IMG_6148Masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir tentu sudah tidak asing lagi mendengar nama-nama seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, Boraks dan Formalin. Karena Balai Besar POM di Pekanbaru bersama Lintas Sektor terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian Perdagangan (disperindag) setiap tahunnya di bulan Ramadhan selalu melakukan sidak ke pasar tradisional maupun pasar takjil untuk melakukan sampling dan pengujian bahan berbahaya di tempat. Hasil uji dapat langsung diketahui oleh masyarakat yang ada di pasar tersebut. Hal ini sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya 4 bahan kimia berbahaya yang sering ditambahkan kedalam pangan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Riau, Muhammad Kashuri. S.Si, Apt. M.Farm mengatakan dari hasil pengujian sample 33 yang sudah dilakukan uji cepat, menunjukkan ada 3 sample yang diduga mengandung bahan berbahaya pewarna merah Rhodamin B yaitu  terasi merah muda , delima dan terasi udang.  Pewarna Rhodamin B ini adalah pewarna kain, pewarna sintetik, apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama bisa meniumbulkan gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, gagal ginjal sampai dengan kanker.

“Kami berharap masyarakat di Kabupaten Inhil khususnya Tembilahan bisa mewaspadai ciri-ciri makanan yang mengandung Rhodamin B”, terang Muhammad Kashuri.

“Warna makanan lebih cerah dibandingkan pewarna alami biasa. Kemudian jika terkena sinar matahari bisa memberikan warna yang berpendar (seperti timbul pelangi), itulah ciri makanan yang positif Rhodamin B”, tambahnya

“Tentunya terhadap pedagang yang samplenya positif nanti kita akan lakukan pendekatan persuasif pembinaan ke mereka supaya besok tidak berjualan lagi makanan yang mengandung zat berbehaya”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin SKM, M.Kes mengatakan bahwa dari pantauan bersama dengan balai POM, tidak menemukan yang terbukti positif mengandung zat berbahaya untuk makanan takjil dari 19 sampel yang diambil semuanya negatif.

“Alhamdullilah tadi dari pantauan tidak ditemukan zat berbahaya untuk takjil”, ucap Kadiskes

“Masyarakat kita khususnya pembuat makanan sudah cukup maju, mereka sudah berfikir ini memang untuk kesehatan jadi menggunakan bahan-bahan alami”, terangnya

 “Kita ingin masyarakat tidak khawatir saat berbelanja makanan dipasar wadai pada bulan ramadhan”, harap Zainal Arifin

“Pada umumnya masyarakat sudah menggunakan bahan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi, walaupun ada ditemukan diterasi dan delima, saya kira ini mungkin perlu kami melakukan pembinaan terus menerus. Kita akan rutin melakukan pemeriksaan seperti ini dipasar-pasar yang ada di Inhil”, tutupnya

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here