Skip to main content

300 SISWA/I SMAN DHARMA PENDIDIKAN KEMPAS JAYA IKUT PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN NAPZA

IMG-20170715-WA0034Kempas Jaya – Setidaknya 300 siswa/i SMAN Dharma Pendidikan Kempas Jaya mengikuti penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Napza yang diberikan oleh Tenaga Penyuluh UPT Puskesmas Kempas Jaya tanggal 11 juli 2017 yang diadakan di aula Sekolah tersebut.

 Masa – masa usia SMP dan SMA merupakan masa – masa yang paling rentan terhadap pengaruh pergaulan bebas. Tak pelak usia – usia seperti itu remaja selalu diliputi oleh rasa penasaran dan ingin mencoba hal – hal yang baru. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, rasa penasarannya tak sedikit mengarah ke hal – hal negatif dan tidak baik seperti miras, narkoba, dan seks bebas. untuk mencegah hal ini terjadi pada siswa/i, tim kesehatan PKPR Puskesmas Kempas Jaya pun mengambil tindakan untuk memberikan penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja dan Napza di sekolah – sekolah.

 Masalah kesehatan reproduksi remaja dewasa ini perlu mendapatkan perhatian yang sungguh – sungguh, mengingat saat ini sudah terjadi pergeseran norma dalam masyarakat khususnya remaja, dimana pergaulan menjadi lebih luas dan bebas, ditunjang dengan sarana media sosial yang semakin maju sehingga para remaja lebih banyak mendapatkan pengetahuan bukan dari pihak yang seharusnya. Melihat kondisi tersebut perlu diadakannya penyuluhan kepada kalangan generasi penerus bangsa ujar Kepala Sekolah “Edy Haryanto”.

 Hendra Wahyudi, AMK dan Sri Rujiti, AMK dalam penjelasannya memaparkan tentang pengenalan masalAh sistem reproduksi, proses dan fungsi alat reproduksi. informasi tentang penyakit menular seksual dan HIV / AIDS dan dampaknya terhadap kespro, informasi tentang bahaya narkoba dan miras pada kespro, informasi terhadap pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual, informasi tentang kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya, mengembangkan kemapuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal – hal negatif yang terkait dengan kespro, dan informasi tentang hak – hak reproduksi.

 “Diharapkan memalui penyuluhan kespro dari ini dapat memotivasi siswa/i untuk mengisi masa – masa remaja dengan kegiatan positif dan terus belajar dan mengukir prestasi sebaik mungkin. Saya paham anak SMA ini punya rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga semua hal ingin dicobanya. Jika sudah tahu seks bebas dan narkoba itu merugikan diri sendiri, maka jangan sekalipun mencobanya. jika tetap dilakukan maka pasti akan menanggung penyesalan seumur hidup”, pesannya (Octaverina, SKM / promkes).

MESKI USIANYA TAK MUDA LAGI, POSYANDU LANSIA ANGGREK BLOK A KEMPAS JAYA SEMANGATNYA MASIH BERAPI- API MENGIKUTI SENAM KEBUGARAN.

IMG-20170715-WA0035Kempas Jaya – Usia senja tak berarti harus tidur – tiduran atau malas – malasan dirumah tanpa kegiatan bermanfaat. Sebab, kesehatan dan kebugaran tubuh tetap harus dijaga. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan senam. Karna senam bisa membuat sehat jasmani dan rohani. Dengan demikian, lansia bisa tetap semangat dan energik. Meski usianya sudah tak muda lagi, namun semangat para lansia ini masih berapi – api. Mereka terlihat antusias mengikuti gerakan senam arahan instruktur. Sembari sesekali tersenyum dan saling melontarkan candaan, para lansia senam tetap aktif menggerak – gerakan seluruh bagian tubuhnya.

 Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Juli 2017 dimulai dari pukul 08.30 WITA di Posyandu Anggrek Blok A Kempas Jaya. Kegiatan diawali dengan senam lansia yang dipimpin oleh tenaga promkes (Octaverina, SKM) dan pemegang program kebugaran (Setyo Budi Harno) dan  Yanti Harianti, AMK dan Nurul Puji Astina, Amd Keb. SKM. Senam sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya lansia. Kita menyadari bahwa populasi penduduk lanjut usia semakin meningkat belakangan ini, yang memberi makna kian meningkatnya kesehatan masyarakat. Pembinaan kesehatan lansia merupakan salah satu kegiatan yang harus terus digalakkkan untuk mewujudkan lansia sejahtera, bahagia dan berdaya guna bagi kehidupan keluarga dan masyarakat sekitarnya. Hal ini merupakan salah satu upaya menghadapi peningkatan status dan derajat kesehatan rakyat Indonesia yang memberikan dampak pada meningkatnya usia harapan hidup bangsa.

 Undang – undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 menyebutkan bahwa upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat termasuk lanjut usia dilaksanakan berdasarkan prinsip non diskriminatif, parsipatif dan berkelanjutan. Setiap upaya untuk meningkatkan derajat ksehatan masyarakat merupakan investasi bagi pembangunan Negara. Prinsip non dislriminatif mengandung makna bahwa semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk lanjut usia (lansia).

 Kegiatan selanjutnya diadakan pengobatan lansia seperti cek tensi, asam urat, gula darah, dan pemeriksaan denyut jantung. Dari kegiatan ini pihak UPT Puskesmas Kempas Jaya berharap masyarakat dapat menjaga pola hidup sehat agar terjauh dari berbagai macam penyakit. Setiap kali Tim Medis menggelar kegiatan ini mendapat respon dan tanggapan warga sangat positif. Selain diperiksa kesehatannya. “Kami berharap kegiatan pengobatan gratis ini bisa dilakukan secara rutin” ujar Hj. Hamidah. AMK staf puskesmas.

DINKES LAKUKAN PERSIAPAN MAKSIMAL JELANG PUNCAK AKBAR GERMAS HIDUP SEHAT DENGAN BUAH DAN SAYUR

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13Dinas Kesehatan, 29/04/17. Sejumlah sarana kesehatan dipersiapkan menjelang perayaan gerakan masyarakat (GERMAS) yang akan dilaksanakan pagi besok, Minggu 30/04 di lapangan upacara Gajah Mada. puluhan tenda dan standing benner juga tampak memenuhi salah satu tenda menjelang ditempatkan pada posisi yang akan disesuaikan nantinya, gelaran gerakan masyarakat ini nantinya akan dihadiri oleh Bapak Gubernur Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir dan sejumlah pejabat dari tingkat provinsi Riau dan Kabupaten Inhil .

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhil H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes Melalui Kepala Seksi Promosi Kesehatan Ibu. Hj. Samsinar, Amd. Keb, senantiasa memberikan pemantauan persiapan dan bersama Tim Promosi kesehatan yang tersebar di 27 Puskesmas se- Kabupaten Indragiri Hilir mempersiapkan tenda-tenda yang nantinya akan dipergunakan sebagai Stan Pelayanan kesehatan dan berbagai aneka rupa buah-buahan yang hias untuk kemeriahan acara Gerakan masyarakat makan buah dan sayur.

WhatsApp Image 2017-04-29 at 11.49.13(1)Diharapkan dengan Puncak Akbar GERMAS makan buah dan sayur ini masyarakat dapat berpartisipasi dalam perayaan sehingga efeknya akan berimbas ke masyarakat umum khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Puskesmas yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Inhil juga dengan Program GERMAS ini dapat membentuk pola perilaku hidup yang sehat di wilayah kerjanya baik itu sehat lingkungan, makanan, asupan nutrisi dan protein kepada masyarakat.

DINKES PROVINSI RIAU GELAR SUPERVISI FASILITATIF PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PERTAMA DI INHIL TAHUN 2017

DSCF3019_1Supervisi merupakan suatu proses pengarahan, bantuan dan pelatihan yang mendorong peningkatan kinerja dalam pelayanan bermutu, yang dilakukan dalam sebuah siklus yang berkesinambungan serta implementasinya menggunakan daftar tilik sebagai penilaian terhadap ukuran standar pelayanan program yang bersifat terarah, sistematis, efektif, fasilitatif dan berbasis data. Supervisi adalah manajemen Mutu dengan pendekatan proses. Untuk itulah Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (selasa/14/03/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes dalam arahannya sangat berterima kasih karena Kabupaten Indragiri Hilir telah menjadi tujuan pertama Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan.

Lebih lanjut H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes mengatakan promosi kesehatan sangat penting untuk dilakukan bukan hanya oleh petugas kesehatan akan tetapi peran lintas sektor juga sangat diharapkan agar perilaku hidup sehat bisa dijadikan gaya hidup oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Gerakan Promosi Kesehatan ini memang sangat penting karena itu Dinas Kesehatan mengundang lintas sektor, agar bisa bertukar pikiran, bagaimana cara kita mengemas promosi kesehatan untuk menggerakkan masyarakat agar hidup sehat.” ujar H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan berencana pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Indragiri Hilir, dan kita juga akan merancang bagaimana orang menggemari hidup sehat itu adalah sebagai gaya hidup sehari-hari jadi kenapa gerakan masyarakat (Germas) ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan karena banyak perubahan paradigma yang sudah terjadi luar biasa perubahan-perubahan. Pertama adalah perubahan dari lingkungan, lingkungan ini termasuk lingkungan hidup kita, gaya hidup, aktifitas fisik yang berkurang, dan pola makan. Gerakan hidup sehat itu harus dimulai dari keluarga jadi kalau setiap keluarga sudah menerapkan hidup sehat maka kami yakin ini bisa terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami berharap semua bisa memberikan kontribusi pada pertemuan ini sehingga kita paling tidak setiap tahun bergerak kearah yang lebih baik untuk dibidang kesehatan,” harap kadiskes.

Adapun peserta yang mengikuti supervisi fasilitatif program promosi kesehatan adalah Puskesmas Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Gajah Mada, Sungai Salak, Kempas Jaya, Kuala Enok, Enok, Sapat dan Tanah Merah serta Lintas sektor terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag), Tokoh Masyarakat, PKK, Bappeda, Kesra, BPMPD dan BKKBN.

Galeri foto kegiatan selengkapnya dapat dilihat disini.

INHIL REKRUT 21 DOKTER UMUM DAN 11 DOKTER GIGI TAHUN INI

img_2116Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga kurun waktu beberapa tahun terakhir Inhil ‘Zero’ pertumbuhan tenaga medis.

Pasalnya, Zainal mengatakan upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan keterbatasan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.

“Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin.

Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas Pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.

“Dengan keterbatasan ini pula, hanya beberapa Puskesmas di Inhil memiliki dokter baik dari tenaga kesehatan umum dan dokter gigi. Dalam hal ini tentunya Inhil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan Pegawai Negeri,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2017 ini, Dinkes telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Selain dokter umum dan dokter gigi, kita di Inhil juga minim tenaga medis seperti bidan, farmasi dan lain sebagainya,”paparnya.

Meski demikian, Diskes tetap berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan hingga ke seluruh pelosok desa melalui pustu yang ada.

“Yang jelas target kita juga setiap desa memiliki pustu dan kita harapkan petugas Kesehatan selalu berada di tempat bertugas. Setidaknya dengan adanya pustu di tempat dapat memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat yang darurat,” ujarnya.