Skip to main content

CATATAN HARIAN, SETAHUN BERKARIER SEBAGAI PROMOTOR KESEHATAN

Upaya promotif dan preventif telah lama digalakkan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah agar pelayanan kesehatan dapat menyuluruh dan merata tidak terlepas dari itu upaya promotif lebih menitik beratkan pada kegiatan yang bersifat mencegah sebelum datangnya suatu penyakit atau KLB (kejadian luar biasa).

Melalui peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) penekanan untuk kegiatan promotif dan preventif di puskesmas tergambar jelas. Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja puskesmas melalui upaya promotif dan preventif untuk mendukung pelayanan kesehatan di luar gedung.

Untuk itu dana BOK dapat digunakan untuk membayar 1 (satu) orang tenaga promosi kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan yaitu puskesmas. Adapun kontrak tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/kota yang mengacu pada peraturan yang berlaku.

Adapun ketentuannya tersebut sebagai berikut:

  1. Berpendidikan minimal D3 Kesehatan Masyarakat dengan peminatan promkes
  2. Diberikan honor minimal sesuai UMK yang berlaku dengan target kinerja
  3. Diberikan hak/fasilitas yang setara dengan staf Puskesmas lainnya termasuk JKN
  4. Lama kontrak maksimal 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketersedian anggaran dan capaian target kinerja

Setelah setahun saya berkarier sebagai tenaga kontrak suka dan duka, sudah saya jalani terjalnya kondisi di lapangan bukan menjadi penghalang untuk tetap mengabdi di masyarakat dan meyampaikan informasi kesehatan sekalipun akses yang sulit.

Disamping itu masih rendahnya capaian target imunisasi HB 0 (nol) untuk UPT Puskesmas Sungai Piring masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus sama-sama kita lakukan kerjasama antar lintas program dan masih rendah kesadaran masyarakat tentang berprilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  terlihat dari pendataan keluarga Sehat (KS) serta  sanitasi yang buruk masih terdapat Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di daerah perkebunan, itu juga masih menjadi kendala besar dalam menciptakan desa bebas ODF.

Semoga kedepannya tenaga promotor  ini tidak dipandang sebelah mata dan tetap mendapatakan dukungan dari berbagai pihak khusunya bidang Kesesehatan. Tenaga promotor ini juga harus aktif di setiap kegiatan luar gedung dan turun langsung kelapangan untuk melihat situasi dan kondisi kesehatan masyarakat dengan misi menyampaikan, menggali informasi dan memberikan penyuluhan tentang isu kesehatan dalam pekan terakhir.

“Tetap semangat dalam memberikan informasi kesehatan yang di butuhkan masyarakat, mencegah lebih baik dari pada mengobati serta sehat di mulai dari diri sendiri”, inilah moto hidup saya.

 

Editor : Saipur Rahman

Sumber : Tenaga Promkes UPT Puskesmas Sungai Piring Tuty Auliyah SKM

KHAWATIR DAMPAK ANEMIA, REMAJA MAINKAN PERAN DRAMA DARAH BERSAMA PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS PENGALIHAN ENOK

Kali ini beda dari biasanya, Pelajar remaja Putri menjadi perhatian yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh dunia kesehatan. Selasa 30 Januari 2018 Puskesmas Pengalihan Enok memberikan sosialisasi di sekolah MAN NURUL YAQIN sekaligus didampingi oleh petugas gizi, ibu dan promkes.

topik hangat kali ini adalah terkait dengan penanggulangan anemia pada remaja putri yaitu dengan pemberian tablet tambah darah sebagai persiapan untuk menjadi ibu hamil, karena wanita yang menikah atau hamil lebih banyak membutuhkan zat besi untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Akibat kekurangan zat besi pada ibu hamil antara lain akan mengalami keguguran, BBLR dan perdarahan, yang menjadi penyebab tertinggi kematian ibu melahirkan.

