DSCF2421Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas yang berorientasi kepada pasien, diperlukan sebuah tata kelola obat yang yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pelayanan kefarmasian, untuk itu Dinas Kesehatan melalui bidang SDK (Sumber Daya Kesehatan) menggelar pertemuan pengelola obat puskesmas se-Kabupaten inhil yang dipusatkan di aula Hotel Inhil Pratama (IP). (25/10/2017)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin SKM, M.Kes dalam arahannya mengatakan kesehatan adalah hak asasi manusia dan setiap penduduk berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sesuai dengan kebutuhan. Dalam upaya pelayanan kesehatan, ketersediaan obat dalam  jenis yang lengkap, jumlah yang cukup, terjamin khasiatnya, aman, efektif dan bermutu dengan harga terjangkau serta mudah diakses adalah sasaran yang harus dicapai.

“Obat merupakan salah satu komponen yang tidak tergantikan dalam pelayanan kesehatan”, ucap Kadiskes

“Peranan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang benar dan tepat dalam penggunaan obat  sangat dibutuhkan”,tambahnya

lebih lanjut H. Zainal Arifin SKM, M.Kes mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran yang sangat cepat mengisyaratkan perlunya setiap praktisi kesehatan untuk mengantisipasi dengan senantiasa melakukan update  terhadap informasi-informasi terbaru termasuk dalam penggunaan obat rasional.

“Harapan kita dengan pertemuan ini, mampu meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan khususnya pengelola obat tentang  program kefarmasian dan penatalaksanaan obat di puskesmas”, tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here