Skip to main content

Tindak Lanjut Kemenkes RI Terhadap Penyakit yang Disebabkan Oleh Binatang di Kecamatan Kuindra

Investigasi wabah serangga yang menyebabkan gatal yang sudah mengganggu masyarakat inhil di Desa Sungai Bela Kec. Kuindra Kab. Inhil pada Kamis (21/07/2022). Tindak Lanjut ini langsung dilakukan oleh Tim Investigasi Kemenkes RI dan Ahli Toxin beserta Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Kab. Inhil.

Setelah mengetahui  adanya berita mengenai penyakit yang disebabkan oleh serangga dari Dinkes Provinsi, Kemenkes RI langsung melakukan investigasi dengan membawa tenaga ahli toxin. Kabar baiknya warga yang dikabarkan terkena penyakit akibat serangga semuanya telah sembuh.

Investigasi dibagi menjadi 2 (Dua) Tim, Tim pertama melakukan pencarian kerumah masyarakat yang terkena penyakit yang disebabkan oleh serangga, dan Tim Kedua melakukan pencarian lokasi sarang serangga yang paling banyak ditemukan.

Identifikasi pastinya perlu dibawa sampel binatang untuk dilakukan pemeriksaan secara spesifik agar mengetahui kandungan yang ada pada serangga, untuk itu dilakukan pencarian habitat serangga yang dikabarkan telah mgangganggu kesehatan masyarakat.

Ahli toxin  dari Kemenkes RI dr. Tri Maharani menjelaskan serangga ini adalah jenis ngengat hanya saja ngengat ini mempunyai morfologi atau ketika belum menjadi dewasa atau masih menjadi ulat, bulu – bulu tadi yang bisa menyebabkan kita Alergi. Hewan ini menyebabkan  sebuah gangguan pada orang – orang yang mempunyai keadaan tubuhnya itu hyper sensitif terhadap senyawa – senyawa yang ada pada ngengat.

Kepala Desa Sungai Bela, Wandi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik jika bertemu serangga yang dikonfirmasi telah mengganggu aktifitas kesehatan masyarakat, dan jika ada didalam rumah hanya perlu mengusir dan cepat membersihkan keadaan rumah yang telah di hinggapi oleh serangga.

Sosialisasi BIAN Pada Anak Usia Dini Sebagai Cakupan Rutinitas Imunisasi.

TEMBILAHAN – Senin (23/05/2022)
Sosialisasi BIAN (Bulanan Imunisasi Anak Nasional) dilakukan oleh Puskesmas Tembilahan Hulu dengan sasaran para Anak dan Guru PAUD di Lokasi PAUD Riyadatul Jannah dan PAUD Sabilal Muhtadin Kec. Tembilahan Hulu Kab. Indragiri Hilir.

Sosialisasi BIAN dilakukan dalam upaya untuk mengatasi kesenjangan imunitas dan mengejar cakupan Imunisasi rutin yang menurun siginifikan akibat Pandemi.

Sejak Pandemi, kegiatan Imunitas sedikit terhambat karena adanya faktor yang bersifat sensitif seperti adanya pembatasan jarak serta terbatasnya kegiatan tatap muka.

“Anggita sebagai Penanggung Jawab Program PROMKES di Puskesmas Tembilahan Hulu menyebutkan Tujuan dari Sosialisasi BIAN perlu di ingatkan kembali kepada masyarakat serta Guru PAUD untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan BIAN yang diterapkan oleh Pemerintah untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi”

“Manfaat BIAN dapat mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, Rubella, Polia, Difteri, Pertusis ( Batuk Rejan), Hepatitis B, Pneumonia( Radang Paru) dan Maringitis, (Radang Selaput Otak) sambungnya lagi”

Harapan dengan dilakukan nya Imunisasi agar masyarakat yang memiliki anak Usia 9 Bulan – 15 Tahun untuk segera melakukan Imunisasi rutin serta mengetahui penting nya Imunisasi yang telah diterapkan oleh Pemerintah.

Workshop Penguatan Akreditasi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Indragiri Hilir

Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Indragiri Hilir mengadakan workshop “Penguatan Akreditasi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Indragiri Hilir” selama 3 hari, dari tanggal 18 – 20 Mei 2022 di salah satu hotel di Tembilahan.

Kegiatan ini diikuti 35 orang peserta dari Labkesda dan beberapa puskesmas di Indragiri Hilir. Materi tentang standar dan instrument akreditasi laboratorium Labkesda disampaikan langsung oleh pemateri dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu, dr. Willy A. Wullur, Sp.PK., dr. Amsahyuddin, Sp.PK., dan dr. Reni Lenggogeni, Sp.PK.

Foto : Aulia Firdaus/dok.MCT Dinkes Inhil
Foto : Aulia Firdaus/dok.MCT Dinkes Inhil

Dengan kegiatan workshop ini, diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas Labkesda Dinas Kesehatan Indragiri Hilir.

Sosialisasi Pemantapan SIMPUS dan Optimalisasi Penyusunan Data Profil Puskesmas

KEC BATANG TUAKA – KAMIS (11/05/2022)
Di Era Digital, kemudahan berbagai informasi sangat mudah untuk di akses. Untuk kemudahan dalam mendapatkan informasi seputar kesehatan, SIMPUS (Sistem Informasi Puskesmas) memberikan kemudahan sebagai pelayanan kesehatan dengan akses secara online.

Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir melakukan kegiatan Sosialisasi Pemantapan SIMPUS dan Optimalisasi Penyusunan Data Profil Puskesmas. Sosialisasi akan dilakukan di 3 (Tiga) Puskesmas seperti Puskesmas Sungai Piring, Puskesmas Sungai Iliran dan Puskesmas Teluk Pinang, kegiatan pertama dilakukan di Aula Puskesmas Sungai Piring pada Kamis (11/05/2022).

Sosialisasi Pemantapan SIMPUS ini diharapkan agar dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh seputar Informasi Kesehatan, saat ini Versi dari aplikasi SIMPUS sudah mencapai Versi 3.1.0. Sosialiasi Pemantapan ini bertujuan agar pengelolaan SIMPUS di Puskesmas lebih optimal.

Didalam pengembangan aplikasi SIMPUS yang terbaru, penyusunan data Profil Dinas Kesehatan Kab. Inhil akan lebih mudah tersusun dikarenakan beberapa laporan yang ada di tabel profil sudah ada sebagian di akomodir oleh SIMPUS.

Sehingga penyusunan profil di puskesmas yang ada di Kab. Inhil tidak lagi membutuhkan waktu yang panjang karena sudah dapat memangkas beberapa tahapan yang selama ini dikerjakan dalam penyusunan profil dan terhubung didalam cakupan Profil Dinas Kesehatan dengan menggunakan satu aplikasi SIMPUS.

Untuk itu dilakukan penyesuaian dan kerjasama kepala Puskesmas se kab. Inhil untuk menggerakkan pengelola program dan terutama sekali petugas SIK Puskesmas.