7 Puskesmas Di Inhil Sudah Bisa Melakukan Swab


Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Inhil, Subowo Radiyanto, SKM M.Kes

Untuk memaksimalkan proses pengambilan sample tes swab, Dinas Kesehatan Inhil melakukan pelatihan kepada beberapa puskesmas yang ada.

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Inhil melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Inhil, Subowo Radiyanto, SKM M.Kes jika dahulu swab hanya bisa dilakukan dirumah sakit Puri Husada dan Raja Musa Guntung, Sekarang UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Inhil dan ditambah beberapa puskesmas sudah dilatih, sehingga mereka bisa mengambil swab sendiri kemudian dikumpulkan ke dinas kesehatan untuk dikirim ke laboratorium pekanbaru.

“Puskesmas yang sudah dilatih adalah Puskesmas Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Gajah Mada, Kuala Lahang, Enok, Pulau Burung, Sungai Guntung,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pelatihan ini dimaksudkan untuk mencapai target yaitu pengambilan swab 47 orang perhari seperti instruksi Gubernur Riau.

“Nanti kita akan mendahulukan daerah mana yang terdampak covid dengan resiko tinggi,” lanjutnya.

Resiko tinggi itu dijelaskannya seperti antara lain Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) tapi ada kontak dengan pasien positif covid, kemudian ada Orang Dalam Pantauan (ODP) serta Tenaga-tenaga Kesehatan yang menangani covid-19.

“Jika ini sudah semua, baru kita ke mereka yang bergerak menangani covid yang kemungkinan bisa terpapar seperti Satpol PP, tokoh-tokoh masyarakat, Alim Ulama dan lanjut usia diatas 50 tahun keatas,” sebutnya.

Dari pelaksanaan swab massal ini, dikatakan Subowo diharapkan dapat menjaring sebanyak-banyaknya dan juga harus disertai dengan penjaringan diperbatasan-perbatasan, termasuk dipelabuhan-pelabuhan, jadi sesuai dengan surat edaran gubernur.

“Mereka yang datang ke Indragiri Hilir harus membawa surat keterangan rapid test dengan hasil non reaktif,” sebutnya lagi.

Ia pun berharap semua puskesmas tetap waspada, tetap mengerahkan tenaga semaksimal mungkin untuk bisa tracking dan tressing jika ada kasus.

“Karena kita tidak tau apakah kasus ini hanya berhenti sampai disini. Selalu berkoordinasi dengan lintas sektor untuk upaya promotive dan prefentive. Kemudian kepada seluruh masyarakat, kami menyarankan dimanapun dan kapanpun tetap menerapkan protokol kesehatan, karena disitu kita bisa mencegah penyebaran covid 19”, tutupnya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *