KIBAnak balita merupakan salah satu populasi paling beresiko terkena bermacam gangguan kesehatan (kesakitan dan kematian). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 40/10.000 Kelahiran Hidup. Salah satu program kesehatan yang diharapkan dapat turut berperan aktif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak balita adalah buku Kesehatan Ibu dan Anak (buku KIA), yaitu suatu buku yang berisi catatan kesehatan Ibu mulai kehamilan hingga anak berusia 5 tahun yang berisi informasi cara menjaga kesehatan. Namun tidak semua ibu mau/dapat membaca buku KIA karena berbagai sebab atau alasan, misalnya malas membaca, tidak punya waktu membaca, sulit mengerti atau memang mengalami buta aksara.

Untuk itu,UPT Puskesmas Tembilahan Kota melaksanakan kelas ibu balita di lima kelurahan, dan kelurahan seberang Tembilahan salah satunya. Pada kamis (21/10/2017) lalu, adalah pertemuan yang kelima di Kelurahan Seberang Tembilahan, sekaligus pertemuan penutupan. Peserta ada 15 orang, dari 5 kali pertemuan diperoleh 3 orang sebagai peserta terbaik dan setiap ibu memdapatkan sertifikat karena telah berpartisipasi dalam kegiatan kelas ibu balita,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota melalui pemegang program Anak, Rosa Handayani SST.

“Bagi petugas kesehatan, penyelenggaraan kelas ibu balita merupakan media untuk lebih mengetahui tentang kesehatan ibu balita, anak dan keluarganya serta dapat menjalin hubungan lebih erat dengan ibu balita serta keluarganya dan masyarakat,” paparnya.

Dijelaskannya bahwa tujuan kelas ibu balita ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, merubah sikap dan perilaku ibu hamil tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan balita. Selain itu, bagi ibu balita dan keluarganya, kelas ibu balita merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, dan memperoleh informasi penting yang harus dipraktekkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here