Skip to main content

EDUKASI PENTINGNYA PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT OLEH UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA

penyuluhan gigi kempas jaya09 Agustus 2017, Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ini bertujuan menanamkan sejak dini pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Resiko kerusakan gigi pada anak – anak  umumnya lebih tinggi karena anak – anak sering kali mengkomsumsi makanan dan minuman yang manis sehingga memicu kerusakan gigi yang lebih cepat, yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Selain itu masih kurangnya kesadaran anak – anak untuk menyikat gigi dengan baik dan benar secara teratur juga mempercepat kerusakan yang terjadi pada gigi.

Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ini rutin diadakan oleh UPT Puskesmas Kempas Jaya dengan bantuan tenaga kesehatan Pustu dan Polindes yang ada di desa Kempas Jaya, Desa Sungai Ara, Desa Sungai Gantang, Desa Rumbai Jaya, Desa Karya Tani, Desa Danau Pulai Indah, Desa Pekan Tua, Desa Bayas Jaya, Desa Kerta Jaya, Desa Sungai Rabit, Desa Kulim Jaya, dan Desa Harapan Tani. Dari ke 12 Desa yang ada di area UPT Puskesmas Kempas Jaya ini semua kegiatan yang berkaitan tentang penyuluhan kesehatan dan gigi berjalan lancar dan efektif. Sasarannya adalah Paud, TK, dan Sekolah Dasar.

Keceriaan tergambar di wajah – wajah polos murid – murid Paud, TK, dan Sekolah Dasar saat mengikuti Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut yang disampaikan oleh Tenaga Kesehatan baik itu dari UPT Puskesmas Induk dan Puskesmas Pembantu yang ada di Kempas Jaya. Gigi merupakan bagian terpenting dalam mulut yang berfungsi untuk makan dan berbicara. Anak usia sekolah merupakan usia dimana mereka lebih cenderung untuk memilih makanan yang manis seperti cokelat dan permen. Hal ini menjadi faktor utama meningkatnya anak usia sekolah tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Gigi sehat yaitu gigi yang bersih tidak ada plak apalagi karang gigi, tidak ada keluhan sakit atau ngilu, dan tidak ada ciri – ciri ada karang gigi. Kesehatan gigi anak Indonesia adalah langkah awal untuk memperbaiki status gizi masyarakat Indonesia, meningkatkan kesehatan, serta membangun fasilitas kesehatan yang sesuai dengan standar. Akhirnya kesehatan gigi dan anak dapat mempengaruhi tentang psikologis dan tumbuh kembang anak.

Ucapan dari Kepala UPT Puskesmas Kempas Jaya Bapak Suharmin, SKM. MM dan Bapak drg. Iwid Prihartono sebagai Dokter gigi di UPT Puskesmas Kempas Jaya berharap semoga kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ini tetap berjalan rutin dan efektif serta mengucapkan terima kasih  buat seluruh tim Puskesmas Pembantu yang ada di Desa terlebih buat Kapustu Bapak Muhammad Ridwan dalam mensukseskan kegiatan ini.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut, dan mempunyai peran penting dalam cara hidup anak untuk merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut” kata tenaga promkes, Ririn Octaverina, SKM.

narasumber : Ririn Octaverina, SKM

MUSIM DEBU, MASYARAKAT DIBERI MASKER GRATIS OLEH TIM KESEHATAN UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA

WhatsApp Image 2017-08-14 at 15.23.09Dengan telah mulai dilaksanakannya Pembangunan Jalan Lintas Samudra dari Arah Simpang Granit, Kabupaten Inhu menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok, Kabupaten Inhil yang bersamaan dengan datangnya musim kemarau menyebabkan tercemarnya udara oleh debu yang dapat membahayakan ksehatan masyarakat. Untuk itu berdasarkan intruksi dari Camat Kempas Drs Lukman Hakim MH, UPT Puskesmas Kempas Jaya bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Harapan Tani, KA Pustu Harapan Tani, Bhabinkamtibmas serta mahasiswa KKN dari UIN Suska Pekanbaru dan UNISI Tembilahan melakukan aksi pembagian 500 masker gratis kepada masyarakat.

Kegiatan pembagian masker yang dilakukan di Simpang 4 Pasar Kilometer 8 Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas ini sendiri dilaksanakan selama tiga hari yaitu dari Senin (7/8) hingga hari Rabu (9/8) dan dihadiri Kepala UPT Puskesmas Kempas Jaya Suharmin, SKM. MM diwakili Setyo Budi Harno dan Ririn Octaverina, SKM, Bhabinkatibmas Harapan Tani Aipda Henrik Gultom serta Kepala Pustu Harapan Tani M Ridwan.

Saat dikonfirmasi Posmetro Indragiri, Kepala Pustu Harapan tani M Ridwan mengadakan bahwa kegiatan pemabagian masker gratis ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak debu terhadap masyarakat.

