Skip to main content

Puskesmas Gajah Mada Turut Berperan Aktif dalam Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah

Usaha kesehatan sekolah disingkat (UKS) adalah suatu usaha yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di kawasan lingkungan sekolah. UKS biasanya dilakukan di ruang kesehatan suatu sekolah. Dalam pengertian lain, UKS adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Untuk optimalisasi program UKS perlu ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek.

Dalam hal ini UPT. Puskesmas GAJAH MADA berperan serta melakukan Kegiatan  UKS dan In House Training ( IHT ) sekaligus Penyerahan secara simbolis buku rapor kesehatan model sekolah sehat SMAN 1 Tembilahan. pada (10/10/2019).

Kegiatan ini di hadiri oleh Drg. NOVI WAHYUNI dari puskesmas Gajah Mada, penanggung jawab UKS Yuslaini, AMKG , kepala sekolah SMAN 1 Tembilahan Drs.H Muhammad Nurlin serta di ikuti oleh Siswa dan siswi SMAN 1 TEMBILAHAN.

Peran Puskesmas dalam pelaksanaan UKS sangatlah menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan di sekolah. Berbagai kegiatan teknis dapat dilakukan oleh puskesmas dengan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Dengan UKS ini diharapkan mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu menolong orang lain.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memantau tumbuh kembang dan kesehatan peserta didik untuk dilakukan tindak lanjut jika diperlukan dan buku ini berdampingan dengan buku rapor kesehatanku seri informasi kesehatan yang berisi berbagai informasi berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.

 

Sumber : Promkes Puskesmas Gajah Mada

3 Puskesmas di Inhil Terakreditasi Utama

Tembilahan – Prestasi membanggakan ditorehkan 3 (Tiga) Puskesmas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.

3 Puskesmas yang meraih akreditasi utama tersebut adalah Puskesmas Tembilahan Kota, Puskesmas Tembilahan Hulu dan Puskesmas Gajah Mada.

Capaian yang membanggakan ini tidak terlepas dari keberhasilan menjalankan program inovatif.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes, Kamis, (19/9/2019) mengatakan, kerja keras untuk meningkatkan mutu layanan di Puskesmas adalah target kita (Dinas Kesehatan).

“Sehingga ketika masyarakat sakit, Puskesmas adalah pilihan pertama masyarakat,” ucap Kadinkes.

Pelayanan murah, berkualitas bahkan gratis, ujarnya, telah dipersembahkan 24 jam untuk melayani dengan hati.

“Perolehan Akreditasi Utama adalah bukti kita sudah lebih baik dibanding 3 tahun yang lalu,” paparnya.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Ngatiyem SKM, mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Kesehatan atas suportnya yang sangat luar biasa kepada Puskesmas Gajah Mada.

“Dan juga kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan akhirnya berbuah manis, Alhamdulillah ya Robb,” cakapnya mengucap syukur.

Sementara Kepala Puskesmas Tembilahan Kota drg H. Wahyu Winda, M.Si, juga mengatakan, keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama Puskesmas Tembilahan Kota dan Dinas Kesehatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya atas dukungan dan bimbingannya kepada Puskesmas Tembilahan Kota. Hal ini diraih berkat kerja keras dan kerja ikhlas seluruh tim Puskesmas Tembilahan Kota,” sebutnya.

Lanjut, dan tentunya kami (Puskesmas Tembilahan Kota) juga mengucapkan terima kasih kepada lintas sektor camat, lurah, kader kesehatan yang juga sangat luar biasa mendukung program di masyarakat.

Dia berharap dengan diraihnya predikat utama ini, Puskesmas Tembilahan Kota bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dan terus melakukan perubahan-perubahan kearah yang lebih baik dan bagi terwujudnya masyarakat yang sehat dan mandiri untuk hidup sehat.

Rasa bangga juga disampaikan Kepala Puskesmas Tembilahan Hulu Hj. Rosdinah, SST, M.Kes.

“Dengan keluarnya hasil dari penilaian akreditasi saya sebagai pimpinan berserta staf Puskesmas Tembilahan Hulu sangat bersyukur dan semua ini tidak terlepas dari kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas semua staf sehingga semua program inovatif bisa berjalan,” ungkapnya.

“Intinya kami sangat senang sekali,” tutup Rosdinah.(ded)

LOKAKARYA MINI, UPT PUSKESMAS GAJAH MADA BERSAMA LINTAS SEKTOR BAHAS MASALAH STUNTING

05/09/2019. UPT Puskesmas Gajah Mada Melaksanakan Acara Lokakarya Mini Tribulan III Bersama Lintas Sektor bertempat di Puskesmas Gajah Mada.

Acara tersebut di hadiri oleh Sekretaris Camat (Rio Aditya P), Sekretaris lurah Sungai Perak (Arianto, M), Sekretaris lurah Tembilahan Hilir (Desmarini), Lurah Sungai Beringin (Budiono), Kabid Kesehatan Masyarakat DINKES kab. Indragiri Hilir ( Devi Natalia,SKM,MH), Staf Kesga dan Gizi (Nisca Eriyanti M, AMG), Ns. Hj.Faridah, S.Kep. RT dan RW Serta Kader-Kader Posyandu yang ada di wilayah Kerja UPT. Puskesmas Gajah Mada.

Pada pertemuan LOKMIN tribulan III bersama lintas sektor ini adapun materi pembahasan yaitu tentang masalah program gizi di Puskesmas Gajah Mada.  Masih tingginya kasus gizi buruk menjadi perhatian bersama dalam pertemuan itu.

Masalah stunting memang belum bisa di intervensi dalam waktu dekat. Salah satu penyebab Permasalahan yang ditemukan dilapangan bahwa ibu-ibu yang anaknya terdeteksi gizi buruk karena mereka tidak berkunjung ke Posyandu dan Puskesmas.

Namun masalah Gizi kurang sudah dilakukan intervensi melalui kegiatan inovasi seperti Rumah Pemulihan Gizi (RUPIAH GIZI) dengan memberikan edukasi, dan pemberian makanan tambahan pada hari kamis setiap minggunya. Dan juga sudah dilakukan intervensi yaitu kunjungan ke rumah pasien dengan memberikan susu formula, minyak dan gula untuk pembuatan formula.

Keseruan Puskesmas Gajah Mada Meriahkan HUT RI Ke – 74

Salam sehat, Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke -74 Puskesmas Gajah Mada mengadakan perlombaan untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang bertempat di halaman Puskesmas Gajah Mada. Jum’at ,(16/08/2019) .

Dengan mengusung tema “Mengedepankan Kebersamaan antar sesama yang bersifat mengembangkan kreatifitas, Keterampilan dan sportifitas”. Maka di buatlah beberapa perlombaan,

Adapun perlombaan yang di gelar yaitu :

  1. Lomba makan kerupuk (tingkat Anak-anak)
  2. Iomba mengedot (antar POLI)
  3. Lomba lari sarung (Antar POLI)
  4. Lomba Oper Tepung (Antar POLI)
  5. Lomba Joget Balon ( Antar POLI)
  6. Lomba Merias wajah dengan mata tertutup (Antar POLI)

Keseruan mulai muncul saat lomba mulai digelar, dan Keriuhan memuncak kala terjadi kelucuan dalam lomba tersebut, berbagai ekspresi terlihat di wajah para peserta hingga penonton yang berada di lokasi tersebut.

Ketua panitia pelaksana perlombaan NS.suhaimi, S.kep menyampaikan kegiatan perlombaan ini bertujuan untuk mempererat kekeluargaan antar sesama dan menumbuhkan rasa bangga dan cinta pada tanah air, ujarnya.

 

Sumber : Marlina, STr. Keb (promkes Puskesmas Gajah Mada)

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya