Skip to main content

Sejumlah Puskesmas Melaksanakan Kegiatan Vaksinasi bagi Masyarakat dan Siswa Sekolah

Sejumlah puskesmas di Kabupaten Indragiri Hilir masih aktif melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas, namun juga bekerjasama dengan TNI dan pihak sekolah.

Hari ini, 28 September 2021, kegiatan vaksinasi dosis pertama untuk siswa sekolah dilaksanakan di SMP 1 Tempuling, dengan sasaran 100 siswa, dan capaian 105 dosis.

Kegiatan vaksinasi juga dilaksanakan di Madrasah Aliyah Hizbul Wathan oleh UPT Puskesmas Keritang Hulu dengan sasaran 100 dosis.

Kegiatan vaksinasi yang menyasar siswa sekolah juga dilaksanakan oleh PKM Iliran di Desa Klumpang dengan sasaran 200 warga.

Sebelumnya, pada tanggal 26 September, Kegiatan vaksinasi yang menyasar siswa sekolah juga dilakukan di Desa Intan Mulya Jaya dengan sasaran 500 masyarakat umum dan 65 pelajar. Di hari yang sama di Kecamatan Pelangiran juga dilaksanakan kegiatan vaksinasi dengan target 500 dosis, sasaran 700 warga masyarakat dan pelajar.

Perlu juga dilakukan vaksinasi terhadap siswa yang melakukan proses belajar mengajar,manfaatnya untuk menambah imunitas ketika belajar, disamping itu juga ketika akan dimulai kegiatan belajar mengajar tatap muka sekolah perlu mempersiapkan aturan Protokol Kesehatan dengan memberikan Fasilitas seperti tempat Cuci Tangan. Bila perlu sekolah juga menyediakan masker bagi siswa yang tidak menggunakan masker atau lupa membawa masker.

Bertemu Seluruh Kepala Puskesmas Se-Indragiri Hilir, Wakil Bupati Berharap Sasaran Vaksinasi Tercapai

Wakil Bupati Indragiri Hilir

Rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir membuat Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti risau. Hari ini (23/09/2021),  di aula Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Wakil Bupati meminta puskesmas bergerak cepat untuk memenuhi capaian sasaran vaksinasi. Dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati juga ingin mengetahui permasalahan dan keluhan yang dihadapi setiap puskesmas dalam melakukan kegiatan vaksinasi.

Wakil Bupati meminta setiap jatah vaksin yang diberikan kepada setiap puskesmas segara digunakan dan dihabiskan agar bisa mengusulkan dan mendapatkan jatah vaksin yang baru.

Hingga hari ini, sejumah puskesmas masih melaksanakan kegiatan vaksinasi. Misalnya, di Pelangiran, Kempas Jaya, Pulau Burung, dan Pengalihan Enok.

Sejumlah Sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu

Hari ini sejumlah sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir, dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas melaksanakan pembelajaran secara tatap muka secara terbatas. Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, Farida Aryani mengatakan, berbagai persiapan untuk kegiatan pembelajaran tatap muka sudah dilakukan sejak awal September.

“Sebagian besar siswa di sekolah sudah divaksin, guru-guru juga sudah divaksin.  Pertemuan tatap muka akan dilaksanakan dalam dua sesi, masuk kelas pada pukul 7.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.45 WIB.” Ungkap Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, Farida Aryani kepada MCT Dinkes Inhil.

Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, Farida Aryani juga memastikan sarana prasarasana seperti tempat mencuci tangan di tiap kelas, jarak tempat duduk antar siswa sudah sesuai dengan protokol kesehatan yaitu 1,5 meter, dalam satu kelas juga dibatasi maksimal hanya untuk 18 orang siswa.

Peningkatan KPM (Kader Pembangunan Manusia) Dengan Pemanfaatan Buku KIA

Foto : UPT Puskesmas Pengalihan Enok

Pembinaan kader Pembangunan Manusia (KPM) yang dilakukan disetiap masing-masing daerah sangat penting dilakukan terutama dalam meningkatkan keterampilan setiap kader.

