Skip to main content

UPT PUSKESMAS CONCONG LUAR LAKUKAN SOSIALISASI, SKRINING TT Long Life SEKALIGUS IMUNISASI KEPADA PETUGAS PUSKESMAS

1Concong Luar, Keselamatan ibu dan bayi pada proses persalinan sampai dengan pasca persalinan sangat perlu mendapat perhatian. Salah satu masalah yang di hadapi pada tahap tersebut adalah penyakit tetanus pada bayi. Tetanus khususnya beresiko terjadi pada bayi baru lahir dan dapat menyebabkan bayi yang di lahirkan meninggal. Dalam hal ini pencegahan yang dapat di lakukan yaitu dengan memberikan imunisasi TT  (Tetanus Toksoid). Konsep Imunisasi TT adalah Long life yaitu pemberian imunisasi TT1 sampai dengan TT5.

Untuk menekan angka kematian bayi akibat tetanus, Puskesmas Concong Luar,16/03/17 melakukan sosialisasi, skrining TT Long Life sekaligus imunisasi kepada petugas puskesmas yang belum lengkap riwayat imunisasi TT nya. Kegiatan ini di setujui dan didukung penuh oleh Rudiyanto, S.Kep selaku Kepala Puskesmas Concong Luar yang dilaksanakan oleh bidan  Rugayah dan dr. Kamsiah.

2Sosialisasi dan skrining ini perlu dilakukan untuk mengetahui sampai saat ini status imunisasinya sampai tahap apa dan dimaksudkan agar masyarakat pun dapat mengakses dan melakukan skrining tersebut. Dengan mengetahui status imunisasi TT tersebut diharapkan dapat membantu program imunisasi dalam penurunan kasus penyakit tetanus khususnya bagi bayi baru lahir

Narasumber: Indahoktari@Promkes concong

 

INHIL REKRUT 21 DOKTER UMUM DAN 11 DOKTER GIGI TAHUN INI

img_2116Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau Zainal Arifin menyatakan dalam melakukan percepatan pembangunan kesehatan di daerah kabupaten setempat, hingga kurun waktu beberapa tahun terakhir Inhil ‘Zero’ pertumbuhan tenaga medis.

Pasalnya, Zainal mengatakan upaya percepatan pembangunan kesehatan di Inhil terkendala dengan keterbatasan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting.

“Untuk sebaran tenaga kesehatan, dalam lima tahun terakhir bisa dikatakan zero pertumbuhan tenaga kesehatan di Inhil sementara setiap tahun terus terjadi penurunan angka tenaga medis seperti yang sudah pensiun, pindah bahkan meninggal,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin.

Saat ini, untuk menunjang terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Kabupaten Inhil yang terdiri dari 27 Puskesmas di 20 Kecamatan dan 170 Puskesmas Pembantu hanya menghandalkan tenaga harian lepas, tenaga kontrak, tenaga honorer bahkan tenaga TKS.

“Dengan keterbatasan ini pula, hanya beberapa Puskesmas di Inhil memiliki dokter baik dari tenaga kesehatan umum dan dokter gigi. Dalam hal ini tentunya Inhil masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan Pegawai Negeri,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2017 ini, Dinkes telah mengusulkan ke Pemda untuk merekrut 21 dokter umum dan 11 dokter gigi untuk disebar di setiap Puskesmas yang tidak memiliki dokter umum, dengan target satu Puskesmas memiliki dua dokter umum dan satu dokter gigi.

“Selain dokter umum dan dokter gigi, kita di Inhil juga minim tenaga medis seperti bidan, farmasi dan lain sebagainya,”paparnya.

Meski demikian, Diskes tetap berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan hingga ke seluruh pelosok desa melalui pustu yang ada.

“Yang jelas target kita juga setiap desa memiliki pustu dan kita harapkan petugas Kesehatan selalu berada di tempat bertugas. Setidaknya dengan adanya pustu di tempat dapat memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat yang darurat,” ujarnya.