IMG-20171130-WA0029Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu alat untuk  mengukur mutu pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas serta mendapatkan pengakuan formal yang diberikan Badan Akreditasi terhadap kompetensi yang dimiliki oleh Puskesmas. Sesuai dengan Permenkes Nomor 46 Tahun 2015, pada tahun 2017 pelaksanaan akreditasi Puskesmas dilaksanakan secara Nasional diseluruh Indonesia melalui Kementrian Kesehatan RI. Menyikapi Permenkes tersebut, pada tahun ini Kabupaten Indragiri Hilir akan mempersiapkan beberapa Puskesmas yang akan dilaksanakan survei akreditasi Puskesmas tersebut.

Berbagai kegiatan dokumen pendukung dan aspek legalitas lainnya telah dipersiapkan Tim secara bersama dan terkoordinasi. Semuanya dilakukan dalam rangka mempersiapkan Puskesmas agar dapat melalui survei akreditasi dengan harapan mendpatkan hasil yang memuaskan.

Pada kamis (09/11), Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas yang berasal dari Komisi Akreditasi FKTP Kementrian Kesehatan RI dr. H. Zuhri Karim, MHSM, OTM & H, CHT (Surveyor Bidang UKP), dr. Ari Nardini, M. Si (Surveyor Bidang Admen), dr. Azwar Djauhari, MSc (Surveyor Bidang UKM) telah tiba di Kabupaten Indragiri Hilir untuk mulai melaksanakan tugasnya. Kedatangan Tim ini disambut langsung oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Rahmi Indrasuri SKM, M.KL  beserta jajarannya, Kepala UPT Puskesmas Kempas Jaya (Suharmin, SKM. MM) didampingi Kasubagg TU (Supriyono, AMF) beserta jajarannya dan tamu dari Puskesmas Pengalihan Keritang, Puskesmas Pengalihan Enok, Puskesmas Selensen, dan Puskesmas Tembilahan Hulu untuk melihat langsung prosses akreditasi.

Tingkatan status disusun secara berjenjang dengan sebutan strata dimulai dari yang terendah yaitu Strata Akreditasi Dasar, Madya, Utama dan yang tertinggi adalah Paripurna. Strata ini menjadi bukti standar yang sudah dicapai Puskesmas. Terlaksana Akreditasi Puskesmas bukan ditentukan oleh kegiatan survei selama tiga hari  saja, tetapi bagaimana membuat puskesmas sedemikian rupa agar benar – benar layak untuk mendapat pengakuan. Kondisi ini tidak boleh sesaat saja, tetapi harus kontinyu, terstruktur dan menyeluruh hingga konsistennya. Oleh karena itu perlu adanya komitmen mulai dari Kepala Puskesmas hingga staff terkecil, disertai dengan pembinaan pendamping dari Dinas Kesehatan. Begitu repotnya menjadikan Puskesmas terakreditasi, sehingga terlihat seperti suatu keterpaksaan atau keharusan, tetapi dengan semangat dan kerjasama panitia dan petugas puskesmas lainnya semua terasa ringan.

“Puskesmas merupakan ujung tombak dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dasar ditiap kota dan kabupaten, sehingga pelayanan harus dioptimalkan”, tutur Kepala UPT Puskesmas Kempas jaya Suharmin, SKM, MM

Editor : Octaverina, SKM (Promkes Puskesmas Kempas Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here