Skip to main content

Bidang Promosi Kesehatan Mendukung Program BKKBN Dengan Mendukung Program Kesehatan Untuk Mencegah Stunting

Dalam Rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dan dan Bidang Promosi Kesehatan dinkes Kab. Inhil Tembilahan. Mengadakan himbauan kepada masyarakat dalam bentuk poster dengan tema “Selamatkan Balita dari Bahaya Stunting dengan Membawa Balita anda ke Posyandu”.


Kepala seksi Bidang Promosi Kesehatan ibu Maria Hairani mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk mencegahnya dengan memantau pertumbuhan setiap bulan di posyandu.
“Kita terus mempromosikan kepada masyarakat untuk mau datang ke posyandu disamping itu juga meningkatkan kualitas pelayanan diposyandu, jadi sekarang posyandu tidak hanya sekedar melakukan penimbangan dan imunisasi akan tetapi banyak pelayanan kesehatan lainnya juga bisa didapatkan di posyandu, seperti KB, pemeriksaan kesehatan lansia, remaja dan deteksi dini penyakit tidak menular”.


Dengan Gerakan ini, kita bisa memantau kondisi tumbuh kembang Balita, sudah sesui dengan umurnya gak, balitanya ditimbang dan diukur tingggi badannya, kemudian kepandaiannya juga, balita mendapatkan makanan tambahan (PMT), sesuai umur, kemudian org tua balita juga mendapatkan konseling KB, ada edukasi tentang pengasuhan anak yang tepat serta pembinaan tumbuh kembang anak.

Bidan Koordinator Hadiri Evaluasi Kegiatan Kesejahteraan Keluarga (KESGA)

Foto : Holi/Dok.MCT Dinkes Inhil

Pertemuan Evaluasi program Kesejahteraan Keluarga (KESGA) di hadiri oleh Bidan Koodinator puskesmas se Kabupaten Indragiri Hilir dengan tema “Publikasi Stunting” di hotel Tembilahan Pratama, Tembilahan Kab. Inhil hari ini (09/06/2021).

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 (Lima) Tahun (Balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Itulah definisi Stunting yang di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhil Bapak H. Afrizal Darmawan.

Berdasarkan Data Stunting tahun 2019 mengalami 2.021 jumlah Stunting dengan 18,34% dan pada tahun 2021 mengalami pencapaian 1.266 jumlah Stunting dengan 3,75%. Pertemuan ini dilakukan berupaya untuk meningkatkan kinerja dalam pencegahan dan penanggulangan Stunting.

Foto : Holi/Dok.MCT Dinkes Inhil

Dalam pencegahan Stunting terdapat 8 aksi integrasi yang dilakukan yaitu :
1. Analisis Situasi
2. Rencana Kegiatan
3. Rembuk Stunting
4. Peraturan Bupati/Wali Kota
5. Pembinaan KPM
6. Sistem Manajemen Data
7. Penguuran dan Publikasi Stunting
8. Review Kinerja Tahunan

Surveilance yang meliputi pemantauan pertumbuhan anak, lingkungan, peilaku masyarakat dan menerapkan Perlaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga termasuk cakupan layanan Stunting seperti Pemeriksaan kesehatan ibu dan anak (KIA), Konseling gizi, Air minum dan Sanitasi dan Perlindungan Sosial dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan Stunting.

Rapat Tim Audit Maternal Perinatal (AMP) Oleh Dinas Kesehatan

Rapat pembentukan tim Audit Maternal Perinatal

Pada kesempatan ini, di hadiri dr. Alfianes SpOG (Spesialis Kandungan), Sekretaris PKK Kab. Inhil, IBI, Kabid PPM BAPPEDA, RSUD Puri Husada, RSUD Raja Musa dan Kepala Puskesmas se Kab. Inhil. Dinas kesehatan melakukan rapat tim audit maternal perinatal (AMP) di aula hotel Inhil Pratama (IP) Tembilahan pada Rabu (09/06/2021).

