Skip to main content

TAHUN 2017, INHIL AKAN BANGUN 22 PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU)

957671885-pustuPemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, tahun ini akan membangun sebanyak 22 unit Puskesmas Pembantu (Pustu).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes menyebutkan, pembangunan puluhan Pustu yang akan disebar ke berbagai desa itu bertujuan memberikan pelayanan kesehatan secara merata ke pelosok desa.

“Insya Allah tahun ini akan dibangun lagi 22 Pustu di Inhil. Ke 22 pustu tersebut akan kita sebar pembangunannya ke desa-desa di Inhil ini. Pembangunan ini dilakukan kembali sebagai upaya Pemkab Inhil dalam menghantar pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa,” ungkapnya, di sela kunjungan Bupati Inhil HM Wardan, meresmikan Puskesmas di Kecamatan Concong, Jumat (17/2/2017).

Bukan cuma itu, kata H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes, Pemkab Inhil juga akan membangun tiga gedung Puskesmas di beberapa ibukota kecamatan serta sebuah gudang farmasi yang nantinya akan digunakan sebagai gudang obat bagi terjaminnya kebutuhan obat-obatan di Inhil.

“Untuk pembangunan Puskesmas itu akan disebar ke beberapa ibukota kecamatan. Masing-masing satu unit di Guntung, Selensen dan Kuala Enok. Sementara untuk Gudang Farmasi akan kita bangun di Tembilahan. Di sanalah nantinya kita dapat menyimpan obat-obatan sebagai stok kebutuhan Inhil,” terangnya.

Selain itu, sambung H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes, 2017 ini juga akan diadakan dua unit ambulans laut. Masing-masing boat dengan berkekuatan mesin 400 pk itu akan diletakkan satu unit di Inhil Utara dan satu unit di Inhil Selatan.

“Seperti yang disampaikan bupati saat sambutan tadi, kita terus mengupayakan bagaimana pelayanan kesehatan di Inhil ini dapat terus meningkat. Makanya berbagai cara kita lakukan, termasuk menjemput dana ke provinsi maupun pusat untuk keperluan itu,” tutup kadiskes.

TIM NUSANTARA SEHAT BERSAMA PKK LAKUKAN PEMBINAAN DESA SIAGA AKTIF

”Menjadi masyaIMG_0019rakat sehat adalah harapan dan cita-cita bersama. Ketika kita sehat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Sebaliknya jika kita sakit maka segalanya akan tidak dapat berjalan dengan baik, bekerjapun tidak dapat dilakukan, anak-anak juga susah untuk belajar.”  Kata Nurul Khairani kepada penduduk Desa Sungai Teritip.

Tim Based Nusantara Sehat Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman menggelar sosialisasi tentang desa siaga aktif kepada masyarakat yang ada di wiayah kerja, Sabtu (18/2/2017) pagi. Desa Sungai Teritip menjadi tempat sosialisasi perdana di Kecamatan tersebut dan akan diikuti di desa dan kelurahan selanjutnya.

Sebagai Penyelenggara yakni dari Tim Nusantara Sehat, menghadirkan TP PKK Kecamatan serta kader Posyandu bersama-sama melakukan pembinaan intensif. Sedangkan peserta yang hadir dalam sosialisasi Desa Siaga Aktif tersebut yakni para Aparat Desa, TP PKK Desa, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut kami sampaikan bahwa, desa siaga aktif adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumbar daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah terutama tentang kesehatan masyarakat.

Seperti bidang Kesehatan, kasus gawatdarurat yang dapat diatasi secara mandiri. Evaluasi tahun lalu memiliki catatan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Kateman yang tinggi. Dengan melakukan kemandirian atau kesiagaan masyarakat diharapkan dapat mengurangi dan menurunkan resiko kasus tersebut di tahun kedepan nanti.

Desa Teritip menjadi sasaran program ini, karena sering ditemukan kasus bayi/balita bawah garis merah (BGM) atau kurang gizi, adanya kasus suspect Demam Berdarah (DBD) yang terjadi setiap tahun. Selain itu ada juga kasus TB, HIV, dan penyakit lain yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat.IMG_0081

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada UPT Puskesmas Sungai Guntung bersama Tim NS yang menaruh harapan besar kepada masyarakat guna meningkatkan kesehatan di desa ini. Sesuai dengan amanat Perda Desa Siaga Aktif ini kami mendukung penuh pelaksanaannya.” Sambut Bapak Qahar yang merupakan Kepala Desa Sungai Teritip.

 

Penulis : Bagus Dwi Prayitno (Nusantara Sehat PKM Sungai Guntung)

PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU MELAKUKAN KEGIATAN PEMICUAN STBM DI DESA PEKANKAMIS

IMG-20170216-WA0030Pekankamis 16 Februari 2017. Sebagai wilayah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Hulu Masyarakat Kecamatan Tembilahan Hulu tepatnya di Desa Pekankamis, kini mulai berbenah dalam pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Puskesmas Tembilahan Hulu meningkatkan pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). STBM sendiri merupakan suatu pendekatan dalam rangka meningkatkan PHBS yang dalam hal ini khususnya untuk meningkatkan cakupan jamban sehat keluarga sehingga dapat terwujud target yg ingin di capai.

PHBS itu sendri merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Bpk. Zulakmal,SKM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir didampingi Kepala Tata Usaha Puskesmas Tembilahan Hulu Ibu Salmariantity, SKM.. Abdullah, SKM selaku pemegang program Kesling dan juga tampak Anggita Merry Mardini, SKM pemegang program promkes.

“Pemicuan kali ini kita juga memberi gambaran kepada masyarakat Desa Pekankamis bagaimana efek burukny bila tidak memiliki jamban sehat.. kata ibu Salmariantity, SKM selaku Kepala Tata Usaha Puskesmas Tembilahan Hulu”.

“Membuat kontrak kerja bersama masyarakat yang sadar pentingnya mempunyai jamban sehat di rumah masing-masing ujar Abdullah,SKM selaku pemegang program kesling di puskesmas Tembilahan Hulu”.

“Agar tercapainya tujuan kegiatan ini masyarakat disini mengadakan arisan jamban, Alhamdulillah penduduk Desa Pekankamis sangat antusias dan sadar akan pentingnya kesehatan, jelas anggita

IMG-20170216-WA0034Ibu Anggita juga menuturkan bahwa PHBS itu sangat penting, hendaknya setelah ini masyarakat sadar dan memahami bagaimana jamban keluarga yang sehat itu,

“pemeliharaan jamban keluarga sehat yang baik adalah lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air, bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban selalu dalam keadaan bersih.tambah Anggita”.

Sumber: Tenaga Promkes Anggita

 

AYAM BERTELUR MERAH SANGAT MEMBANTU MASYARAKAT DESA, SIMAK ASAL MULA CERITANYA

IMG-20170214-WA0019Banyak trik untuk membuat segalanya jadi mudah, seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Enok. Mengumpulkan masyarakat Desa untuk mensosialisasikan Gerakan Sayang Ibu (GSI) di Desa Pantai Seberang Makmur pada tanggal 13 Februari 2017 yang disampaikan oleh Kepala UPT Puskesmas Enok Heri Januari, SKM dan dibantu oleh Bidan Desa Pantai Seberang Makmur dan disertai pembentukan pengurus dana sosial masyarakat Desa Pantai Seberang Makmur oleh Lurah Suriansyah yang dihadiri oleh ketua RT dan RW se- Kelurahan Pantai Seberang Makmur.

Salah satu bentuk nyata dari kegiatan tersebut adalah membentuk kelompok Donor Darah hidup, membuat Sticker yang ditempelkan di depan rumah ibu hamil terutama bagi ibu hamil yang beresiko.  adapun tujuan dari membuat Sticker tersebut adalah agar masyarakat yang berada disekelilingnya mengetahui kalau ibu hamil tersebut beresiko, sehingga dengan mudah meminta pertolongan dan sebagai upaya awal mensiasati bagaimana menghindari kesulitan dalam proses persalinan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

IMG-20170214-WA0022Setelah mengetahui bahwa angka kematian merupakan indikator peka untuk menerangkan keadaan dari derajatn kesehatan dalam masyarakat. AKB dapat mencerminkan masalah kesehatan, diantaranya pelayanan ibu dan bayi, keadaan sosial ekonomi dan lain lain. Diharapkan setiap tenaga kesehatan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan.

 

PUSKESMAS KOTABARU BERIKAN PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK DI SMPN 01 KERITANG

IMG-20170216-WA0008Keritang, 14 Februari 2017. Bahaya merokok di kalangan pelajar perlu diwaspadai, Merokok sudah menjadi kebiasaan di segala usia dan mungkin bagi mereka yang sudah kecanduan merokok adalah suatu kebutuhan yang harus di penuhi. Tak terkecuali di usia sekolah banyak anak yang menghisap rokok dengan santai dan harus menghabiskan uang saku hanya untuk membeli sebatang rokok. Petugas Penyuluhan dan Promosi Kesehatan Puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang ibu Nova Yanti, SKM dan ditemani Royani Sartika, Str. Keb. Memberikan penyuluhan tentang bahaya merokok bagi manusia dan terutama sekali bahaya merokok pada usia remaja.

Didalam pemaparannya petugas penyuluhan kesehatan Puskesmas Kotabaru memaparkan segala hubungan kesehatan tentang bahaya merokok, maka paling tidak ada beberapa penyakit yang mulai menghinggapi. Merokok, dapat menabung berbagai macam penyakit berbahaya, seperti Kanker, Hepatitis, Diabetes, Gangguan pernapasan, Gangguan pada kesehatan Rahim, Penyakit Ginjal, Penyakit paru-paru, Serangan jantung, Stroke Dan berbagai macam gangguan kesehatan lainnya, yang tentunya akan merugikan dan juga membahayakan diri sendiri.

IMG-20170216-WA0010Melihat betapa pentingnya memberikan penyuluhan terhadap bahaya merokok bagi remaja Nova Yanti mengungkapkan bahwa Puskesmas merasa bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan kepada mereka.

Masih banyak diantara anak-anak kita dikalangan remaja yang mudah terpengaruh dan tidak mengerti akan bahaya merokok dan zat-zat lainnya terlebih lagi narkoba dan sebagainya. Karena faktanya mengkonsumsi atau merokok sama sekali tidak ada kepentingannya dengan kebutuhan hidup dan jelas mengganggu kesehatan, faktor utama remaja yang merokok adalah disebabkan faktor coba-coba dan mudah terpengaruh oleh pergaulan, oleh sebab itu mendapatkan penyuluhan sangat diperlukan oleh mereka semua tidak terkecuali pelajar pria maupun wanita. Terang Nova”

Setelah diberlakukannya peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Puskesmas Kotabaru dan telah diberikan penyuluhan-penyuluhan ke setiap sekolah yang berada di Kecamatan Keritang, diharapkan memberi perubahan dan berdampak positif terhadap jumlah perokok khususnya di usia remaja.

Sumber: Tenaga Promkes Kotabaru: Nova