Mengingat Remaja putri pada masa peralihan dari anak menjadi dewasa , ditandai dengan perubahan fisik dan mental. Perubahan fisik ditandai dengan berfungsinya alat reproduksi seperti menstruasi (umur 10-19 th). Hingga sampai kepada kategori Wanita usia subur pada masa atau peroide dimana dapat mengalami proses reproduksi . Ditandai masih mengalami menstruasi (umur 15-45 th). Dimana dalam hal ini petugas Puskesmas Pengalihan Enok juga membuat permainan dengan cara memainkan peran/role play tentang ANEMIA dimana remaja putri melakukan drama bagaimana cara mengatasi anemia dengan tujuan agar remaja putri dapat lebih memahami dan mengingat tentang apa itu anemia, gejala anemia

Petugas kesehatan puskesmas memberikan tablet tambah darah pada remaja putri dan langsung diminum pada saat ini juga, karena apabila tidak diberikan Fe akan berdampak terhadap anemia dan memberikan edukasi akan dampak anemia pada remaja diantaranya:

  1. Menurunnya kesehatan reproduksi.
  2. Terhambatnya perkembangan motorik, mental dan kecerdasan.
  3. Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar
  4. Konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah dan dapat menurunkan produktivitas kerja.
  5. Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal.
  6. Menurunkan tingkat kebugaran.

Ditambahkan lagi oleh Petugas penyuluhan Promosi Kesehatan “Rahayu perlu dijelaskan sedari dini Anemia Gizi yang merupakan kekurangan kadar hemoglobin dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb dan dapat diatasi dengan cara mengatasai anemia dan minum tablet fe tersebut dalam “Drama Tablet Fe” sehingga jika ada temannya yang terkena anemia mereka bisa memberikan penjelasan tentang anemia kepada teman-teman lainnya. Oleh karena itu “MARI CEGAH ANEMIA DENGAN CARA POLA HIDUP SEHAT”

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) PENGALIHAN ENOK MELAKUKAN TES KEBUGARAN TERHADAP CALON JEMAAH HAJI

Pemeriksaan kesehatan tahap pertama dilaksanakan rabu, 26/01/2018 sebagai upaya penilaian status kesehatan pada calon jemaah haji tahun 2018. Dengan metode pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mendapatkan data kesehatan bagi upaya-upaya perawatan dan pemeliharaan, serta pembinaan dan perlindungan. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan  oleh Dokter umum yaitu dr. lili Indriani Sitanggang sekaligus pemegang program haji, serta 3 tenaga medis untuk pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji 2018 di Puskesmas Pengalhan Enok.

1 minggu berikutnya peserta Calon jemaah haji melaksanakan tes kebugaran, dengan tes rockport. Tes kebugaran ini untuk menilai ketahanan dan kekuatan fisik seseorang. Tes ini juga berguna untuk meningkatkan kinerja jantung, paru-paru dan otot. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan jam 07.30 WIB pagi calon jemaah sudah mulai berkumpul di Puskesmas dan melakukan pemeriksaan tekanan darah terlebih dahulu dan diberi nomor tanda peserta.

“Sebelum kegiatan dilakukan alangkah baiknya kita Pemanasan yang terlebih dahulu agar otot-otot tubuh tidak terjadi cedera karena aktivitas fisik yang berat dan mendadak”. Jelas dokter Lili Indriani.  Pemanasan dilakukan secara bersama-sama dipimpin oleh petugas dari Puskesmas. Peregangan otot-otot dari leher, tangan, kaki, dilakukan secara bergantian dalam hitungan 2 x 8. Setelah dirasa cukup untuk pemanasannya.

Setelah pemanasan selesai kemudian peserta calon jemaah haji untuk berbaris dan berjalan kaki ke tempat pelaksanaan tes kebugaran dan diberi intruksi untuk melewati jalan tersebut dengan cara berjalan kaki, jalan cepat ataupun berlari sesuai dengan kemampuan masing-masing sampai batas yang ditentukan kemudian berbalik ke tempat semula dengan rute yang ditempuh sekitar 1.600 meter.

Semua kegiatan tersebut adalah guna menunjang kebugaran tubuh dalam rangka mempersiapkan kegiatan ibadah haji nantinya. Rangkaian ibadah yang memerlukan kesehatan, kebugaran tubuh disamping kesiapan finansial dan mental serta kesiapan pengetahuan dan pemahaman mengenai rangkaian ibadah.

