Puskesmas Enok Turun Langsung Lakukan Evaluasi Pemeriksaan HB Ke SMAN 1 Enok

Setelah Pemberian Tablet Tambah Darah (FE) Beberapa Bulan Yang Lalu, Puskesmas Enok Kembali Melakukan Evaluasi Dengan Di Adakannya Pemeriksaan HB Kepada Siswi SMA Negeri 1 Enok. Pada Rabu, (18/12/2019).

Program Yang Di Pegang Oleh Erwida Hikmah, Amd.Keb Selaku Salah Satu Bidan Di Puskesmas Enok Dan Pemeriksaan HB Yang Di Lakukan Tenaga Laboratorium Puskesmas Enok Oleh Yoga Anggara, Amd.Ak Dan Juga Sudaryani, SKM Selaku Promosi Kesehatan (Promkes) Dari UPT. Puskesmas Enok.

Kegiatan Ini Adalah Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Khususnya Remaja Putri. Berkaitan Dengan Hal Tersebut, Siswi SMA Negeri 1 Enok Di Minta Untuk Diperiksa Kadar HB Darahnya Oleh Petugas Puskesmas Yang Turun Langsung Ke Sekolah.

Tujuan Pemeriksaan Hemoglobin (HB) Kepada Siswi SMA Ini Di Maksudkan Untuk Mengukur Kadar Hemoglobin (HB) Yang Ada Dalam Tubuh Mereka. “Selain Itu Tujuan Pemeriksaan Hemoglobin (HB) Adalah Sebagai Deteksi Dini Terhadap Adanya Gejala Anemia Secara Umum,” Ucap Erwinda Hikmah Bidan Puskesmas Enok.

Remaja Putri Memiliki Fase Menstruasi Tiap Satu Bulan Dan Ditambah Pertumbuhannya Yang Pesat, Maka Dibutuhkan Asupan Zat Gizi Kuat Dan Seimbang. Salah Satunya Mengandung Zat Besi (Fe), Karena Jika Tubuh Kekurangan Fe Dalam Darah Dapat Berisiko Terkena Anemia Atau Kurang Darah. Tambah Erwinda.

Kami Mengharapkan Agar Siswi SMA Negeri 1 Enok  Memeriksaan Kadar Hb Agar Dapat Mengetahui Hb Masing-Masing. “Dan Jika Kalian Kekurangan Kadar HB Itu Akan Berakibat Kinerja Otak Terganggu Sehingga Aktivitas Belajar Kalian Menurun Yang Akhirnya Dapat Merugikan Diri Kalian Sendiri,” Tegas Erwinda Di Akhir Kegiatan.

Puskesmas Enok Turut Serta Pada Penyuluhan Bahaya Narkoba Bagi Siswa-Siswi SLTP Dan SLTA Di Kecamatan Enok

Salah Satu Pemicu Timbulnya Konflik Sosial Dan Gangguan Ketertiban Umum Adalah Penyalahgunaan NARKOBA Di Masyarakat, Hancurnya Generasi Muda Di Suatu Bangsa Pertanda Akan Berakhirnya Bangsa Tersebut. Kecendrungan Jumlah Penggunaan NARKOBA Khususnya Di Kalangan Generasi Muda Setiap Tahun Semakin Meningkat, Oleh Sebab Itu Ikhtiar Dan Upaya Penyelamatan Generasi Muda Perlu Dilakukan.

Menanggapi Hal Ini Jajaran Pemerintahan Di Kecamatan Enok Menggelar Penyuluhan Bahaya Narkoba Bagi Peserta Didik SLTP Dan SLTA Yang Bertempat Di Gor Kecamatan Enok, Pada Senin, (16/12/19).

Penyuluhan Ini Di Hadiri Oleh Kaharuddin. S.Sos.M.Si Selaku Camat Enok, Narasumber Dari DPC Ketua Granat Kabupaten Indragiri Hilir H. Zakaria, Dandramil Sub Rayon Tanah Merah, Kapolres Kecamatan Enok, Dan Romi Susanti, AMK, Bersama Sudaryani, SKM Selaku Narasumber Dari Puskesmas Enok, Serta Di Ikuti Oleh Peserta Didik Dari SLTP Dan SLTA Maupun Masyarakat Enok.

Sudaryani, SKM Salah Satu Narasumber Dari Puskesmas Enok Mengatakan Maksud Kegiatan Ini Adalah Untuk Memberikan Wawasan Dan Pengetahuan Kepada Pelajar Tentang Bahaya Penyalahgunaan NARKOBA Serta Dampak Buruk Yang Di Timbulkannya.

Dengan Tujuan  Meningkatkan Pengetahuan Tentang Bahaya Penyalahgunaan NARKOBA Serta Dampak Buruk Yang Ditimbulkannya, Dan Meningkatkan Kesadaran Pelajar Akan Peran Pentingnya Dalam Menentukan Masa Depan Bangsa. Tutup Sudaryani.

 

Sumber : Promkes Puskesmas Enok

Posyandu Aster Puskesmas Enok Fokus Bahas Masalah DBD

Jum’at, (13/12/19). Upt Puskesmas Enok melakukan kegiatan posyandu bayi/balita yang rutin diadakan setiap bulan di posyandu Aster kecamatan Enok.

Pada Kegiatan Posyandu ini,Tenaga Kesehatan Dari Puskesmas Enok Fokus Memberikan penyuluhan yaitu Tentang waspada Demam Berdarah (DBD) karna musim hujan telah tiba.

ANI Sebagai promotor kesehatan menjelaskan apa itu Deman Berdarah, dan sekaligus menjelaskan bagaimana gejala awal timbulnya DBD, pertolongan pertama untuk anak, dan cara mencegah agar tidak terjadi DBD tersebut dengan melakukan 3 M Plus.

Di jelaskannya Bahwa “ demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.

Penyebab Demam Berdarah” Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut.

Gejala Demam Berdarah “ Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari.

Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:  Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius, Nyeri kepala berat, Nyeri pada sendi, otot, dan tulang, Nyeri pada bagian belakang mata, Nafsu makan menurun, Mual dan muntah, Pembengkakan kelenjar getah bening, Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam, Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening, dan Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.

Pencegahan Demam Berdarah “Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu, Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu, Menutup rapat tempat penampungan air, Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras, Menggunakan kelambu saat tidur, Menanam tumbuhan pengusir nyamuk, Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian, Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi, Mengenakan pakaian yang longgar, dan Menggunakan krim anti-nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), tetapi jangan gunakan DEET pada anak di bawah 2 tahun.

Dalam Kegiatan Ini ANI Berharap Para Orang Tua Khususnya Ibu Bayi/Balita Agar Bisa Menjaga Dan Mengantisipasi Anak-anak Mereka Dari Demam Berdarah.

 

Sumber : Promkes Puskesmas Enok

TENAGA KESEHATAN UPT. PUSKESMAS ENOK MENJADI NARASUMBER PELATIHAN KADER POSYANDU DI KANTOR DESA RANTAU PANJANG KECAMATAN ENOK

Pelatihan Kader Posyandu di Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok dilaksanakan oleh Kantor Desa Rantau Panjang, senin, (22/07/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bapak Iskandar, Kepala Pustu Rantau Panjang Ibu Ns.Mei Yetti Rusta, S.Kep, Tenaga Kesehatan Puskesmas Enok Ibu Mislaini,Amd.Keb, Ibu Sudaryani, SKM dan Kader-kader Posyandu Setempat.

Dalam sambutannya Kepala Desa Rantau Panjang Bapak Iskandar dalam hal ini sekaligus membuka acara mengatakan ” semoga dengan adanya pelatihan kader posyandu ini, posyandu yang telah terbentuk menjadi lebih aktif setiap bulan’’.

Kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan memberikan pelatihan kepada kader-kader posyandu yang disampaikan oleh Ibu Mislaini, Amd.Keb sebagai narasumber dari Puskesmas Enok tentang bagaimana menjadi kader posyandu yang baik tentunya dengan memahami tujuan dan tugas-tugas sebagai kader posyandu, tentang sistem 5 meja serta cara pengisian, memberikan contoh pengisian buku register poyandu bayi, balita, ibu hamil dan usila, cara pengisian buku kesehatan ibu dan anak, dan cara menimbang yang benar.

Selanjutnya Kepala Pustu Rantau Panjang Ibu Ns. Mei Yetti Rusta, S.Kep yang juga sekaligus sebagai pemateri menjelaskan tentang penyakit diare, cara penanganannya dan cara pengobatannya, dan kegiatan ini di tutup oleh ibu  Sudaryani,SKM yang dalam hal ini menjelaskan tentang permasalahan Gizi Buruk / Stunting.

Semoga dengan adanya pelatihan kader posyandu ini, para kader bisa lebih aktif dalam memajukan posyandu dan tentunya mengajak ibu-ibu untuk datang ke Posyandu setiap bulannya.

GUNA MENINGKATKAN IDL, DINAS KESEHATAN GELAR PERTEMUAN ADVOKASI IMUNISASI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang dalam hal ini melalui Seksi Imunisasi dan Surveilance menggelar pertemuan Advokasi Imunisasi dalam rangka Meningkatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan paparan hasil target Universal Child Immunization (UCI) di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan. (15/07/2019).

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri, SKM. M.KL, dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Siska Hidayani M. Kes, dan Camat serta Kepala UPT. Puskesmas se- Kab. Inhil.

Ketua panitia yang juga Kepala Seksi (kasi) Imunisasi dan Surveilance Herman Mahat, SKM. M.M saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim (MCT) mengatakan  Kepala Daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama anak-anak baru lahir usia 0 sampai 11 bulan, untuk melindungi anak tersebut terhindar dari penyakit makanya mereka kami undang kesini bersama UPT Puskesmas Kecamatan.

“Saat ini capaian kita di Kabupaten Indragiri Hilir Riau, kita yang paling terendah, untuk Imunisasi. Jika nasional  tahun 2018 target nasional adalah 92%, kita masih rendah 64,5%, jadi sangat miris inilah upaya kita mensinergisitaskan dengan sumber daya yang ada di daerah Kecamatan”, terangnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Adm. Umum Pemerintah Kab. Indragiri Hilir RM. Sudinoto, SP mengatakan seperti beberapa tahun yang lalu Pemerintah Daerah sudah pernah melaksanakan kegiatan yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program kegiatan dari Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan dari camat sampai kepala Desa.

“Jadi pencapaian untuk target Indonesia Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kita yang terendah Jadi saya berharap Universal Child Immunization (UCI) itu tercapai, kuncinya kita harus mencapai 80% setiap Desa Kecamatan.”tandasnya