Skip to main content

PPKM Level 3, Pemerintah Segera Lakukan Patroli Untuk Setiap Kecamatan.

Foto: Dok.UPT Puskesmas Sungai Piring

SUNGAI LUAR – Sabtu (31/07/2021)
PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) adalah kebijakan Pemerintah untuk menangani Pandemi Covid-19. PPKM Kriteria Level 3 (Tiga) telah diberlakukan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Sebagaimana diketahui bahwa didapatkan data kasus di Provinsi Riau sebanyak 1.428 kasus yang tersebar diberbagai wilayah Provinsi Riau sejak tanggal 27 Juli 2021. Dan menindaklanjuti instruksi Bupati Indragiri Hilir dengan nomor : 1038.70/INS/VII/2021/336.5 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Kriteria Level 3 Ditingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan Sampai Dengan Tingkat Rukun Warga, Rukun Tetangga Yang Berpotensi Menularkan Corona Virus Disease 2019.

Dengan menetapkan dan mengatur Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Keriteria Level 3 (Tiga) di Kabupaten Indragiri Hilir dengan memperhatikan situasi Pandemi mulai tanggal 26 Juli 2021 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2021.

Sesuai surat edaran yang telah diberikan, Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka melakukan kegiatan PPKM Kriteria Level 3 yang dimulai sejak jam 08:00 WIB sampai dengan selesai pada sabtu (31/07/2021). Kegiatan ini dilakukan dipasar Desa Sungai Luar dengan melibatkan langsung Tim Satgas Covid-19, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Pihak Kecamatan, Pihak Kelurahan dan Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Puskesmas Sungai Piring.

Foto: Dok.UPT Puskesmas Sungai Piring

Selain Patroli dan Penyekatan Jalan, Hermansyah Petugas Puskesmas Sungai Piring juga mengatakan pengecekan suhu tubuh juga dilakukan kepada sebagian warga yang melintas serta pedagang pasar yang berinteraksi dengan masyarakat dan juga ada penyuluhan seperti himbauan dari Tim Satgas Covid-19 kepada masyarakat dan pedagang.

Tetap mematuhi Protokol Kesehatan kepada seluruh masyarakat Indragiri Hilir dengan melakukan 5M yaitu: Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan dan Membatasi Mobilitas. Kegiatan PPKM ini sebagai bentuk penanganan serta pencegahan virus Covid-19 agar tidak bertambah di Kabupaten Indragiri Hilir sebagaimana yang telah diberitahukan dari surat edaran yang dikeluarkan Bupati Indragiri Hilir.

Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kader Posyandu dan Petugas Kesehatan

Foto : DOK.UPT Puskesmas Pelangiran

KPM adalah warga masyarakat Desa yang dipilih melalui musyawarah Desa untuk bekerja membantu pemerintah Desa dalam memfasilitasi masyarakat Desa dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pembangunan sumberdaya manusia di Desa. Kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melakukan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kader Posyandu dan Petugas Kesehatan dengan tema “Cegah Stunting Itu Penting” diberbagai Kecamatan.

Pembinaan ini dilakukan dalam upaya untuk mengingatkan kembali tentang tugas dan fungsi KPM di Desa, yaitu salah satunya Mensosialisasikan kebijakan konvergensi pencegahan stunting di Desa kepada masyarakat di Desa, termasuk memperkenalkan tikar pertumbuhan untuk pengukuran panjang/tinggi badan baduta sebagai alat deteksi dini stunting.

Memfasilitasi suami ibu hamil dan bapak dari anak usia 0-23 bulan untuk mengikuti kegiatan konseling gizi serta kesehatan ibu dan anak. Memfasilitasi masyarakat Desa untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program/kegiatan pembangunan Desa untuk pemenuhan layanan gizi spesifik dan sensitif.

Melaksanakan koordinasi dan/atau kerjasama dengan para pihak yang berperan serta dalam pelayanan pencegahan stunting, seperti bidan Desa, petugas puskesmas (ahli gizi, sanitarian), guru PAUD dan/atau perangkat Desa.

Foto: DOK.UPT Puskesmas Sungai Guntung

Pembinaan ini dilakukan diberbagai kecamatan seperti di Puskesmas Pelangiran dan Puskesmas Sungai Guntung, tujuan pembinaan ini untuk pencegahan dan penanganan stunting yang ada di Kab. Indragiri Hilir. perlu dilakukan kerjasama antara Desa dan lintas sektor serta peran Puskesmas untuk terus membina Kader yang telah dipilih untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan stunting.

Pembinaan ini juga bertujuan untuk lebih meningkatkan daya pengetahuan KPM dalam pencegahan dan penanganan stunting agar saat pendataan yang dilakukan Kader tidak terjadi salah penginputan data saat melakukan posyandu yang dilakukan disetiap masing-masing kecamatan.

Ada Yang Isolasi Mandiri Dirumah, Bagaimana Cara Pengelolaan Limbah Covid-19

Foto : Mesin Incinerator

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.

Limbah medis adalah hasil buangan dari suatu aktivitas medis. Limbah medis harus sesegera mungkin diolah setelah dihasilkan dan penyimpanan menjadi pilihan terakhir jika limbah tidak dapat langsung diolah. Faktor penting dalam penyimpanan limbah medis adalah melengkapi tempat penyimpanan dengan penutup, menjaga areal penyimpanan limbah medis tidak tercampur dengan limbah non-medis, membatasi akses lokasi, dan pemilihan tempat yang tepat.

