kesehatan yang ada di Puskesmas Kotabaru terus dengan gencarnya mensupply pengetahuan dan membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan mengenal bagaimana kesehatan itu bias didapat dengan mudah.

”Kami melaksanakan pembentukan kader PHBS dan desa siaga di Desa lintas utara Kecamatan Keritang ini,  ramainya Masayarakat dan keder  yang datang  saya rasa suatu bentuk keseriusan masyarakat dalam sanitasi ini. Antusiasme Masyarakat bias kita lihat dari jumlah peserta yang hadir berkisar 30 orang. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Sekretaris Camat Bapak. Hadi Rahman, S.Sos, M.Si  beserta ibu yang juga terlihat hadir mendampingi terang Nova dari tim Penyuluhan Puskesmas”.

IMG-20170227-WA0004Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Lintas Utara, Kepala Desa berharap Dengan bekerjasama bersama masyarakat dan aparatur Desa, tidak menutup kemungkinan wujud Desa Siaga Aktif bias tercapai dengan terus  berupaya meningkatkan indicator outcome demi  mewujudkan Desa Siaga dimana penduduk sudah tidak sakit lagi, semua keluarga sudah menerapkan PHBS, dan jangan sampai ada balita yang menderita gizi buruk, juga Sarana air bersih dan jamban sehat yang masih kurang/ minim dapat teratasi dengan  menerapkan 10 indikator rumah tangga.

Kita akan membentuk arisan, saya lihat masyarakat sangat antusias setelah mendapatkan penjelasan dari pemegang program Promosi Kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat di dalam rumah tangga dan desa siaga tambah Sekcam Keritang.”

Sumber: Tenaga Promkes Nova Yanti, SKM

INHIL REKRUT 21 DOKTER UMUM DAN 11 DOKTER GIGI TAHUN INI

img_2116Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga kurun waktu beberapa tahun terakhir Inhil ‘Zero’ pertumbuhan tenaga medis.

Pasalnya, Zainal mengatakan upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan keterbatasan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.

“Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin.

Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas Pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.

“Dengan keterbatasan ini pula, hanya beberapa Puskesmas di Inhil memiliki dokter baik dari tenaga kesehatan umum dan dokter gigi. Dalam hal ini tentunya Inhil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan Pegawai Negeri,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2017 ini, Dinkes telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Selain dokter umum dan dokter gigi, kita di Inhil juga minim tenaga medis seperti bidan, farmasi dan lain sebagainya,”paparnya.

Meski demikian, Diskes tetap berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan hingga ke seluruh pelosok desa melalui pustu yang ada.

“Yang jelas target kita juga setiap desa memiliki pustu dan kita harapkan petugas Kesehatan selalu berada di tempat bertugas. Setidaknya dengan adanya pustu di tempat dapat memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat yang darurat,” ujarnya.

PUSKESMAS KOTABARU BERIKAN PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK DI SMPN 01 KERITANG

IMG-20170216-WA0008Keritang, 14 Februari 2017. Bahaya merokok di kalangan pelajar perlu diwaspadai, Merokok sudah menjadi kebiasaan di segala usia dan mungkin bagi mereka yang sudah kecanduan merokok adalah suatu kebutuhan yang harus di penuhi. Tak terkecuali di usia sekolah banyak anak yang menghisap rokok dengan santai dan harus menghabiskan uang saku hanya untuk membeli sebatang rokok. Petugas Penyuluhan dan Promosi Kesehatan Puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang ibu Nova Yanti, SKM dan ditemani Royani Sartika, Str. Keb. Memberikan penyuluhan tentang bahaya merokok bagi manusia dan terutama sekali bahaya merokok pada usia remaja.

Didalam pemaparannya petugas penyuluhan kesehatan Puskesmas Kotabaru memaparkan segala hubungan kesehatan tentang bahaya merokok, maka paling tidak ada beberapa penyakit yang mulai menghinggapi. Merokok, dapat menabung berbagai macam penyakit berbahaya, seperti Kanker, Hepatitis, Diabetes, Gangguan pernapasan, Gangguan pada kesehatan Rahim, Penyakit Ginjal, Penyakit paru-paru, Serangan jantung, Stroke Dan berbagai macam gangguan kesehatan lainnya, yang tentunya akan merugikan dan juga membahayakan diri sendiri.

IMG-20170216-WA0010Melihat betapa pentingnya memberikan penyuluhan terhadap bahaya merokok bagi remaja Nova Yanti mengungkapkan bahwa Puskesmas merasa bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan kepada mereka.

Masih banyak diantara anak-anak kita dikalangan remaja yang mudah terpengaruh dan tidak mengerti akan bahaya merokok dan zat-zat lainnya terlebih lagi narkoba dan sebagainya. Karena faktanya mengkonsumsi atau merokok sama sekali tidak ada kepentingannya dengan kebutuhan hidup dan jelas mengganggu kesehatan, faktor utama remaja yang merokok adalah disebabkan faktor coba-coba dan mudah terpengaruh oleh pergaulan, oleh sebab itu mendapatkan penyuluhan sangat diperlukan oleh mereka semua tidak terkecuali pelajar pria maupun wanita. Terang Nova”

Setelah diberlakukannya peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Puskesmas Kotabaru dan telah diberikan penyuluhan-penyuluhan ke setiap sekolah yang berada di Kecamatan Keritang, diharapkan memberi perubahan dan berdampak positif terhadap jumlah perokok khususnya di usia remaja.

Sumber: Tenaga Promkes Kotabaru: Nova