Pembinaan, Pemeriksaan Kesehatan Tahap II dan Pemeriksaan Kebugaran Jasmani Jama’ah Calon Haji, Upt. Puskesmas Kotabaru Tahun 2019

Puskesmas Kotabaru melakukan pembinaan,pemeriksaan kesehatan tahap II dan pemeriksaan kebugaran jasmani jama’ah calon haji di Puskesmas Kotabaru, sabtu, (21/12/2019).

 

Kegiatan ini dilakukan setiap tahun, meliputi pemeriksaan kesehatan serta senam haji sebelum melakukan tes kebugaran (tes rockport), yang diikuti oleh 66 orang jama’ah haji dari 70 jama’ah haji yang terdaftar.

Kepala Puskesmas Kotabaru Bapak Yuheldi,S.Hum mengatakan ” kegiatan ini sangat bagus untuk mengetahui kebugaran calon jama’ah haji sehingga jama’ah haji dapat menjaga kebugaran sampai keberangkatan dan dalam melaksanakan ibadah haji di tanah suci’’,tutupnya di akhir kegiatan.

Pasien Puskesmas Kotabaru Dapat Layanan Lebih Nyaman Saat di Rawat

Selasa (10/12/2019), Puskesmas Kotabaru Kecamatan Keritang masuk pada masa finishing pembangunan.

Pembangunan gedung baru tersebut difungsikan sebagai ruangan rawat jalan yang berada dijalan A. Yani Kotabaru.

Pembangunan yang sangat luar biasa pada tahun ini mempunyai cerita liku yang sangat panjang, seperti yang dijelaskan Kepala Puskesmas Kotabaru Yuheldi, S.Hum, Selasa (24/12/2019), awal Puskesmas Kotabaru lama dibangun tahun 1979 berada lama Jalan Pemuda.

Tahun 1992 dibangun ruang rawat inap Jalan A. Yani hingga sekarang (2019), kemudian pada tahun 1994 Puskesmas Kotabaru mendapatkan bangun rawat jalan yang kemarin dibongkar Agustus 2017 dan hasilnya sempat mangkrak realisasinya hanya 18 persen.

Terciptanya bangunan megah ini pada tahun 2019.

Dia menjelaskan, luas tanah lebih kurang 50×52 meter.

“Alhamdulillah selain bagunan yang sudah megah ini, Puskesmas Kotabaru juga sudah memiliki Ipal,” terangnya.

Hanya saja dibalik kesempurnaan bangunan itu tantangan yang dihadapi hanya pada tangga naik terlampau curam, penimbunan halaman dan akses jalan masuk.

“Tetapi sudah berangsur kami benahi,” paparnya.

Tambahnya, dan juga yang kurang adalah ruang terpadu rencana (Promkes, Kesling dan Jiwa).

“Kehadiran bangunan ini sangat mengembirakan, dulu tempat pelayanan sempit karena begabung dengan ruang rawat inap, sekarang sudah lega, nyaman bagi pasien dan tenaga pemberi pelayanan,” ulasnya.

Lanjut, semoga Puskesmas Kotabaru dapat memberikan Pelayanan yang berkualitas baik dan mengurangi keluhan dari pengguna pelayanan.

“Semoga tahun akan datang, juga terealisasi bangunan baru rawat inap, pengganti ruang rawat inap yang dipakai sejak tahun 1992,” harapnya.

PENYULUHAN K3, UPT. PUSKESMAS KOTABARU DI DESA SEBERIDA KECAMATAN KERITANG

Untuk meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) para Buruh, Puskesmas Kotabaru melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Tentang K3 di Pos UKK (Upaya Kesehatan Kerja) di Desa Seberida, Kecamatan Keritang, senin, (22/07/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh pemegang program UKK Bapak H.M.Razak, Amk, Ibu Hj. Erniwaty, Ibu Arbaina,A.Md dan Jusmawati,SKM, Tenaga Promkes Meta Ariyani,SKM serta para Buruh.

Dalam kegiatan ini Bapak H.M.Razak menyampaikan kepada para buruh untuk melindungi dan memelihara kesehatan dan keselamatan tenaga kerja/buruh, ada beberapa aspek yang harus kita perhatikan seperti :

  1. Lingkungan kerja ( Kondisi lingkungan kerja harus memadai seperti suhu, ventilasi, penerangan dan situasi untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan atau penyakit)
  2. Alat kerja dan bahan ( Alat-alat kerja dan bahan merupakan penentu dalam proses produksi, tentunya kelengkapan dan kondisi alat kerja dan bahan harus diperhatikan.
  3. Metode Kerja ( Merupakan standar cara kerja yang harus dilakukan oleh pekerja agar tujuan pekerjaan tercapai secara efektif dan efisien, serta keselamatan dan kesehatan kerja terjaga dengan baik misalnya pengetahuan tentang cara mengoperasikan mesin dan juga alat pelindung diri yang sesuai standar. Dan juga kita bisa menyediakan P3K jika ada kecelakaan-kecelakaan kecil seperti luka ringan agar bisa langsung ditangani.

Kepala Buruh Bapak Bujang mengatakan ” Kegiatan penyuluhan K3 ini sangat bermanfaat bagi kami untuk lebih menjaga keselamatan dan kesehatan dalam bekerja ’’.

Semoga dengan adanya penyuluhan K3 ini masyarakat bisa menerapkan  cara bekerja yang sesuai prosedur untuk menjamin keselamatan dan kesehatannya pada saat bekerja.

 

 

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya

UPT. PUSKESMAS KOTABARU MELAKUKAN KEGIATAN SOSIALISASI MODEL SEKOLAH SEHAT DI SDN 024 HOMEBASE KOTABARU

Sekolah sehat adalah sekolah yang berhasil membantu siswa untuk berprestasi secara maksimal dengan mengedepankan aspek kesehatan, untuk mewujudkan hal tersebut UPT.Puskesmas Kotabaru melakukan kegiatan Sosialisasi Model Sekolah Sehat di SDN 024 Homebase, Kotabaru, Kecamatan Keritang, rabu (26/06/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Guru, Tenaga Kesehatan, Tenaga Promkes dan Siswa siswi. Dalam sosialisasi ini Drg. Leny Wahyuni mengatakan untuk menjadikan sekolah sehat ada beberapa standar yang harus dipenuhi.

Adapun standar Sekolah Sehat adalah :

  1. Memiliki lingkungan sekolah bersih, indah, tertib, rindang dan memiliki penghijauan yang memadai.
  2. Memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah yang memadai dan representative.
  3. Memiliki air bersih yang memadai dan memenuhi syarat kesehatan.
  4. Memiliki kantin dan petugas kantin yang bersih dan rapi, serta menyediakan menu bergizi seimbang.
  5. Memiliki ruang kelas yang memenuhi syarat kesehatan ( ventilasi / AC dan pencahayaan yang cukup).
  6. Memiliki ruang dan peralatan UKS yang ideal.
  7. Memiliki kurikulum pembelajaran yang baik bagi tumbuh kembang siswa.
  8. Memiliki pola hidup bersih, higienis dan sehat.

Menurut Guru Pembina UKS Ibu Erna Widianti, S.Pd.i ” Sosialisasi ini sangat bagus dilaksanakan dan kami sangat mendukung karna salah satu tambahan untuk mempersiapkan akreditasi sekolah’’.

Semoga dengan adanya sosialisasi ini siswa dan siswi bisa menerapkan pola hidup sehat dan tentunya bisa mewujudkan model sekolah sehat.