Kegiatan pembinaan KPM dilakukan di UPT Puskesmas Pengalihan Enok dan juga dihadiri oleh setiap kepala desa, kader posyandu, bidan desa, dokter yg ada di wilayah kerja PKM Pengalihan Enok Kecamatan Enok pada Senin (07/09/2021).

Buku KIA mengintegrasikan beberapa catatan kesehatan di komunitas seperti Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengukur pertumbuhan dan perkembangan bayi balita, kartu imunisasi, kartu ibu dan beberapa hal lainnya. Buku KIA berisi informasi penting mengenai kesehatan ibu dan anak yang perlu dilakukan oleh ibu, suami dan keluarganya secara singkat dan padat, termasuk mengenai kewaspadaan keluarga dan masyarakat akan kesakitan dan masalah kegawatdaruratan pada ibu hamil, bayi baru lahir dan balita, sehingga pada akhirnya buku KIA menyumbang penurunan angka kematian bayi dan balita.

Untuk dapat mencapai pemanfaatan buku KIA yang optimal, petugas kesehatan tidak dapat bekerja sendiri, melainkan harus merangkul seluruh komponen masyarakat diantaranya Tim Penggerak PKK yang aktif berperan dalam pelaksanaan program kesehatan di lapangan. PKK diharapkan dapat menggugah keluarga/masyarakat agar termotivasi untuk memanfaatkan dan menerapkan isi buku KIA dalam perawatan kesehatan ibu dan anaknya.

Perlu dilakukan pembinaan setiap kader gunanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta dapat berpartisipasi aktif dalam program posyandu dan melakukan peran sesuai dengan tugasnya di posyandu.

Mengapa Pembangunan Bidang Kesehatan Sangat Penting Bagi Indragiri Hilir?

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir

Pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan, pembangunan bidang kesehatan berhubungan dengan peningkatan sumber daya manusia. Jika pembangunan ksehatan tidak baik, maka sumber daya manusia di indragiri Hilir ini juga tidak baik. Faktor emotional quality (EQ), kecerdasan, dan pendidikan itu asal mulanya dari kesehatan.

“Kesehatan saat masih bayi, kesehatan saat masih dalam kandungan, hal tersebut berhubungan dengan sumber daya manusia. Indeks pembangunan manusia itu berasal dari kesehatan dulu.” ungkap Afrizal Darmawan saat ditemui reporter MCT di rumah dinasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan menjelaskan, saat ini Indragiri Hilir sangat membutuhkan bantuan dana dari pusat untuk pembangunan bidang kesehatan, misalnya :

  • sarana dan prasarana, karena kebanyakan kondisi puskesmas yang ada dinIndragiri Hilir bisa dibilang tidak layak lagi untuk melayani masyarakat. Contohnya puskesmas di Sapat, Pelangiran dan Teluk Blengkong. puskesmas-puskesmas tersebut memerlukan bangunan yang baru karena bangunan yang lama sudah rusak dan tidak layak lagi digunakan.
  • pembangunan laboratorium kesehatan daerah (labkesda), karena laboratorium ini belum berfungsi secara maksimal dan masih kekuarangan sarana. Padahal di tempat terssebut banyak yang bisa dikembangkan untuk menambah pendapatan daerah, misalnya pemeriksaan darah, lingkungan dan air.
  • Perlu juga dipikirkan untuk membangun sebuah rumah sakit pratama di daerah Kotabaru misalnya. Karena lokasinya sangat strategis untuk dibangun sebuah rumah sakit pratama. Meskipun sudah ada rumah sakit tipe D di Guntung, Pulau Kijang dan Rumah Sakit di Tembilahan, yaitu Rumah Sakit Puri Husada.

Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan berharap pembangunan di bidang kesehatan bisa direalisasikan dengan bantuan dana dari pemerintah pusat. Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana juga ada yang terpaksa dialihkan untuk penanganan Covid-19.