WhatsApp Image 2017-08-15 at 13.55.04SELASA 15 Agustus 2017. Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 4 minggu sampai dengan 36 minggu ( menjelang persalinan ). Tujuan kelas ibu hamil adalah meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos / kepercayaan / adat istiadat setempat, penyakit menular seksual sampai kepada akte kelahiran.

Keuntungan kelas ibu hamil adalah materi diberikan secara menyeluruh dan terencana, penyampaian materi lebih komprehensif karena ada persiapan petugas sebelum penyajian materi, dapat mendatangkan tenaga ahli untuk memberikan penjelasan mengenai topik tertentu, waktu pembahasan materi menjadi efektif karena pola penyajian materi terstruktur dengan baik, ada interaksi antar petugas kesehatan dengan ibu hamil pada saat pembahasan materi dilaksanakan. Dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, dilakukan evaluasi terhadap petugas kesehatan dan ibu hamil dalam memberikan penyajian materi sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pembelajaran.

WhatsApp Image 2017-08-15 at 13.55.11Sasaran peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 4 sampai 36 minggu karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat. Jumlah peserta kelas ibu hamil maksimal 10 orang setiap kelas, jika diperlukan suami/ keluarga diikut sertakan. di UPT Puskesmas Tembilahan Hulu mengadakan kelas ibu hamil, tidak hanya di puskesmas induk, di puskesmas pembantu wilayah kerjanya juga mengadakan kelas ibu hamil.

tidak hanya materi seputar kehamilan, persalinan dan masa nifas saja, petugas puskesmas juga mengajarkan gerakkan gerakkan seperti senam hamil yang sangat baik untuk ibu hamil. Karu KIA “kami berharap dengan dibuka nya kelas ibu hamil ini calon ibu dapat mengetahui apa apa saja yang akan mereka alami selama proses kehamilan sampai persalinan yang nantinya bisa menekan angka kematian ibu dan bayi”

promkes : Anggita merry mardini, SKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here