KEPALA DINAS KESEHATAN INHIL DAN SELURUH KEPALA PUSKESMAS HADIRI RAPAT PERTEMUAN BERSAMA BPJS

Kepala dinas kesehatan kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes bersama seluruh kepala puskesmas se kabupaten Indragiri Hilir dan BPJS mengadakan pertemuan rapat yang bertempat di aula kantor BPJS Tembilahan.

Elinda Rahayu dari kantor BPJS dalam materinya menyampaikan beberapa pembahasan tentang ruang lingkup BPJS dan menyampaikan tentang perjanjian kerjasama BPJS tahun 2019.

Dalam sambutannya H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes juga menyampaikan harapan agar Puskesmas dan BPJS memberikan sebagai pemberi pelayanan agar terus meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap masyarakat.

 

UPT PUSKESMAS CONCONG LUAR LAKUKAN SOSIALISASI PERBUP 34 & QUICK WINS 92 PERMENKES

WhatsApp Image 2017-10-24 at 22.57.40Concong Luar– UPT Pukesmas Concong Luar mengadakan Sosialisasi dengan 2 agenda kegiatan yaitu Sosialisai Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan dan Quick Wins pelayanan darah untuk menurunkan angka kematian ibu. Kegiatan Sosialisasi ini dilaksanakan di Aula Kantor Camat Kecamatan Concong, jumat 20/10/17 dengan Nara Sumber Bapak Rudiyanto S. Kep selaku Kepala Puskesmas, Ibu Lestari, Amd. Keb selaku Pemegang Program Ibu & Anak dan di dampingi dr. Sufron Hasibuan serta Ibu Renni selaku KTU. Kegiatan ini di buka langsung oleh Bapak Camat Kecamatan Concong Antoni Siregar, M. Si dan di hadiri oleh Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama se-Concong Luar dan Desa Panglima Raja.

Rudiyanto S.kep menjelaskan kegiatan ini bertujuan menginformasikan kepada masyarakat dengan adanya peraturan Bupati Indragiri Hilir No 34 tahun 2017 tantang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan.

“Perubahan tarif ini memang benar adanya, sosialisasi ini agar masyarakat yang tidak mempunyai Kartu Jaminan Kesehatan tidak terkejut. Ini juga untuk kebaikan masyarakat supaya semua masyarakat khususnya di Concong mempunyai Kartu Jaminan Kesehatan, jadi ketika sewaktu kita sakit sehingga tidak perlu pengeluaran yang besar lagi. Dan selanjutnya akan disosialisasikan ke 5 desa Kecamatan Concong, ini juga akan berlangsung terus “door to door” sejalan juga dengan pendataan Keluarga Sehat (KS) sampai ke-5 desa”, Jelasnya.

WhatsApp Image 2017-10-24 at 22.58.20Salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan adalah pemenuhan kebutuhan darah bagi ibu melahirkan dengan komplikasi perdarahan. Hal ini membutuhkan pelayanan darah yang aman dan berkualitas serta perlu didukung dengan ketersediaan darah sesuai kebutuhan. Dalam arahannya Ibu Lestari, Amd. Keb menjelaskan tentang Quick Wins yang merupakan pelayanan darah untuk menurunkan angka kematian ibu. Kebijakan Quick Wins pelayanan darah tertuang dalam Permenkes Nomor 92 tahun 2015 tentang petunjuk teknis pelaksanaan program kerjasama antara Puskesmas, Unit transfusi darah dan Rumah Sakit dalam pelayanan darah untuk menurunkan angka kematian Ibu.

Dalam Pelayanan tranfusi darah tugas Puskesmas adalah mensosialisasikan mengenai donor darah sukarela di wilayah kerjanya, Mendata semua ibu hamil, mengidentifikasi ibu hamil dengan risti atau mempunyai golongan darah langka, mengedukasi ibu hamil dan keluarganya agar menyiapkan minimal 4 calon donor pendamping siaga per-ibu hamil, memberikan informasi tentang persyaratan donor, melakukan pemeriksaan Hb dan gol darah ibu hamil dan kesesuaian golongan darah calon donor dengan ibu hamil, melakukan seleksi awal donor, menginformasikan daftar ibu hamil dan Taksiran Partus serta calon donor siaga yang telah disiapkan, mengirimkan donor siaga ke UTD untuk pengambilan darah (7-10 hari sebelum taksiran waktu melahirkan), Merujuk Ibu Hamil Risiko tinggi yang akan melahirkan ke RS. Untuk itu suksesnya kebijakan Quick Wins ini tentunya juga perlu dukungan dari semua pihak, tambah Rudiyanto

PEMKAB INHIL MELALUI DINAS KESEHATAN GELAR SEMINAR IMUNISASI

666TEMBILAHAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Seminar imunisasi di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (10/8/2017).