“Sebab sebagaimana kita ketahui debu ini dapat mengakibatkan berbagai penyakit terutama penyakit ISPA.” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan pembagian masker secara gratis ini , M. Ridwan berharap dapat merangsang kesadaran masayarakat untuk selalu menggunakan masker terutama saat bepergian.

“Semoga dengan dilakukannya kegiatan ini masyarakat akan semakin sadar betapa pentingnya memakai masker pada saat kondisi seperti ini.” tutup M Ridwan.

Sumber: Ririn Octaverina, SKM, Tenaga Promosi Kesehatan UPT PKM Kempas Jaya

SEMANGAT BERBAGI UNTUK ANAK YATIM DAN DHUAFA, 174 ANAK MENGIKUTI SUNATAN MASSAL DI UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA

WhatsApp Image 2017-07-27 at 10.36.46Kempas jaya, Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dipuskesmas dan juga dapat meringankan beban masyarakan kurang mampu dan anak yatim piatau. Peserta kegiatan ini diprioritaskan bagi anak – anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu akan tetapi tidak menutup jalan bagi masyarakat lain yang tidak termasuk kategori tersebut untuk mendaftar menjadi peserta kegiatan sunat massal di UPT Puskesmas Kempas Jaya tahun 2017 dengan kuota Dinas Sosial 50 anak, Dinas Kesehatan 100 anak. Hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut terlaksana 174 anak ujar pak “(Subari, Staff Puskesmas).

Tempat pelaksanaan di AULA UPT Puskesmas Kempas Jaya kecamatan Kempas, (24 juli 2017) yang dibuka langsung oleh Bapak Kepala Upt Puskesmas Kempas Jaya (Suharmin, SKM. MM) yang di hadiri oleh Bapak Bupati Indragiri Hilir (H. M. Wardan), Bapak Kadis Kesehatan (H. Zainal Arifin, SKM. MKM), Kepala Dinas Kesehatan diwakili oleh (Dr. Saud Pakpahan), Kadinsos, Kabag Kesra, Camat Kempas, Kapolsek Kempas, penanggung jawab pelaksana (dr. H. Nursamsir), KTU UPT puskesmas (Supriyono. Amf), Lurah, Ibu – ibu sebagai tim penggerak PKK kabupaten & kecamatan, Bhabinkabtimas kelurahan kempas jaya, tokoh masyarakat, paramedis/petugas UPT Puskesmas kempas jaya serta peserta sunat dan diikut sertakan mahasiswa/i KKN UNRI dan UIN SUSKA RIAU serta anak – anak pramuka untuk membantu kegiatan tersebut.

WhatsApp Image 2017-07-27 at 10.24.01Sangat disadari bahwa untuk mewujudkan kegiatan ini tidak dapat dilakukan tanpa bantuan pihak lain. Perlu ada nya dukungan lintas sektor agar rencana kegiatan ini dapat berjalan lancar dan Alhamdulillah kegiatan ini pun mendapat antusias warga kempas jaya dan respon positif. Sebagain anak ada yang takut dan menangis sebelum melakukan sunat, akan tetapi dengam bujukan orang tua dan paramedis anak tersebut mau mejalani sunatan itu. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan layanan suntan massal secara gratis, selain itu anak – anak sunatan massal mendapatkan bingkisan seperti sarung dan obat – obatan.

Harapan akhir dari kegiatan tersebut adalah betapa bahagianya kita dapat berbagi dengan sesama, silahturahmi dapat terjalin, dan dari kepedulian yang kuat ini senantiasa Allah Yang Maha Kuasa memberikan balasan yang berlipat ganda dan menjadi tambahan amal kita nanti. Semoga kegiatan ini kedepannya tetap terealisasikan dan tetap berlanjut, ujar Kepala UPT Puskesmas (Suharmin, SKM. MKM).

Narasumber: Promkes@ (Octaverina, SKM)

INHIL PERINGKAT PERTAMA PELAKSANA IVA TES TINGKAT PROVINSI RIAU

IMG-20170719-WA019Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) keluar sebagai juara I pelaksanaan Inspeksi Visual Asam (IVA) Tes tingkat Provinsi Riau, kemenangan diraih Negeri Seribu Parit ini berkat Kecamatan Tembilahan yang telah melakukan IVA Tes kepada 15.153 sasaran.
Penghargaan diserahkan langsung oleh, Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim kepada Wakil Ketua IV TP PKK Inhil, Raihana Razak, Selasa (18/7/2017) malam.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Ketua TP PKK Inhil, Zulaikhah Wardan mengucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatian yang besar sehingga PKK Inhil dapat melaksanakan program dengan baik dan lancar.
”Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan bekerjasama, khususnya dalam kegiatan IVA Tes ini, saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga Kepada Kadisek, Kepala Pukesmas se-Inhil beserta jajaran, Camat dan Ketua PKK se-Inhil atas kerja keras dan kesungguhannya dalam melaksanakan program IVA Tes sehingga kita berhsil mendapat juara I tingkat Provinsi Riau,” ujar istri dari Bupati Inhil, HM Wardan itu. 
Selanjutnya, dalam waktu dekat, dikatakan wanita yang akrab disapa Ikha ini, Tim Nasional akan turun ke Inhil untuk melaksanakan penilaian tingkat Nasional mewakili Riau, mohon dukungan dan kerjasama kita semua terutama OPD terkait, semoga kita berhasil sukses untuk tingkat Nasional mewakili Riau,” tukas Zulaikhah Wardan.
Untuk diketahui, Inhil meraih peringkat pertama untuk IVA tes dikarenakan telah melakukan pemeriksaan kepada 15.153 orang, diman untuk Kecamatan Tembilahan saja, sudah dilakukan IVA tes kepada 1.456 orang.
IVA tes sendiri merupakan  pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5 persen. Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.
Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatife dari pap smear karena biasanya lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi.

UPT PUSKESMAS MENGADAKAN KEGIATAN MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD) DI DESA KERTA JAYA

IMG-20170715-WA0036Telah dilaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Balai Desa Kerta Jaya tanggal 15 juli 2017 pukul 10.00 wib. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Puskesmas Bapak Suharmin, SKM. MM. Beliau mengharapkan agar kegiatan MMD tidak hanya sekedar rencana tetapi perlu dilakukan action/ tindakan agar tujuan dapat dicapai. Peserta yang hadir mewakili Kepala Desa Kerta Jaya Bapak Rudi Hartono sebagai Kasi Pemerintah, Ibu Siti Zaleko (Bikor Puskesmas), Sri Rujiati, AMK (Koordinator Promkes), Hendra Wahyudi, AMK, Ari Rahmawati, Amd. Keb dan Octaverina, SKM (Tenaga Promkes), bidan desa kerta jaya dan ibu – ibu kader dan  kepala dusun lainnya. Lebih kurang masyarakat yang hadir dalam acara ini 55 orang.

  Musyawarah Masyarakat Desa sebagai tindak lanjut dari Survey Mawas Diri (SMD), selanjutnya dilakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yaitu pertemuan perwakilan warga desa untuk membahahas hasil Survey Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulanganan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD. MMD tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan yang sedang terjadi, penyebab permasalahan dan potensi permasalahan yang ada di desa, serta cara penyelesaiannya. Ada 5 faktor yang menjadi permasalahan di desa kerta jaya ini yaitu Persalinan yang ditolong oleh dukun bayi (P4K sama bidan tapi saat melahirkan sama dukun), masalah posyandu (ibu hamil dan posyandu anak – anak), kesehatan jamban tersedia tapi tidak memadai, kurang tersedianya penggunaan air bersih, dan pembangunan sampah belum tersedia (membuang sampah sembarangan).

 Dibeberapa daerah, keberadaan dukun bayi sebagai orang kepercayaan dalam menolong persalinan, sosok yang dihormati dan berpengalaman, sangat dibutuhkan oleh masayarakat keberadaannya. Berbeda dengan keberadaan bidan yang rata – rata masih muda dan belum seluruhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Sehingga perlu dicari suatu kegiatan yang dapat membuat kerjasama yang saling menguntungkan antara bidan dengan dukun bayi, dengan harapan pertolongan persalinan akan berpindah dari dukun bayi ke bidan. Dengan demikian, kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diturunkan dengan mengurangi resiko yang mungkin terjadi bila persalinan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan menggunakan pola kemitraan bidan dengan dukun.

 Dari 5 faktor masalah ini terdapatlah 2 faktor yang lebih memicu masyarakat untuk menanggulangani permasalahan ini yaitu pertama tentang Persalinan yang ditolong oleh dukun bayi. Masyarakat sepakat untuk membuat perjanjian, jikalau perjanjian ini dilanggar maka akan dikenakan sanksi administrasi seperti tidak dibuatan surat keterangan lahir dari pemerintah desa. Guna untuk efek jera bagi masyarakat yang melanggar perjanjian ini. Kedua masalah posyandu ibu hamil dan anak – anak. Pemerintah desa mendukung kegiatan posyandu ini dengan harapan tenaga kesehatan rutin melakukan kegiatan penyuluhan, senam kebugaran, dan bimbingan teknis dari bidan desa tersebut.

 Akhirnya musyawarah berlangsung baik dan hikmat, diakhiri do’a. Semua perangkat acara dan strukturnya berjalan dengan baik. Para kader dan kepala dusun menanggapi musyawarah ini dengan baik. Semoga segala rencana yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancar. Amin ujar “Octaverina, SKM” (Promkes).