IMG-20170821-WA0053KEMUNING, Pada era kekinian pesantren masih exist sebagai pilihan orang tua untuk mendidik anak, karena dipengaruhi kadar berani hidup yang nelangsa dan Qana’ah yakni tegar dan merasa cukup dengan syukur yg di milikinya. Begitulah pesantren dengan kondisi keterbatasan yang sengaja dibuat untuk menggambleng mental para santri.

Tidak dapat dipungkiri pendidikan pesantren tidak kalah hebat dari pendidikan sekolah formal yang menempatkan berbagai modifikasi kurikulum yang ada, namun meskipun pendidikan yang sama mengutamakan kebersihan untuk menjadi pola hidup, tidak tertutup kemungkinan akan terserang beberapa penyakit seperti misalnya terkena penyakit kudisan atau Scabbies yang bisa saja menyerang santriwan dan santriwati di pondok pesantren.

Kudisan atau bahasa ilmiahnya disebut penyakit scabbies merupakan penyakit yang disebabkan oleh kutu Sarcopies Scabiei. Penyakit ini sangat erat hubungannya dengan budaya dan nilai-nilai yang ada dilingkungan sekitar. Sebenarnya tidak ada hubungan langsung antara penyakit kudisan dengan budaya pesantren, namun pola budaya berkehidupan di lingkungan pesantren yang membentuk pola hidup tertentu terkadang harus menjadi kewaspadaan khusus pada lembaga pendidikan tersebut, dikarenakan Penyakit ini sangat erat hubungannya dengan sanitasi.

IMG-20170821-WA0052Berdasarkan kunjungan pasien ke puskesmas, banyak ditemukan pasien penyakit scabbies sebagian besar adalah santri pondok pesantren. oleh karena itu petugas puskesmas melakukan survei sekaligus penyuluhan untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit scabbies ke pondok pesantren tersebut.

Untuk mewaspadai penyebarannya, sabtu,19 agustus 2017. petugas puskesmas selensen turun ke pondok pesantren Darul Istiqomah kelurahan selensen dalam rangka melakukan survei dan penyuluhan tentang scabbies ini. Kegiatan dilakukam dengan metode diskusi bersama pengurus pondok pesantren Darul Istiqomah. dari hasil diskusi bersama, berdasarkan keterangan pengurus ponpes, sumber air dilingkungan ponpes diharapkan juga untuk dipantau kebersihannya, Karena Hal ini bisa Sana menjadi salah satu penyebab terjadinya scabbies pada santri. Sumber air yg digunakan hanya sebuah Kolam yang jauh dari kata layak. Santri mandi secara bersama sama dalam 1 kolam dan air pembuangan mandi tidak mengalir. Sangat kasian melihat santri yg mendapat kan fasilitas air yang jauh dari kata LAYAK ini.

Setelah melakukan diskusi, petugas melakukan penyuluhan kepada santri dan santriwati tentang penanggulangan dan pencegahan scabbies tersebut dengan menyarankan agar dibangunnya sumur bor sebagai sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh para Santri nantinya. Semoga apa yg di sampaikan bisa bermanfaat dan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari pada santrib dan bisa mengurangi kejadian scabbiea di Pondok Pesantren Darul Istiqomah tentunya.

Promkes UPT. PKM [email protected] Suryani, SKM

 

SHARE
Previous articleLOMBA BALITA SEHAT PUSKESMAS SUNGAI SALAK
Next articlePUSKESMAS SUNGAI GUNTUNG, GANDENG PEMUDA BNN GELAR SEMINAR KESEHATAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here