Skip to main content

LUAR BIASA DENGAN Rp. 2000 RINGANKAN BIAYA BEROBAT KE RUMAH SAKIT

IMG-20170214-WA0021 susahnya akses di wilayah perairan sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat. Kabupaten Indragiri Hilir yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah perairan sehingga mau tidak mau setiap aktifitas baik diperkotaan dan terlebih lagi yang berada di pelosok daerah pedesaan harus menerima kenyataan ini. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sejauh ini telah mengupayakan kesejahteraan Masyarakat baik itu dari segi ekonomi terlebih lagi kesejahteraan dalam pelayanan Kesehatan yang merata dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berupa iuran bulanan bagi masyarakat untuk kemudahan mendapat keringanan biaya berobat di pasilitas kesehatan. Namun lain halnya dengan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pantai Seberang Makmur, Desa ini berada di kawasan kerja UPT. Puskesmas Enok. Masyarakat bersama Lurah Pantai Seberang Makmur Bpk. Suriansyah hari ini telah membentuk kelompok warga sebagai wujud bentuk kepedulian bersama dalam membantu kesusahan warganya.

Kita selalu berupaya agar Kesehatan itu tidak lagi menjadi sesuatu yang mahal bagi masyarakat, namun dengan selalu memberi penyuluhan kepada masyarakat kita akan merubah kesehatan yang dari sesuatu sebelumnya dianggap mahal menjadi sesuatu yang berharga, yaitu kesehatan itu berharga. tentunya dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan saling bekerja sama dikalangan masyarakat baik itu Puskesmas, Sekolah dan banyak Posyandu akan kita bentuk kemandirian masyarakatdi bidang kesehatan. Terang Kapus Heri Januari; Kepada MCT DInkes”

IMG-20170214-WA0020Masyarakat Desa Pantai Seberang Makmur yang dihadiri oleh ketua RT dan RW bersepakat mengumpulkan iuran dana sosial masyarakat sebesar Rp. 2.000 ( Dua Ribu Rupiah) per-KK dalam setiap bulannya, yang nantinya dana ini akan digunakan membantu meringankan beban masyarakat yang sakit apabila akan dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Bersama Aparatur Desa dan Tenaga Kesehatan yang ada Di Puskesmas Enok, Hari ini  Masyarakat telah bersepakat membentuk panitia petugas Iuaran Sosial, yang bermanfaat bagi warga kita yang terkena musibah. Dana bantuan Iuaran ini akan lebih bermanfaat berupa uang pegangan selama pasien dirujuk ke RSUD nantinya disamping  juga menggunakan BPJS Kesehatan, tambah Heri”.

Kepala Puskesmas juga berharap dengan kepedulian dan saling bahu membahu beban masyarakat dapat berkurang dan juga khususnya  Puskesmas Enok dapat terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatannya hingga bisa menjadi percontohan bagi Puskesmas-Puskesmas lainnya.

BPJS KESEHATAN BERI KEMUDAHAN SAAT PASIEN BEBOBAT, BERIKUT PENJELASANNYA

Sebagian masyarakat Indragiri HilirBPJS Riau menilai bahwa, untuk berobat menggunakan  Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) itu rumit, siapa bilang. Langkah awal jika ingin berobat, peserta wajib mengikuti mekanisme rujukan berjenjang Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKRTL) diseluruh cabang Kantor BPJS Kesehatan.
“Fungsi dari JKN-KIS ini wajib diberikan kepada Seluruh Peserta JKN-KIS. Oleh karena itu, peserta harus ikuti aturan yang berlaku, sehingga dikemudian hari tidak merasa sulit,” ujar Prayudi, Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan KC. Tembilahan, Jumat (10/02/17).
Ia menjelaskan, menurut pandangan masyarakat ada benarnya juga. Sebab, selama ini kalau dalam keadaan sakit bisa langsung kerumah sakit, lalu diobati sama Dokter bersangkutan. Hal ini sangat berbeda dengan aturan main di JKN-KIS yang saat ini telah diprogramkan pemerintah. Dimana, peserta harus mencari rumah sakit yang sepi pasien. Sehingga tidak menunggu lama.
Rambut mungkin sama hitam, tapi pemikiran dan pendapat bisa jadi lain arah. Tidak semua jenis penyakit harus ditangani rumah sakit, namun bisa jadi juga ditangani khusus FKTP seperti Puskesmas, Klinik, Dokter Praktik Perorangan idealnya bisa menangani ratusan penyakit hingga mencapai 144 diagnosis. Sistem asuransi sosial yang digunakan JKN-KIS dalam bentuk Managed Care, yakni kombinasi antara pembiayaan dengan mutu pelayanan harus sama rata. Artinya, sistem itu mengoptimalkan setiap jenjang pelayanan kesehatan lewat mekanisme rujukan.
“Saya yakin, pasien yang ingin merujuk ke rumah sakit lain, pasti merasa terlayani cepat dan tidak perlu ngantri berjam-jam,” imbuhnya.
Ada beberapa bagian peserta yang dirujuk oleh FKTP ke FKRTL itu harus berjenjang,  mulai dari rumah sakit tipe  D atau tipe C kemudian tipe B atau A. Sistem rujukan berjenjang seperti ini dinilai sangat tepat, karena memang langsung dari Dokter Spesialis.
“Aturan ini sudah mengacu kepada peraturan perundang-undangan peserta yang mengalami gawat darurat bisa langsung ke FKRTL terdekat,” tutupnya
nya

BPJS KESEHATAN PERKENALKAN APLIKASI MOBILE SCREENING, DAPAT DETEKSI 4 JENIS PENYAKIT KRONIS

DSCF2446Diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner adalah beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat Indonesia.Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan. Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile skrining.

“Skrining Riwayat Kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, maka sekarang mereka bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses di handphone,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan Yessy Rahimi.

Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.

Jika peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindaklanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.

Apabila sebuah FKTP ditemukan banyak peserta dengan risiko mengidap diabetes melitus yang tergolong dalam kategori sedang atau tinggi, maka FKTP tersebut dapat melaksanakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub risiko tinggi (risti) kepada sejumlah peserta JKN-KIS yang bersangkutan.

Sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 peserta berisiko sedang, dan 651 peserta berisiko tinggi. Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 peserta berisiko sedang, dan 2.093 peserta berisiko tinggi. Di kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta didiagnosa memiliki risiko rendah, 23.307 peserta berisiko sedang, dan 831 peserta berisiko tinggi. Dan terakhir di kategori jantung koroner, sebanyak 680.172 peserta berisiko rendah, 57.692 peserta berisiko sedang, dan 1.956 peserta berisiko tinggi.

“Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS KesehatanMobile (mobile skrining) yang praktis digunakan ini, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut, sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan,” tutup Yessy.

Sebagai informasi tambahan, selain menu Skrining Riwayat Kesehatan, aplikasi BPJS Kesehatan Mobile juga menyediakan menu lain yang dapat digunakan peserta JKN-KIS untuk mengecek status kepesertaan, melihat tagihan iuran JKN-KIS, melihat lokasi fasilitas kesehatan, dan sebagainya.

51.95 % PENDUDUK INHIL TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA BPJS KESEHATAN

Badan Penyelenggara Jaminan So222sial (BPJS) Kesehatan Cabang Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau mencatat jumlah kepesertaan yang sudah tercover sebagai anggota Kartu JKN-KIS di Kabupaten Inhil sebanyak 51.95 Persen dari total penduduk sebanyak 751.000 Jiwa.
“Penjaringan ini akan terus kita upayakan termasuk melalui dukungan Pemerintah daerah terhadap masyarakat Inhil yang belum tercover kedalam JKN_KIS,” kata Kepala BPJS Cabang Tembilahan, Yessi rahimi di Tembilahan, Rabu (14/12/2016).
Yessi menyampaikan, berdasarkan data per Oktober 2016, kepesertaan masyarakat Kabupaten Inhil sebagai anggota JKN_KIS berjumlah 313.626, sedangkan peserta yang aktif hanya berjumlah 294.981 jiwa.
“Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 806.000 jiwa yang tidak aktif,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, ketidak aktifan ini, diantaranya merupakan peserta mandiri yang hingga sekarang tidak lagi membayar iyuran kesehatan dengan alasan tidak mampu. Selanjutnya, berdasarkan rekapitulasi daftar kepesertaan penduduk Kecamatan wilayah Kabupaten Inhil dengan jumlah tertinggi melakukan registrasi ke BPJS adalah Kecamatan Teluk Belengkong sebanyak 97.69 Persen, Sedangkan jumlah terendah yaitu Kecamatan Kempas yang hanya bejumlah 26 Persen. Selain itu, Yessi menuturkan terdapat pula perserta tambahan dari Penerima Bantuan Iyuran (PBI) APBD Kabupaten Inhil dengan jumlah 77.541 jiwa.
“Kartunya akan segera kita serahkan. saat ini belum seluruhnya tercetak, namun peserta bisa menggunakan KTP untuk berobat,” terangnya.
Yessi menambahkan, penjaringan perserta JKN_KIS akan terus diupayakan baik melalui pemerintah daerah dengan program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) yang mana pembayaran premi kepesertaan akan di tanggung melalui APBD Kabupaten, maupun melalui pemerintah provinsi. Lebih lanjut, Ia menegaskan akan siap membantu pemerintah daerah untuk mencapai “Universal healt coverage” karena untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat salah satunya adalah kesehatan yang terjamin.
“Harapan ini tentunya disinergikan bersama dengan dukungan dari pemerintah dan semua forum komunikasi dalam program stategis nasional ini,” harapnya.