Kegiatan yang ditaja melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) ini dibuka resmi oleh Sekdakab Inhil H Said Syarifuddin dan dihadiri Kepala Dinkes Inhil H Zainal Arifin, unsur Forkopimda Inhil, sejumlah pengurus organisasi profesi kesehatan dan ratusan peserta seminar.

Mewakili Bupati Inhil, Sekda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak terkait yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan seminar tersebut, baik dari penyelenggara, narasumber hingga para peserta seminar.

Menurutnya, imunisasi ini penting untuk mewujudkan generasi bangsa yang sehat, kuat, cerdas dan berkualitas. Sebab, imunisasi ini merupakan suatu upaya pengebalan terhadap penyakit dalam bidang kesehatan, dicontohkannya seperti pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada balita.

“Saya berharap, kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan, terutama para bidan yang berada di garda terdepan dalam melakukan kegiatan imunisasi,” ucap Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinkes Inhil H Zainal Arifin menambahkan bahwa keberhasilan program imunisasi tersebut ditentukan dengan membuat strategi pencapaian, yakni dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi melalui peningkatan pengetahuan SDM.

“Melalui peningkatan pengetahuan SDM ini dilakukan dengan beberapa kegiatan salah satunya seperti seminar hari ini. Untuk itu, saya himbau kepada para peserta kiranya dapat memperhatikan dan mengikuti secara seksama materi yang disampaikan oleh narasumber,” tuturnya.

Sekedar untuk diketahui, seminar yang bertemakan ‘peran bidan dalam mewujudkan generasi emas Inhil melalui pentingnya imunisasi dasar lengkap’ ini diisi oleh beberapa pemateri diantaranya dari Kasubdit Imunisasi Kemenkes RI, Komdat Kipi Provinsi Riau, Dinkes Provinsi Riau dan Ketua IBI Provinsi Riau.

YESSY RAHIMI : HIDUP SEHAT ITU MURAH

DSCF6786Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan mengajak peserta JKN-KIS se-Indonesia yang tergabung dalam Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk membudayakan pola hidup sehat melalui peningkatan aktivitas fisik dalam acara Gebyar Prolanis.

Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi, untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

“Melalui kegiatan Gebyar PROLANIS, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya untuk menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan melakukan senam setiap pagi, kita sudah meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat sehari-hari, diharapkan jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun, sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan,Yessy Rahimi.

Acara Gebyar Prolanis ini dimeriahkan oleh sejumlah rangkaian kegiatan seperti senam Prolanis, edukasi kesehatan kepada masyarakat, pemeriksaan penunjang gratis bagi peserta

Prolanis, lomba cerdas cermat antar Klub Prolanis, Best Practice Sharing, serta beragam kegiatan menarik lainnya. Adapun sasaran kegiatan tersebut meliputi 5.342 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 6.468 Klub Prolanis, dan 101.486 peserta Prolanis yang tersebar di 288 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Sementara itu, hingga April 2017, tercatat ada 302.325 peserta Prolanis Diabetes Mellitus dan 334.979 peserta Prolanis Hipertensi.

Pada kesempatan yang sama, Yessy juga kembali mempromosikan Mobile Screening sebagai salah satu fitur dalam aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang sangat berguna untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini. Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan.

Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi sejumlah pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.

“Melalui aplikasi tersebut, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun,” tutup Yessy.

Sampai dengan 12 Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 177.400.222 jiwa. Dalam menyediakan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 20.772 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.825 Puskesmas, 4.502 Dokter Praktik Perorangan, 5.286 Klinik Pratama, 15 RS Tipe D Pratama, dan 1.144 Dokter Gigi Praktik Perorangan.  Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 5.344  Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang di dalamnya mencakup 2.137 RS dan Klinik Utama, 2.219 Apotek, dan 988 Optik.

BPJS KESEHATAN : DAFTAR JKN-KIS KINI BISA LEWAT TELEPON

DSCF6808BPJS Kesehatan mengembangkan strategi kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau menginginkan kemudahan dalam mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS. Khusus untuk pendaftaran calon peserta kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/peserta mandiri dan peserta kategori Bukan Pekerja (BP), BPJS Kesehatan memperluas kanal-kanal pendaftaran yang telah ada, salah satunya melalui mekanisme pendaftaran melalui telepon yaitu lewat BPJS Kesehatan Care Center 1500-400.

Kini calon peserta tidak perlu mengantri panjang di Kantor BPJS Kesehatan, cukup dengan menghubungi 1500-400, calon peserta kategori PBPU atau peserta mandiri bisa melakukan pendaftaran via telepon ke BPJS Kesehatan Care Center atau Virtual Service. BPJS Kesehatan Care Center yang sebelumnya terdapat fungsi pemberian informasi, penanganan pengaduan, tanya dokter dan pengelolaan media sosial maka saat ini dikembangkan fungsinya.

“Salah satunya adalah pendaftaran peserta PBPU atau peserta mandiri dan peserta Bukan Pekerja. Peserta juga dapat melakukan perbaikan atau perubahan data kepesertaan untuk nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, nomor KK, NIK, alamat, email, nomor telepon, kelas rawat dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun ini masih untuk peserta PBPU atau peserta mandiri. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kepuasan kepada peserta yang juga menjadi salah satu Fokus Utama BPJS Kesehatan di tahun 2017. BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai terobosan dan inovasi serta meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tembilahan, Yessy Rahimi.

Yessy menjelaskan lebih lanjut, hal yang harus dipersiapkan calon peserta sebelum mendaftar via telepon Care Center 15004 400 antara lain beberapa informasi yang akan ditanyakan oleh petugas Care Center seperti Nomor Kartu Keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Rekening Tabungan (BRI/BNI/Mandiri), Nomor handphone, Alamat Domisili/Tempat Tinggal (Untuk Pengiriman Kartu) dan Alamat Email. Setelah syarat di atas siap, calon peserta bisa menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Calon peserta akan dilayani oleh Agent Care Center, rekaman pembicaraan antara calon peserta dengan Agent akan menjadi bukti pendaftaran.

Setelah Agent Care Center menyatakan pendaftaran via telepon selesai, Nomor Virtual Account (VA) akan dikirim ke nomor ponsel atau email calon peserta. Setelah mendapatkan nomor VA, peserta diwajibkan untuk membayar iuran pertama yang harus dibayarkan paling cepat 14 hari dan paling lama 30 hari setelah VA diterbitkan. Peserta yang mendaftar via Care Center wajib melakukan pembayaran pertama ke bank dan dengan mekanisme autodebet untuk pembayaran selanjutnya. Sejak pembayaran pertama tersebut kartu peserta telah aktif, BPJS Kesehatan akan  mengirim kartu peserta JKN-KIS ke alamat yang telah diinformasikan pada saat mendaftar.

Di BPJS Kesehatan Care Center 1500-400, juga disediakan layanan tanya dokter melalui metode teleconsulting dimana peserta JKN-KIS dapat melakukan konsultasi kesehatan kepada Dokter Umum yang siap memberikan informasi kesehatan yang dibutuhkan.

BPJS Kesehatan juga melakukan upaya perluasan kanal pemberian informasi dan penanganan pengaduan diantaranya melalui Website BPJS Kesehatan pada Menu SIPP (Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan) serta integrasi pemberian informasi dan penanganan pengaduan melalui Hotline Service dialihkan secara langsung ke BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 sehingga masyarakat cukup menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

DSCF6786Dalam kesempatan yang sama Yessy juga mengungkapkan bahwa tahun 2016, Kepuasan Peserta sudah cukup tinggi di angka 78,6% dan di tahun ini, BPJS Kesehatan menargetkan angka kepuasan bisa mencapai 80%. Oleh karenanya, berbagai inovasi dan terobosan dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut. Selain pendaftaran melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400, saat ini BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui Sistem Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, dan Kantor Kecamatan serta Pendaftaran melalui PPOB/mitra kerja BPJS Kesehatan.

Pendaftaran melalui mitra kerja dilakukan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan seperti mall, saat ini bekerja sama dengan PT Lippo Karawaci dan tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan institusi lainnya. Untuk meningkatkan dan memberikan kemudahan pendaftaran bagi Badan Usaha/Perusahaan BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui Portal Pendaftaran Bersama Program Jaminan Sosial Nasional www.bpjs.go.id.

Sebagai informasi, sampai dengan saat ini sudah terdapat kanal-kanal pendaftaran peserta di antaranya :

  1. Pendaftaran langsung di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Layanan Operasional Kabupaten/Kota (KLOK) dan Liaison Office (LO)
  2. Pendaftaran melalui aplikasi New e-DABU untuk kategori peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)
  3. Pendaftaran online melalui website bpjs-kesehatan.go.id
  4. Pendaftaran melalui Bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan (BNI, BRI, dan Mandiri).

Hingga 5 Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 176.982.157 jiwa. BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan kurang lebih 20.766 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.825 Puskesmas, 5.279 Klinik Pratama, 4.504 Dokter Prakter Perorangan, 1.143 Dokter Gigi Praktik Perorangan, dan 15 RS Tipe D Pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan juta telah bermitra dengan 5.337 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang mencakup 2.135 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya Klinik Utama), 2.216 Apotek, dan 986 Optik yang tersebar di seluruh Indonesia.