Tembilahan [04/12/2025] — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan menyepakati sejumlah langkah strategis dalam Pertemuan Diseminasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMP-SR) sebagai upaya penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa rumah sakit wajib melaksanakan audit internal terhadap setiap kasus kematian ibu dan anak. Sementara itu, puskesmas bertanggung jawab melakukan pengkajian kematian ibu dan anak paling lambat 1×24 jam setelah kejadian, sebagai bagian dari sistem surveilans dan respon yang cepat dan terintegrasi.

Tim AMP-SR Kabupaten Indragiri Hilir juga akan mengadakan rapat atau pertemuan rutin secara periodik minimal setiap triwulan. Pertemuan ini bertujuan untuk konsolidasi, integrasi, dan harmonisasi lintas profesi dan lintas sektor dalam pelaksanaan AMP-SR, termasuk tindak lanjut rekomendasi hasil audit.
Dari sisi regulasi, pemerintah daerah mendorong percepatan penerbitan Peraturan Bupati tentang persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, dukungan anggaran melalui APBD akan dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan penting, seperti USG, ventilator, laboratorium kimia, serta alat keselamatan pasien (mix safe). Pemenuhan bahan medis habis pakai (BMHP) yang masih kurang, seperti stik protein urine dan stik hemoglobin (Hb), juga menjadi perhatian utama.
Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, diperkuat melalui peningkatan skrining layak hamil, deteksi dini risiko kehamilan, serta pelayanan antenatal care (ANC) berkualitas. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan kecacingan dan pemberian obat cacing pada calon pengantin, pemeriksaan Hb dan protein urine, pemberian tablet tambah darah minimal 180 tablet bagi ibu hamil, serta pencegahan preeklampsia melalui pemberian aspilet, vitamin D, dan kalsium.Untuk meningkatkan kompetensi klinis, bidan dan dokter direncanakan mengikuti program magang selama satu bulan di rumah sakit umum, khususnya di ruang NICU dan kebidanan. Bidan juga didorong untuk berkolaborasi dengan lintas sektor dalam menjangkau dan mencari sasaran ibu hamil, sehingga seluruh ibu hamil dapat memperoleh pelayanan ANC secara menyeluruh.

Koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) akan diperkuat guna menjamin ketersediaan darah bagi ibu bersalin dan bayi. Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) diharapkan dapat membantu kasus rujukan yang tertunda akibat kendala pembiayaan.Organisasi profesi seperti IBI, IDI, dan PPNI berkomitmen untuk berkolaborasi dengan puskesmas dalam memastikan seluruh klinik dan Praktik Mandiri Bidan (PMB) memiliki alat pulse oximeter, khususnya untuk penanganan kasus penyakit jantung bawaan (PJB) kritis. Selain itu, kunjungan ibu nifas (KF) dan neonatus (KN) akan terus diperkuat.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IDI dan Dinas Kesehatan terkait penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Maternal Perinatal.
Edukasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat akan dilakukan melalui seminar organisasi profesi serta pemanfaatan media video edukasi. Layanan telemedicine atau konsultasi spesialis juga akan dioptimalkan bagi pasien yang enggan dirujuk, guna memastikan pelayanan tetap optimal. Penguatan program kesehatan ibu dan anak turut diiringi dengan perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan agar data lebih akurat dan dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan.
DPRD Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan kesiapan mendukung penganggaran untuk penurunan angka kematian ibu dan anak, termasuk pengadaan alat kesehatan. Kepala UPT Puskesmas menekankan pentingnya peran dukun agar tidak menonjol dalam pertolongan persalinan serta perlunya penegakan Peraturan Bupati tentang persalinan di fasilitas kesehatan.Selain itu, disoroti pula regulasi BPJS Kesehatan terkait rujukan, serta perlunya solusi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pelayanan maternal dan perinatal di daerah.

Melalui kesepakatan ini, diharapkan pelaksanaan AMP-SR di Kabupaten Indragiri Hilir semakin efektif dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.
