Skip to main content

BUKAN HANYA MENJADI MASALAH PRIBADI TETAPI (BABS) JUGA MENJADI MASALAH PEMERINTAHAN DESA

IMG-20170520-WA0012Kebiasaan Buang Air Besar Sembarang Tempat (BABS) menjadi suatu kendala untuk desa yang ingin menerapkan 10 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  Rukun Tetangga (RT), dimana masih ada masyarakatnya yang masih buang air besar tidak pada tempatnya, misalnya saja membuang kotoran di sungai atau di parit yang menurut mereka lebih simple dan praktis serta tidak membutuhkan dana yang besar, susahnya mengubah kebiasaan tersebut membuat petugas melakukan pemicuan stop BABS di Desa Sungai Dusun Kelurahan Sungai Piring.

Tujuan dari Puskesmas Sungai Piring melakukan pemicuan ini agar dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, dimana masih terdapat beberapa persen (%) rumah tangga yang masih BABS atau membuang kotoran mereka keparit dan sungai yang mengalir, tepatnya di Desa Sungai Dusun.

Pemicuan ini di laksanakan dengan alasan masih ada dusun yang membuang kotoran mereka di parit-parit bahkan masih ada juga sistem WC terbang bagi masyarakat sebagian yang tinggal di kebun-kebun. Pemicuan ini tidak hanya dihadiri oleh Tomas, Toga ibu-ibu RT, tetapi staf desa pun ikut andil dalam kegiatan.

Menurut Kepala Puskesmas Sungai Piring yang diwakili penanggung jawab  program sanitasi Herman, AMK menuturkan bahwa BABS itu mempunyai dampak terhadap permasalahan kesehatan, seperti estetika atau keindahan, keamanan dan lain-lain. Misalnya masih tingginya angka kejadian diare,  cacingan, penyakit kulit akibat air yang sudah tercemar.

“Susahnya mengubah kebiasaan masyarakat ini, akan menjadi tantangan untuk kita agar selalu memberikan penyuluhan dan pendekatan kepada masyarakat untuk hidup lebih sehat tanpa merugikan kesehatan orang lain”, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *