IMG-20170712-WA0008
Provinsi Riau ialah salah satu Daerah terbesar yang ada di Pulau Sumatera yang memiliki 12 Kabupaten/Kota dengan wilayah yang sangat luas.

Berbicara masalah budaya, Riau tak akan pernah ada habisnya. Provinisi yang memiliki potensi wisata yang indah ini selalu menjadi daya tarik setiap orang untuk mengunjunginya. Dilihat dari sejarahnya, Provinsi ini memiliki berbagai makanan khas yang unik. Ada beberapa makanan khas dari Riau yang sangat kental dengan budaya masyarakat, salah satu yang sangat menarik adalah Bubur Sempolet.

Makanan ini biasanya ditemukan pada masyarakat Melayu di Kabupaten Indragiri Hilir, Bengkalis, Meranti dan Siak.  Tentunya asal-usul sejarahnya tidak jauh karena atas pengaruh budaya, lingkungan, kebiasaan masyarakat yang di daerahnya memiliki penghasillah sagu yang cukup besar. Menggunakan bahan dasar Sagu berisi sayuran dan berbagai seafod dengan rasa pedas sangat memanjakan lidah.

Selain memiliki rasa yang enak dan unik, makanan ini memiliki manfaat kesehatan yang bagus karena kaya akan gizi. Berikut rincian kandungan gizi yang terdapat pada makanan sempolet :

1. Pakis mengandung Beta Karoten, Vitamin B Kompleks, Protein Nabati, Kadar Lemak yang rendah

2. Sagu mengandung Kabohodrat, Protein, Serat, Kalsium, Zat Besi

3. Udang mengandung Protein Hewani, Lemak Tak Jenuh, Vitamin B1, Vitamin A, Mineral Chitosan, Klorin, Iodin, Fosforun, dan Rendah Kalori.

4. Kerang mengandung Asalm Lemak Omega-3, Yodium, Protein, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Selenium, Magnesium Zink, Kaliuim, dan Zat Besi

5. Kangkung mengandung Protein, Zat Besi, Vitamin C, Lemak, Vitamin A, Karbihidrat, Fosfor, Serat, dan Kalsium

6. Siput Gonggong mengandung Karbohidrat, Protein, dan Lemak

Proses pengolahan makanan ini cukup sederhana yaitu tepung sagu di campurkan pada air mendidih sambil diaduk-aduk sampai mengental dan menjadi kuah. Lalu ditambahkan dengan sayuran serta ikan serta bumbu masakan sederhana. Proses pemasakan cukup hanya sekitar 15 menit saja lalu siap di hidangkan. Bahan makanan dari sagu ini di produksi sendiri oleh masyarakat dengan adanya kilang-kilang pengolahan sagu masayarakat di sekitar.

Bagi masyarakat membuat dan mengkonsumsi makanan ini tidak semata-mata hanya untuk mengenyangkan perut. Tak lain juga dapat melesttarikan budaya yang merupakan kearifan local yang terus dijaga untuk generasi yang selanjutnya.

 

 

Bagus Dwi Prayitno, SKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here