Sebagaimana di ketahui bahwa dalam masa pandemi limbah semakin banyak salah satunya adalah limbah covid seperti masker, handscuun dan lain lain bagaimana cara pengelolaan limbah nya, terutama pada tempat yang memfasilitasi ruang isolasi terhadap pasien covid tentu harus mempunyai tempat pembuangan limbah sendiri. Dan jika untuk yang isolasi mandiri di rumah bagaimana cara pengelolaan limbahnya tentu ini jadi perhatian khusus terutama pada ruang lingkup kesehatan dan lingkungan hidup.

Telah dijelaskan oleh Leni Rosita Kasi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir bahwa pengelolaan limbah covid untuk yang isolasi mandiri di rumah limbah nya tidak boleh bercampur dengan limbah rumah tangga harus ada tempat khusus untuk limbah covid nya kemudian di bungkus dengan rapi setelah itu nanti akan di jemput oleh DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) limbah nya untuk di bawa ke Incinerator yaitu tempat pemusnahan limbah medis.

Tentunya sebelum pengelolaan limbah bagi yang isolasi mandiri di rumah sudah mendapatkan edukasi dari Puskesmas tentang cara pengelolaan limbah. Setelah limbah telah di bungkus dengan tempat khusus kemudian Puskesmas berkoordinasi dengan DLHK untuk menentukan titik jemput limbah, gunanya untuk menghindari petugas lingkungan terjadinya kontak akibat pembuangan limbah covid.

Tes PCR Massal di Desa Belaras Kecamatan Mandah

Sumber: Dok.UPT Puskesmas Bekawan

BELARAS – Selasa (27/07/2021)
Jika sudah yang terkonfirmasi positif, tes PCR (polymerase Chain Reaction) harus dilakukan terutama kepada yang melakukan kontak erat seperti yang terjadi di Desa Belaras Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir.

Tentu saja tes PCR ini dilakukan untuk mengetahui hasil kepada yang melakukan kontak erat terutama untuk mengetahui apakah yang melakukan kontak erat juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Benar kami melakukan tes PCR, karena beberapa hari yang lalu ada warga Desa Belaras yang mengalami sakit jantung, setelah itu dia demam kemudian di rujuk ke Rumah Sakit di Batam, setelah itu pasien meninggal dan kami mendapat hasil labor dari rumah sakit Batam bahwa yang meninggal sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19″. Kata Supardi Kepala UPT Puskesmas Bekawan

H. Salfianto juga menambahkan saya juga melakukan tes PCR karna saya juga ikut mengambil sampel tes PCR kepada yang melakukan kontak erat, untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19.

“Untuk saat ini semua yang melakukan kontak erat sudah kami lakukan tes PCR sebanyak 39 orang dan sudah di antar hasil tes nya ke Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, mungkin 3 sampai 7 hari hasil sudah keluar, setelah hasil keluar kami juga akan menindak lanjuti hasil yang telah kami dapat nantinya tutup Supardi

Proses Belajar Mengajar Mulai Aktif, Monitoring PROKES (Protokol Kesehatan) Sekolah Tatap Muka Perlu Dilakukan.

Sumber: Dok.UPT Puskesmas Kuala Enok

Kuala Enok – Senin (26/07/2021)
Monitoring PROKES (Protokol Kesehatan) tidak hanya dilakukan untuk kegiatan beraktifitas saja, namun saat proses belajar mengajar juga penting untuk dilakukan seperti yang dilakukan Puskesmas Kuala Enok bersama lintas sektor melakukan kegiatan monitoring PROKES di beberapa sekolah. Kecamatan Tanah Merah Kab. Indragiri Hilir.

Kegiatan monitoring ini dilakukan bersama lintas sektor dan juga diikuti oleh Polsek Tanah Merah Danramil serta jajarannya karena sebagai penegakan dan tim monitoring peraturan prokes dalam sekolah yang melakukan proses belajar mengajar tatap muka.

“Bentuk kegiatan seperti monitoring ini kami memantau bagaimana pihak sekolah yang melakukan proses belajar tatap muka mengkuti protokol kesehatan seperti anak selalu menggunakan masker saat belajar, sebelum masuk kelas pengecekan suhu terlebih dahulu dan tetap melakukan cuci tangan sebelum mulai proses belajar mengajar”. kata Syum Kepala UPT Puskesmas Kuala Enok melalui audio whatsapp.

“Selain itu proses belajar mengajar juga ada sistem pergantian seperti 2 jam belajar kemudian di ganti dengan kelas yang lain” tambahnya lagi

Sumber: Dok.UPT Puskesmas Kuala Enok

Monitoring ini juga sebagai bentuk mengingatkan kembali kepada tenaga pendidik untuk tetap mematuhi protokol kesehatan bagaimana pelaksanaan nya mengikuti sesuai dengan protokol kesehatan. selain monitoring ada juga penyuluhan tentang Covid-19 yaitu penularan dan pencegahan, serta penting nya Protokol Kesehatan.

“Ada sebagian sekolah yang mengikuti proses belajar dengan fasilitas internet (online) ada juga sebagian sekolah yang mengikuti proses belajar tatap muka itu berdasarkan kebijakan sekolah masing-masing karena kuala enok masih termasuk zona hijau” tutup Syum.