WhatsApp Image 2017-08-14 at 16.49.02STBM merupakan pendekatan untuk merubah prilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemiciuan. Saat ini STBM adalah sebuah program nasional di bidang sanitasi berbasis masyarakat yang bersifat lintas sektoral. Program ini dicanangkan pada bulan Agustus 2008 oleh Menteri Kesehatan RI. Pada bulan September 2008 STBM dikukuhkan sebagai Strategi Nasional melalui Kepmenkes No 852/Menkes/SK/IX/2008. Strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan intansi yang terkait dalam penyusunan perencnaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi total berbasis masyarakat. Strategi Nasional STBM memiliki indikator outcome yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

UPT Puskesmas Kempas Jaya memiliki tenaga ahli bagian Kesling (Muhammad Ali, AMKL) dan Promkes (Octaverina, SKM) yang turun langsung melaksanakan kegiatan pemicuan tersebut. Kecamatan Kempas Jaya memiliki beberapa Desa, Desa Sungai Ara, Desa Sungai Gantang, Desa Rumbai Jaya, Desa Karya Tani, Desa Danau Pulai Indah, Desa Pekan  Tua, Desa Bayas Jaya, Desa Kerta Jaya, Desa Sungai Rabit, Desa Kulim Jaya, dan Kelurahan Harapan Tani dan kempas jaya. Semua Desa telah melaksanakan kegiatan ini terkecuali Desa Sungai Gantang yang belum sama sekali. Rencana Minggu depan akan dilaksanakannya pemicuan di Desa Sungai Gantang. Meskipun akses jalan yang ditempuh cukup dibilang jauh dan jalannya rusak, tak menjadi penghalang bagi tenaga kesehatan ini untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Indikator yang harus dicapai adalah tentang air minum, sanitasi dan perilaku higienis, mempunyai akses air bersih, memiliki jamban sendiri dan telah menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan, mempunyai tempat penampungan sampah dalam rumah,, memiliki saluran air limbah yang tertutup dan berperilaku benar cuci tangan pakai sabun. Ada beberapa faktor yang yang kami jumpai dalam pendekatan ini di beberapa desa, yaitu pola pikir masyarakat tentang pembuatan jamban. Sebagian masyarakat tidak setuju membuat jamban dan sebagian ada yang setuju. Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran akan kondisi yang sangat tidak bersih dan tidak nyaman di timbulkan.

“Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi (kebiasaan BAB disembarang tempat) adalah masalah bersama karena dapat berimplikasi kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama .”ujar Muhammad Ali, AMKL.

Dengan menyadari kekuatan program STBM ini, Kepala UPT Puskesmas Kempas Jaya Suharmin, SKM. MM berharap penuh agar kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan kiranya memberi motivasi bagi tenaga–tenaga kesehatan dalam mensukseskan strategi nasional STBM tersebut dalam rangka menyelesaikan masalah–masalah kesehatan berbasis lingkungan, guna meningkatkan status kesehatan masyarakat. Dengan demikian permasalahan lingkungan bukan merupakan hal yang mustahil untuk diselesaikan.

Sumber: Ririn Octaverina, SKM, Tenaga Promosi Kesehatan UPT PKM Kempas Jaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here