Skip to main content

Alur Pemeriksaan Pasien PDP Covid-19 yang Meninggal di Kabupaten Inhil

ilustrasi

A (65 tahun) Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi Covid-19 di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggal dunia, Kamis (9/4/2020) lalu.

Awalnya, selasa (31/3) lalu pasien datang ke Puskesmas Tembilahan Kota dengan keluhan demam dan sakit kepala.

Pasien langsung ditangani dan dilakukan skreening oleh petugas tanpa ada faktor resiko.

Pasien pun dibawa ke poli lansia dan dilayani oleh dr Dwi lestari, dr Fitri dan perawat.

Saat itu, ketiga insan kesehatan melakukan cek tensi kepada pasien, pasien juga diambil darah di ruangan laboratorium.

“dr Dwi lestari mengatakan bahwa ada dugaan suspek DHF dan Tifoid,” ucap kepala Puskesmas Tembilahan Kota Dr.dwi agustina fajarwati, Rabu (15/4/2020).

dr Dwi lestari langsung memberikan saran untuk dirawat di rumah sakit namun pasien menolak berhubung anak pasien tersebut adalah bidan dan anak pasien menyarankan untuk diinfus di rumah saja.

Setiap hari anak pasien melaporkan kepada dr Dwi melalui telepon dan WhatsApp bahwa pasien masih dalam keadaan sakit kepala dan demam hingga larut dengan keluhan mual jika makan dan minum.

“Di hari Rabu (1/4) dr Dwi lestari menambahkan obat cefixime 2×100 mg karena dugaan Tifoid nya juga besar hingga hari Jum’at dr Dwi langsung menyambangi pasien di rumahnya untuk mengecek kondisi tubuh pasien semua baik dan stabil,” kata Kapus.

Kata Kapus, pasien juga aktif dan berbicara masih normal namun mengeluhkan sakit kepala.

Esok harinya, dr Dwi lestari meminta untuk cek ulang darah pasien dan pasien di periksa di Puskesmas kembali dalam keadaan trombosit makin turun.

Kembali lagi dr Dwi lestari menyarankan untuk dirawat dirumah sakit tetapi keluarga tetap menolak hingga jam 2 malam anak pasien melapor bahwa infus pasien membengkak.

Sore harinya, keluarga pasien akhirnya makin merujuk ke Rumah Sakit Umum Puri Husada (RSUD PH) Tembilahan.

dr Dwi lestari memberitahu keluarga pasien untuk melaporkan obat-obatan yang sudah diminum selama ini kepada pihak RSUD PH hingga hari Minggu pasien mulai batuk batuk hingga sesak, hingga dirawat di ruangan VIP.

Senin pagi dr Halomoan konsultasi bersama dr Alexis dan dan mereka mendiagnosis hospital acquired pneumonia (HAP), kemudian di Rontgen dan dilakukan Rapidtes.

Setelah diketahui hasil Rapidtes adalah Reaktif dan pasien langsung dipindahkan di ruangan isolasi RSUD.(ded)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *