IMG-20170609-WA0005Dalam rangka mencapai visi dan misi Kementrian Republik Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan serta mencapai misi meningkatkan upaya promosi dibidang kesehatan kerena sehat adalah Hak Azazi Manusia.

Sekilas selayang pandang mengenai “PROMKES” pengertian dan teori dasar promkes adalah suatu proses pemberdayaan /kemandirian masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan masyarakat melalui peningkatan kemauan, kemampuan dan lingkungan yang sehat.

Ada 3 aspek yang mencakup tentang promkes yaitu aspek prilaku, aspek sosial dan aspek ekonomi ketiga aspek ini saling berkaitan satu sama lain. Dalam teori ilmu kesehatan ada beberapa macam upaya kesehatan

  1. Kuratif bagian dari pengobatan
  2. Rehabilitatif upaya pemeliharaan kesehatan sedangkan upaya peningkatan kesehatan mencakup :
  • Promotif dan preventif ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan sendiri dan upaya untuk mencegah penyakit.
    ‘tujuan dari pada promosi kesehatan’
  • Tercapainya perubahan perilaku kearah yang lebih baik
  • Terbentuknya perilaku pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Visi dan Misi PROMKES adalah promkes merupakan perekat kemitraan dibidang pelayanan kesehatan dan membina suasana kondusif demi terwujudnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.

UPT Puskesmas Sungai Piring merupakan puskesmas yang terletak di Kecamatan Batang Tuaka Kelurahan Sungai Piring dengan bangunan baru yang rampung pada tahun 2016 dengan jumlah tenaga kerja yang ada berjumlah 80 orang terdiri dari 13  Puskesmas Pembantu (pustu) dan Pos Kesehatan Desa (poskesdes) sementara jabatan Kepala Puskesmas dari D.IV kebidanan, salah satu yang menjadi kendala masih di perlukannya beberapa tenaga ahli kejuruan dan peminatan seperti tenaga analis labor, perekam medik, ahli gizi dan sanitarian.

Semua program dapat berjalan dengan baik apabila ada dukungan dan kerja sama baik itu lintas program maupun sektor terkait, sedangkan jarak tempuh Puskesmas ke Kabupaten berkisar + 14 KM yang mana sebagian besar petugas berdomisili di Kabupaten dengan jarak tempuh setiap hari pulang pergi + 28 KM perjam, dan tetap melaksanakan apel pagi pada pukul 08.00 wib dan jam pulang pada pukul 14.00 wib dalam 4 hari kerja.

Mengenai akses jalan kekelurahan Sungai Piring cukup bagus hanya terkendala di jalan sungai beringin s/d kuala getek mengalami kesulitan yang dirasakan petugas puskesmas apabila pada musim penghujan jalan becek, berair dan berlobang “bak sebuah kolam tanpa ikan”.

Puskesmas dibawah naungan Dinas Kesehatan telah merekrut khusus tenaga peminatan promosi kesehatan (ilmu kesehatan masyarakat) melalui kasubag U.P dimana penempatan di 27 puskesmas se- Inhil, perekrutan dilakukan pada akhir desember 2016 secara bertahap mengingat dan menimbang keterbatasan tenaga promkes yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir ini. Dengan sistem kontrak dan dana penggajian dari APBN pusat melalui dana BOK puskesmas.

Diharapkan nantinya seorang tenaga promotor dapat bekerja dengan baik dan mempunyai semangat yang tinggi, dan mampu menjalankan tugas sesuai TUPOKSI nya, dimana nantinya akan membantu koordinator atau penanggung jawab program promkes dalam setiap kegiatannya. Tidak hanya itu seorang promotor mampu menjadi tenaga penggerak membantu program lain yang capaian % di bawah target SPM puskesmas maupun Nasional dengan aktif disetiap kegiatan penyuluhan, konseling baik itu kelompok maupun massa seperti kelompok masyarakat, remaja, sekolah, posyandu, kelompok arisan dan lain-lain. Seorang tenaga promotor harus mempunyai fisik yang kuat di mana nantinya sasaran kegiatan lebih banyak di lapangan dan luar gedung seperti melakukan penyuluhan kedesa-desa atau posyandu- posyandu yang jarak tempuhnya cukup jauh dengan keadaan askes jalan yang berliku dan bergelombang belum lagi kita harus mengenal budaya dan suku yang ada di suatu desa agar apa yang kita sampaikan mudah dimengerti dan ada umpan baliknya.

Pengalaman tersebut sudah saya rasakan ketika kami malakukan pemeriksaan IVA Test dan Cek Kesehatan di Desa Junjangan pada saat itu turun hujan di saat mau pulang menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu kecil yang hanya mempunyai kapasitas 2 (dua) orang penumpang saja agar dapat menyeberangi sungai yang mempunyai habitat buaya penunggu sungai tersebut, perahu ini juga bisa berjalan di atas lumpur ketika air sudah surut dengan waktu tempuh cukup lama dan di dayung oleh seorang ahli dayung perahu diatas lumpur, karena oleng sedikit saja perahu bisa tenggelam dan terbalik. Demikian yang saya rasakan ketika kunjungan ke desa kuala sebatu untuk melakukan penyuluhan, sosialisasi dan pemeriksaan iva test dengan akses jalan setapak dan apabla di guyur hujan maka ban motor berputar dan sulit berjalan karena tekstur tanah gambut.

IMG-20170609-WA0012Akan tetapi kami tetap semangat dalam melaksanakan tugas tersebut, karena bagi kami jika masyarakat sudah mau mengubah prilakunya bertahap maka, insyaallah derajat kesehatan akan meningkat. Preventif dan promotif diterapkan maka tidak ada lagi masyarakat yang datang ke puskesmas dalam keadaan sakit tetapi lebih ingin mendapatkan konseling kesehatan saja.

  1. Mencegah lebih baik dari pada mengobati
  2. Mengubah perilaku seseorang itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh waktu yang panjang
  3. Health to day

 

Editor : Tuti Auliyah, SKM Promkes Upt. Puskesmas Sungai Piring

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here