MENINGKATKAN KEMBALI PENGETAHUAN, IBU HAMIL DAN BALITA DIPERLOMBAKAN DI PUSKESMAS PENGALIHAN ENOK

UPT Puskesmas Pengalihan Enok mengadakan acara lomba Kelas Ibu Balita dan ibu hamil . Kelas ibu balita merupakan kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia 0-5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi, dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator dengan menggunakan buku KIA. kegiatan diadakan yaitu untuk Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, merubah sikap dan perilaku ibu hamil tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan & perkembangan anak.

Bukan hanya itu Bagi ibu balita dan keluarganya, kelas ibu balita merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, dan memperoleh informasi penting yang harus dipraktekan. Bagi petugas kesehatan, penyelenggaraan kegiatan lomba kelas ibu balita merupakan salah satu kegiatan untuk lebih mengetahui tentang kesehatan ibu balita, anak dan keluarganya serta dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan ibu balita serta keluarganya dan masyarakat.

Sedangkan lomba Kelas ibu hamil merupakan  kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 4 minggu sampai dengan 36 minggu ( menjelang persalinan ). Adapun Tujuan lomba kelas ibu hamil yaitu  meningkatkan kembali pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang materi – materi kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos / kepercayaan / adat istiadat setempat, penyakit menular seksual dan akte kelahiran. Olehkarena itu dalam lomba ini para ibu menjawab soal-soal yang sudah disediakan tim petugas kesehatan puskesmas pengalihan enok. Serta menambah wawasan tentang pengetahuan ibu balita dan ibu hamil.

PENTINGNYA MEDIA PUBLIKASI KESEHATAN

MCT INHILMedia sebagai saluran informasi merupakan salah satu komponen penting dalam menyampaikan pesan. Memilih media sebagai saluran menyampaikan pesan kesehatan dipengaruhi metode yang digunakan. Tidak terkecuali pada media informasi kesehatan pada hakekatnya alat bantu penyampaian kesehatan.

Dari segi teknologi sendiri telah menemukan sebuah revolusi sebagai pemegang peran sebagai media atau sarana lalu lintas informasi. Terasa cepat dan makin mudah dimiliki maupun penggunaannya, mulai dari perangkat keras mobile maupun desktop, perangkat lunak, jaringan maupun antar jaringan atau internet hingga munculnya trend media sosial.

Sudah kita ketahui bersama keterbukaan informasi  menjadi hak setiap orang untuk memperoleh informasi secara cepat, mudah, dan tepat waktu sesuai dengan Undang-Undang No. 14 tahun 2008. Disamping itu setiap lembaga publik memiliki kewajiban menyediakan informasi secara cepat, tepat berkala dan setiap saat.

Mengacu pada hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir telah memiliki media center team (MCT) yang sudah bentuk sejak satu tahun lalu pada bulan Mei 2016.  Dengan dibentuknya tim baru itu memiliki tugas pertama melakukan perpindahan system informasi kesehatan dari manual ke digital.

Pada waktu itu peluncuran Bridging System PCare BPJS dan Simpus ini dilaksanakan dalam rangka menjawab tantangan era digital. Melalui teknologi modern ini semua kegiatan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan akurat.

“Dengan diterapkannya Briding System ini diharapkan semua data, kegiatan bahkan semua informasi pelayanan kesehatan di Puskesmas dapat dilaksanakan dengan benar sesuai dengan prosedur dan dapat dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan Pihak BPJS,” kata Kadinkes H. Zainal Arifin, SKM, MKes.”

Memahami permasalahan kesehatan terkini diharapkan mampu menyampaikan informasi kesehatan terutama preventif sehingga timbul perubahan perilaku kesehatan masyarakat agar lebih mendahulukan mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan. Disamping itu Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir juga sudah memiliki website yang beralamat www.dinkes.inhikab.go.id  yang dapat diakses setiap saat.

Saat pelaksanaan system informasi kesehatan berjalan dengan baik maka penyampaian publikasi informasi kesehatan lebih mudah dilakukan kepada masyarakat. Proses publikasi dapat mempermudah dan dapat dilakukan melalui media apapun terutama lewat online. Informasi akan mengalir memasuki ke ruang-ruang public dari yang konvensional di papan informasi pengumuman , media online sampai dengan media massa.

Editor : Bagus Dwi Prayitno, SKM