kurangnya pendidikan seputar kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor yang meyebabkan tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi serta tidak adanya pemeriksaan kehamilan (antenatal care) dan perawatan masa nifas dan kurang nya tenaga medis serta tidak di tangani di fasilitas kesehatan yang memadai.

pada tahun 2019 di Kabupaten Inhil ada 7 angka kematian ibu di sebabkan perdarahan dan 3 di sebabkan lain-lain dan pada tahun 2020 terdapat peningkatan menjadi 10 angka kematian ibu yang di usia ibu berumur 20-34 tahun dan jumlah kematian bayi pada tahun 2020 berjumlah 12 kematian.

Dengan adanya rapat tim Audit Maternal Perinatal (AMP) memacu pada tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi untuk itu perlu di lakukan rapat tim untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi dengan melakukan pembentukan tim Audit Maternal Perinatal (AMP) Kabupaten/Kota dengan melakukan persiapan adanya orientasi tim Audit Maternal Perinatal (AMP) dan pelatihan pengumpulan dan pelaporan data.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Menjamin Vaksin Aman dan Halal

Jabat tangan kepala dinas dengan salah satu anggota TNI
(foto : Holi/dok.MCT dinkes Inhil)

Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau Afrizal Darmawan menjamin vaksin covid-19 halal dan aman digunakan. Afrizal menjelaskan, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di Kabupaten Indragiri Hilir yang sudah melakukan vaksin tidak ditemukan gejala yang mengkhawatirkan.
Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Afrizal Darmawan mengungkapkan, vaksin covid-19 sudah melewati serangkaian pengujian serta mendapatkan sertifikasi dari badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
โ€œKarena sudah banyak dilakukan oleh forkopimda mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, sampai saat ini kita tidak ada menemukan gejala yang mengkhawatirkan. Jadi jangan percaya dengan berita-berita hoaks, umpamanya ada yang pingsan, meninggal, tidak usah kita percaya. Karna kita sudah mengalami, sudah banyak disuntik, insyaallah aman-aman saja.โ€
Karena vaksin covid-19 ini sudah dijamin aman dan halal, kepala dinas Kesehatan Indragiri hilir, Afrizal Darmawan menghimbau masyarakat tidak takut untuk diberikan vaksin covid-19. Kadis Kesehatan Indragiri HIlir juga mengingatkan, meskipun sudah mendapatkan vaksin, protokol Kesehatan tetap wajib dilakukan.

Pemantauan Kegiatan Vaksinasi Masal di Sungai Guntung Oleh Tim Dinas Kesehatan

Pemantauan keegiatan vaksinasi oleh tim Dinas Kesehatan dan Polsek Kateman

Sungai Guntung mengadakan vaksin masal bagi Lansia (Lanjut Usia) hari ini (07/06/2021) di lapangan Polsek Kateman Kecamatan Kateman.

Masyarakat yang hadir terutama Lansia dalam kegiatan vaksin masal tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengikuti alur pelayanan mulai dari pendaftaran sampai menunggu hasil evaluasi dan pengambilan kartu. berjalan nya kegiatan vaksinasi ini juga turut menghadirkan beberapa tim vaksinator yaitu Tim Puskesmas Sungai Guntung dan Tim dari RSUD Raja Musa.

Kegiatan vaksinasi ini juga di pimpin langsung oleh Kapolsek Kateman bapak Afrizal dan juga di pantau oleh tim dari dinas kesehatan, pada waktu apel Kapolsek Kateman bapak Afrizal menyampaikan bahwa sasaran vaksin untuk dosis pertama dan kedua ini kemungkinan berjumlah 500 orang.

Pelayanan kegiatan vaksinasi bagi Lansia (Lanjut Usia)

kegiatan vaksinasi ini juga turut menghadirkan aparat setempat terutama Polsek Kateman demi menjaga keamanan dan ketertiban. Setelah kegiatan vaksin selesai sasaran vaksin yang tercapai berjumlah 325 orang untuk dosis pertama dan kedua.