Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Inhil Bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil, BRSDM, dan Satpol PP melakukan pengawasan pangan di Pasar Kayu Jati Tembilahan, Rabu (08/05/2019).

Ketua tim sidak yang juga Kepala Kantor BPOM di Kab Inhil, Ayi Mahpud Sidik Ssi Apt M.H mengatakan setiap bahan yang dicurigai dan diduga menggunakan bahan berbahaya serta pewarna tekstil, dibeli oleh tim sebagai sampel untuk di uji di laboratorium. Sampel yang diambil berjumlah 16 bahan pangan, yaitu mie basah dan mie kering, ikan teri, ikan asin, kerupuk jangek dan kerupuk sagu, ikan segar bumbut, udang segar, ayam segar, cendol, cincau, delima, cabe giling, terasi kiloan dan terasi kering, kolang kaling, tahu, tempe, serta cencalok.

“Berdasarkan hasil pengujian sampel, dari 16 bahan pangan tersebut, terasi kiloan dan terasi kering positif mengandung bahan berbahaya (pewarna textil, red)”, ungkap Ayi Mahpud Sidik saat dikonfirmasi media center team usai pengujian sampel.

“Alhamdulillah kita melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan pada bulan Ramadan, dan menjelang Idul Fitri. Tadi udah mulai melakukan sampling kemudian melakukan pengujian sampel. Kami melakukan sampling 16 sampel, dari 16 sampel diduga dua positif mengandung bahan berbahaya pewarna tekstil yaitu prodamin B,” tambahnya.

Berdasarkan informasi, terasi tersebut merupakan hasil produksi warga Kecamatan Tanah Merah. Ayi Mahpud mengatakan untuk menindaklanjuti hasil pengawasan tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan Disperindag Inhil.

“Kami akan berkoordinasi dengan Disperindag Inhil untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha, distributor, dan produsen. Berdasarkan informasi produsennya ada di Kecamatan Tanah Merah, Desa Sungai Pagar,” ungkapnya

Lebih lanjut Ayi Mahpud Sidik berpesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan, terutama terasi yang sudah terbukti mengandung pewarna textil tersebut.

“Pilihlah produk terasi yang warnanya tidak mencolok, jadi secara fisik masyarakat bisa mengenalnya, atau terasi yang sudah dikemas secara standar industri,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Silakan Masukkan Komentar Anda
Silakan Masukkan Nama Anda Disini